logoblog

Cari

Hati-hati Wahai Kaum Prempuan

Hati-hati Wahai Kaum Prempuan

Setelah selesai dari acara akad nikah di rumah Marwan Abdillah pada hari minggu siang, 22 Juni 2014 tepat pukul 3.30 pm.

Peristiwa

KM Kaula
Oleh KM Kaula
23 Juni, 2014 11:57:13
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 9531 Kali

Setelah selesai dari acara akad nikah di rumah Marwan Abdillah pada hari minggu siang, 22 Juni 2014 tepat pukul 3.30 pm. Karena di Masjid yang saya lewati menuju rumah saya, orang sudah iqomat, maka saya langsung pulang solat Ashar dirumah, karena pas selesai solah asar kita ada undangan menghadiri pernikahan di rumah salah seorang warga di Dusun Selusuh yang merupakan dusun tetangga saya.

Sesampai di depan Masjid Dusun Selusuh, orang baru saja turun dari Masjid setelah selesai solat Asar berjamaah, salah satunya adalah H. Nasir, sayapun langsung menghentikan motor saya karena di hampiri oleh H. Nasir, sembari berjabat tangan, Ia bertanya, mau kemana?, “saya mau ketempat orang nikah itu, ayo kita kesana”. Jawab saya. H. Nasir tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu dari saya, “Ayo kita sama-sama, desak saya penasaran.

Karena saya desak terus, akhirnya H. Nasir bilang bahwa acara pernikahan itu tidak jadi, karena konon pihak laki tidak di ijinkan oleh orang tuanya. Tapi Ia juga terus menyuruh saya terus saja ke tempat acara, untuk mengetahui lebih detil cerita sebenarnya. Saya sebetulnya mau pulang karena saya udah bayangkan gambaran raut muka keluarga ketika nanti akan ketemu saya, jadi menurut saya, baik tidak ketemu dan pura-pura tidak tau. Baru saja saya akan balik kan motor saya, tiba-tiba Zaenudin dan bapaknya menarik stang motor saya, sambil mengatakan, kita harus terus!, perkara jadi atau tidak, nanti di situ kita tau, karena bagaimanapun segalanya sudah dipersiapkan”.

Saya pun tidak bisa menolak, akhirnya motor saya jalankan perlahan karena harus mengimbangi tiga orang lainnya yang jalan kaki. Karena rumahnya tidak jauh, maka sebentar saja kami nyampai. Dari luar pagar sudah kelihatan atap tetaring yang beratapkan terpal hijau sudah sudah terbentang cukup luas, demikian juga tamu undangan sudah lengkap datang. Begitu kami mengambil tempat duduk masing-masing, ketua RT yang menjadi pengganti tuan rumah, membuka bicara. Bapak- bapak hadirin, dari tuan rumah meminta pahala zikir untuk menyambut puasa, karena yang sedianya kita akan ikuti akad nikah antara anak tuan rumah H. Abdurrahman yang bernama Seruni dengan salah seorang calon suaminya yang namanya saya sendiri kurang jelas, tidak jadi. karena calon suami tersebut kabur ke Sumbawa, jadi kepada Bp. Habiburrahman di silahkan memipin zikir, demikian RT mengakhiri. Yang kemudian di sambut oleh bapak kadus selusuh, “tunggu dulu, coba ceritakan dulu bagaimana cerita yang sebenarnya kenapa bisa gagal.

Sanum demikian nama RT IV yang jadi wakil tuan rumah bercerita, “Saya tidak tau persis cerita awalnya, karena dua hari sebelumnya oleh pihak keluarga disini, Ia bilang ke saya, bahwa anaknya Seruni akad dinikahi oleh seseorang dari Lombok timur, tapi dia kak tuan (Untuk panggilan bagi sang tuan rumah) sudah dikasi  uang sejumlah Rp. 7.500.000 untuk diselesaikan di sini, makanya kita bersama keluarga dan laki-laki tersebut sepakat untuk melangsungkan acara akad nikahya pada hari ini, tapi kemarin laki-laki tersebut ijin pulang untuk ambil sesuatu dan akan datang hari ini saat di langsungkan akad nikahnya.  

Dan tadi pagi saya  pergi kerumahnya  untuk ketemu dia sekaligus mengajak ketemu dengan kadusnya untuk meminta surat pindah, tapi saya tidak ketemu, kata tetangganya ia pergi ke Sumbawa. Saya akhirnya mencari kadusnya dan menanyakan banyak hal tentang calon Suami Seruni tersebut sekaligus memintakannya surat pindah, tapi  kadusnya mengatakan bahwa ia tidak berani bertanggung jawab terhadap perkawinan tersebut, karena orang itu punya istri dan sudah tujuh kali kawin, makanya sekarang Ia kabur ke Sumbawa.

 

Baca Juga :


Ketika sang laki-laki hidung belang tersebut di telp, “Ia bilang jangan telpon saya, saya sedang pusing ini, langsung di matikan hp nya dan tidak bisa di hubungi lagi. Intinya akad nikah hari ini gagal. Demikian Pak RT Sanum mengakhiri penjelasannya.

Saya merasa berkewajiban menceritakan hal ini kepada semua orang, terutama kaum prempuan, supaya jangan terlalu cepat tergiur oleh bujuk rayu kaum lelaki yang tidak bertanggung jawab seperti itu, apalagi kalau Cuma di iming-iming dengan uang RP 7.500.000. karena sekalipun tidak bisa kita katakan sedikit uang yang 7.500.000 tersebut, namun jika di banding dengan rasa malu yang di derita oleh keluarga, maka uang 7.500.000 itu sama sekali tidak ada harganya. Dari itu, sekali lagi “BERHATI-HATILAH WAHAI SAUDARA-SAUDARA KU KAUM PREMPUAN DI MANA SAJA ANDA BERADA”. [] - 01

By Habib.



 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan