logoblog

Cari

Tutup Iklan

Eksekusi Paksa Lahan 1,74 Ha Berlangsung Mulus

Eksekusi Paksa Lahan 1,74 Ha Berlangsung Mulus

KM Jompa Mbojo: Lahan seluas 1,74 hektar yang sebagiannya dipakai sebagai tempat penyimpanan bahan bakar pesawat (Avtur), Tower dan tempat karantina

Peristiwa

inaf
Oleh inaf
17 Desember, 2013 17:12:31
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 4955 Kali

KM Jompa Mbojo: Lahan seluas 1,74 hektar yang sebagiannya dipakai sebagai tempat penyimpanan bahan bakar pesawat (Avtur), Tower dan tempat karantina hewan Bandar Udara M Salahuddin Bima, kini telah diambil alih oleh ahli waris setelah hampir 10 tahun lamanya proses gugatan itu berjalan. Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima menjatuhkan putusan atas sengketa tersebut dimenangkan oleh pihak penggugat (pemohon) atas nama H Mansyur H Ahmad, yang merupakan ahli waris atas hak lahan tersebut. Namun pihak Bandar Udara setempat mengajukan naik banding hingga PK di Mahkamah Agung (MA).
Namun upaya yang dilakukan pihak bandara, tidak membawakan hasil karena nasib masih berpihak kepada penggugat. Hingga, Rabu (19/6/2013) pagi, pelaksanaan eksekusi pun dilakukan tanpa hambatan, dengan pengamanan satu pleton pasukan Dalmas dari Kepolisian Resort Bima hingga berakhir sekitar pukul 12.00 Wita.

Pantauan langsung di lapangan pihak keluarga H Mansyur H Ahmad asal warga desa Teke kecamatan Palibelo kabupaten Bima, terlihat suka ria saat Panitera Pengadilan Negeri Bima membacakan amar putusan eksekusi. Dimana eksekusi tersebut merupakan tahap eksekusi secara paksa, setelah tergugat dan termohon eksekusi tidak mengindahkan putusan PN Raba Bima yang telah melayangkan surat teguran dengan masa tenggang waktu delapan hari terhitung sejak tanggal 23 Mei sampai 31 Mei 2013 lalu.

Adapun areal sengketa yang diserahkan ke pihak H Mansyur yaitu berupa lahan tanah kosong, sedangkan yang telah digunakan bangunan menara (tower), tempat penyimpanan bahan bakar serta tempat karantina hewan akan dibayarkan ganti rugi oleh pihak bandara.

Setelah membacakan berita acara eksekusi, Panitera PN Bima memberikan surat keputusan kepada pihak pemohon dan pihak termohon yang sebelumnya sudah ditandatangani dan disyahkan oleh beberapa saksi termasuk kepala desa Belo.

“Alhamdulillah, perjuangan hampir 10 tahun lamanya, kini telah menjadi hak milik kami,” ujar H Mansyur bersyukur disela-sela kegiatan eksekusi berlangsung. [Bim]

 

Baca Juga :




 
inaf

inaf

xproject
Born: February 20-1967, Aberdeen Washington, USA
Guitar: Fender-Mustang, Jaguar, Stratocaster, Telecaster
Amplification: MesaBoogie Preamp, Sunn-Beta LeadHead, 4X12 Peavey
Pedals: BOSS DS1-DS2, Tech 21 Sansamp C, Orange

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan