logoblog

Cari

Tutup Iklan

NTB KEMBALI MERAIH PENGHARGAAN TMPI

NTB KEMBALI MERAIH PENGHARGAAN TMPI

”Pemilihan calon anugerah TMPI merupakan program yang dinamis sehingga walaupun persyaratan dasarnya bagi pemimpin muda relatif sama namun substansinya dikembangkan sesuai

Peristiwa

Subhan Azharullah
Oleh Subhan Azharullah
15 Oktober, 2014 18:10:50
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 6836 Kali

”Pemilihan calon anugerah TMPI merupakan program yang dinamis sehingga walaupun persyaratan dasarnya bagi pemimpin muda relatif sama namun substansinya dikembangkan sesuai dengan dinamika pembangunan di bidang anak dan kebutuhan untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang. Dengan demikian maka ruang lingkupnya dan substansi yang dinilai tidak terbatas pada kemampuan dan prestasi anak di bidang sosialisasi, fasilitasi dan promosi hak-hak anak di lingkungan teman sebayanya saja tetapi juga memperhatikan aspek-aspek leadership itu sendiri, seperti; wawasan. cakrawala berfikir, keteladanan, nasionalisme, pemahaman dan implementasi nilai-nilai luhur budaya bangsa, kesehatan jasmani dan rokhani serta prestasi akademiknya”.

Pemimpin yang berkualitas tidak lahir dengan sendirinya, tetapi melalui suatu proses persiapan, pelatihan, bimbingan dan pemberian kesempatan serta pengkaderan yang dilaksanakan sejak dini secara sadar dan terencana serta berkelanjutan. Indonesia dikaruniai jumlah anak yang sangat besar, sekitar 87,3 juta, yang merupakan wahana persemaian kepemimpinan bangsa dan negara dimasa datang yang sangat potensial. Potensi tersebut bisa berubah menjadi bencana apabila jumlah tersebut tidak dikelola, difasilitasi, dibina dan diarahkan dengan baik dan benar. Pada setiap diri anak tersebut terdapat hak-hak yang harus dipenuhi, mereka memiliki bakat, minat dan kemampuan yang harus difasilitasi, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terlindungi dari berbagai tindak kekerasan, diskriminasi, pelecehan dan tindakan salah lainnya, sehingga kelak dewasa mereka akan menjadi sumberdaya manusia yang unggul dan tangguh.

Banyak lembaga telah melakukan proses pelatihan kepemimpinan, namun pada umumnya diperuntukkan bagi orang dewasa sedangkan proses penanaman nilai-nilai kepempimpinan, internalisasi nilai-nilai luhur, disiplin, sikap bertanggung jawab, jiwa kesatria, rasa nasionalisme, melatih kejujuran, berperilaku sopan dan santun akan lebih efektif bila dimulai sejak dini yaitu pada masa kanak-kanak.

Program pemilihan calon anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI) merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemerintah dalam mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa di masa datang. Komitmen pemerintah tersebut merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang ditindak lanjuti dengan penerbitan Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan danperlindungan Anak Nomor 04 tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kebijakan Partisipasi Anak.

Pemilihan calon anugerah TMPI ini sangat penting dan relevan terutama karena banyaknya fakta yang menunjukkan bahwa banyak orang yang saat ini menjabat sebagai pimpinan, ketua organisasi atau kepala unit kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya dan bahkan dalam skala kecil kepala rumah tangga, tetapi tidak menunjukkan jiwa, keteladanan, semangat dan  perilaku kepemimpinan (leadership) yang bisa diteladani oleh anak-anak. Bila hal ini berlangsung dalam waktu yang lama maka tidak tertutup kemungkinan kita akan mengalami krisis atau kekurangan kepemimpinan, yang ada hanya orang-orang yang menjani pemimpin karena faktor keberuntungan, koneksitas, senioritas dan alasan irrasional lainnya. 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, atas pertimbangan tersebut di atas,  bekerja sama dengan berbagai lembaga yang concern terhadap pemenuhan hak, tumbuh kembang dan perlindungan anak memandang perlu secara reguler menyelenggarakan program pemilihan calon anugerah tunas pemimpin muda Indonesia sebagai bagian dari upaya memenuhi hak-hak anak terutama hak untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

 

Baca Juga :


Propinsi Nusa Tenggara sejak awal dilaksanakan kegiatan ini   pada tahun 2010 telah mengirimkan wakilnya dari anggota forum anak yang ada di 10 Kabupaten kota.  Pada tahun 2010 Andi Fardian dari Forum Anak Dompu menerima penghargaan ini dan menang dalam ajang ini. Kesuksesan Andi Fardian di ikuti oleh Nitia Agustini dari Dewan Anak Mataram pada tahun 2011 dan Gayatri pada tahun 2012 dari Dewan Anak Mataram  menang dan menjadi penerima penghargaan Tunas Muda Indonesia.

Pada tahun 2014 ini Nusa Tenggara Barat kembali menerima penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia. Dia adalah Denisward Eurico Rathany dari Dewan Anak Mataram yang berhasil menang dari kategori tingkat SMP/Mts. Kemenagan Denisd ini tidaklah muda mengiangat yang mengirimkan berkas pendafatran ada kurang lebih 600 anak dari forum anak  33 Propinsi di Indonesia.Semoga melalui pengharagaan ini NTB bisa menjadi propinsi yang terdepan dalam hal mewujudkan pemenuhan hak –hak anak dan NTB bisa menjadi Propinsi Layak Anak. 02 
 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan