logoblog

Cari

Tutup Iklan

Hujan Turun, Petani Monta Kesulitan Mengeringkan Gabah

Hujan Turun, Petani Monta Kesulitan Mengeringkan Gabah

KM. Portal Himpas, - Mengeringkan gabah adalah hal yang lazim dilakukan oleh para petani pasca panen. Demikian pemandangan yang terlihat dibeberapa desa

Peristiwa

KM. Portal Himpas
Oleh KM. Portal Himpas
07 Februari, 2014 16:48:54
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 6724 Kali

KM. Portal Himpas, - Mengeringkan gabah adalah hal yang lazim dilakukan oleh para petani pasca panen. Demikian pemandangan yang terlihat dibeberapa desa di kecamatan monta, saat ini sebagian petani sibuk dengan aktifitas menjemur gabah-gabah mereka.

Umumnya para petani monta mengeringkan gabah dengan cara tradisional, yaitu dengan cara menggelar gabah dengan dialasi terpal dibiarkan dibawah terik matahari sampai gabah-gabah ini mengering. Pengeringan semacam ini sudah biasa dilakukan oleh petani monta sejak bertahun-tahun lalu karena memang mereka belum memiliki  alat pengering gabah modern.

Selain itu, para petani lebih memilih memanfaatkan sebagian lapangan desa untuk menjemur gabah-gabah mereka. Namun, dengan adanya aktifitas petani yang memenfaatkan lapangan untuk megeringkan gabah, tidak menjadikan masalah bagi para pemuda yang memanfaatkan lapangan sebagai sana berolahraga karena mereka masih bisa memenfaatkan sisi lainnya untuk sekedar berolahraga dan bermainn bola, Karena hal semacam ini sudah dimaklumi oleh para pemuda dan petani sejak lama.

Namun, yang menjadi kesulitan bagi petani adalah ketika mengeringkan gabah saat musim hujan seperti sekarang ini, “butuh waktu dua sampai dengan tiga hari untuk mengeringkan gabah karena jika hujan turun gabah yang telah digelar harus segera dikemas dan dimasukan kembali kedalam karung, entah itu diangkut kembali kerumah atau hanya ditutupi terpal dilokasi, itu tergantung kondisi,” ungkap Bambang petani desa sie.

 

Baca Juga :


Aktifitas yang dilakukan oleh petani sekarang sungguh tergantung pada cuaca, karena umumnya para petani desa sie masih menggunakan cara tradisional untuk mengeringkan gabah yaitu dengan cara menjemur dibawah sinar matarahari atau dengan bantuan tenaga surya. “Jika hujan terus turun maka para petani kesulitan untuk mengeringkan gabah yang baru dipanen dan kalaupun gabah yang baru dipanen ini tidak segera dikeringkan maka akan berjamur, ketika digiling nantinya beras yang dihasilkan  akan terlihat kehitaman dan harganyapun turun,” kata dia.

Sementara itu, untuk menghindari kerugian petani, dari sisi harga maka petani harus betul-betul mengeringkan dan membersihkan gabah mereka pasca panen. Untuk itu Bambang berharap “agar pemerintah dapat memeberikan bantuan alat pengering gabah kepada kelompok tani yang akan digunakan bersama saat musim hujan  ketika tenaga surya tidak lagi dapat diandalkan,” harap dia. [AL]



 
KM. Portal Himpas

KM. Portal Himpas

Koordinator: Al Furqan M. Nur Alamat: Jl. Lintas Parado Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima Prov. NTB URL: http://himpas-institute.blogspot.com/ email: himpas.bersatu@gmail.com HP: 082342180000

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan