logoblog

Cari

KMP. Gelis Rauh Terbakar, 75 Penumpang dan ABK Selamat

KMP. Gelis Rauh Terbakar, 75 Penumpang dan ABK Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Gelis Rauh terbakar saat menempuh perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar Lombok Barat NTB, Kamis

Peristiwa

Dinas Kominfotik NTB
Oleh Dinas Kominfotik NTB
19 Juli, 2014 04:50:29
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 10296 Kali

Kapal Motor Penumpang (KMP) Gelis Rauh terbakar saat menempuh perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar Lombok Barat NTB, Kamis (17/7) sekitar pukul 21.35 wita  di Selat Lombok. Kapal milik PT. Jemla Ferry itu terbakar setelah berlayar kurang lebih satu jam dari Pelabuhan Padangbai atau 9 mil dari Pelabuhan Padangbai. Seluruh penumpang beserta awak kapal yang berjumlah 75 orang berhasil diselamatkan.

Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Drs. Agung Hartono, M.STr setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait ketika dihubungi di Mataram, Jumat (18/7) siang kemarin. “Kapal berangkat dari Padangbai  pukul 20.35 wita, pada 21.35 kapal terbakar 9 mil  dari Padangbai. Dan pukul 21.45 wita diberikan komando kepada kapal-kapal terdekat untuk melakukan pertolongan. Total 75 orang penumpang dan awak kapal sudah diselamatkan di posko pertolongan Padangbai,” kata Agung.

Dikatakan, begitu mendengar informasi bahwa kapal tersebut terbakar, sebanyak 10 kapal ferry  dan empat kapal cepat dikirim untuk membantu penumpang kapal naas tersebut. Sekitar pukul 22.00 wita, 14 kapal bantuan itu sudah tiba di lokasi membantu evakuasi korban KMP. Gelis Rauh.

‘’Posisi kapal sekarang  masih terbakar bergeser 9 mil dari posisi semula (kondisi kandas di Nusa Lembongan),’’ imbuhnya.

Agung menyebutkan, data terakhir di posko Padangbai, muatan KMP Gelis Rauh masing-masing truk tronton 2 unit, truk besar 13 unit, truk sedang 8 unit, kendaraan kecil 3 unit dan sepeda motor 5 unit. Untuk penumpang dan ABK serta nakhoda 19 orang, petugas kantin 3 orang, sopir/kenek 53 orang dan  penumpang tanpa kendaraan tidak ada.

“Sampai saat ini tidak ada yang melapor kehilangan anggota keluarga. Pelayanan penyeberangan Lembar-Padangbai berjalan normal,”tambahnya.

Evakuasi seluruh penumpang dilakukan oleh tim gabungan Pol Air Polda Bali, SAR, ASDP Padangbai dan unsur SAR lainnya terhadap kapal yang terbakar pada Kamis 17 Juli pukul 21.30 Wita dan upaya pemadaman dilakukan hingga Jumat kemarin.

Muatan Truk Terbakar

 

Baca Juga :


Terbakarnya KMP Gelis Rauh diduga dipicu akibat muatan truk di dalam kapal terbakar sehingga menjalar ke truk lainnya.  Untungnya tidak ada korban  jiwa dalam kejadian naas ini, karena penumpang dan ABK serta crew kapal segera dievakuasi.

Demikian dikatakan Kepala KSOP Lembar, Kapten HR Harahap  MM, melalui Kepala Seksi Sertifikasi dan Status Hukum Kapal KSOP Lembar, H Loveryanto SE, M.Si ditemui di kantornya, Jumat kemarin. KMP  Gelis Rauh, dinakhodai Rimba Irawan
 
Pemadaman api yang membakar KMP Gelis Rauh memang sangat sulit. Pada Jumat sekitar  pukul 04.30 Wita, Syahbandar Padangbai mengerahkan satu unit speed boat GT 236 milik pertamina untuk melakukan pemadaman api.  Syahbandar bersama tim dari unsur Basarnas, BPBD Karangasem turun ke TKP.

Pada pukul 06.05 Wita upaya pemandaman terus dilakukan, namun tim mengalami kendala karena kapal mulai kandas pada posisi di bagian Barat Sumut Batu,  Pulau Nusa Lembongan. “Upaya pemadaman terus dilakukan, namun karena air surut maka upaya pemadaman api dihentikan karena dikhawatirkan speed boat ikut kandas,”ujarnya. Tim belum berhasil memadamkan api, akan tetapi tim menjauh dari lokasi.
 
Sementara itu, Menager Operasi dan Usaha ASDP Lembar, Eko Yulianto mengaku menerima informasi kebakaran kapal itu sekitar pukul 21.30 Wita. Ia menerima laporan dari petugas di ASDP di Padangbai.  Ia menyatakan, dari laporan yang ia terima bahwa kapal itu mengalmai kebakaran karena muatan truk dalam kapal mengalami kebakaran.

Setelah kejadian itu, pihak kapal berupaya melakukan pemadaman namun karena peralatan yang terbatas sehingga kobaran api tak bisa dipadamkan.  Lalu KSOP meminta bantuan kepada kapal lain yang ada di sekitar pelabuhan untuk membantu pemadaman api. Namun karena tak mampu dipadamkan, maka diputuskan penumpang dan ABK dievakuasi. (nas/her)

sumber suara ntb.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan