logoblog

Cari

Tutup Iklan

Peristiwa saat nyongkolan dengan kecimol

Peristiwa saat nyongkolan dengan kecimol

Di suatu sore hari saya pulang dari tugas yang kebetulan saya mengadan kegiatan remedial di sekolah untuk perbaikan nilai siswa. Saat

Peristiwa

KM SMAN 1 SIKUR
Oleh KM SMAN 1 SIKUR
11 Desember, 2014 23:24:49
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 14027 Kali

Di suatu sore hari saya pulang dari tugas yang kebetulan saya mengadan kegiatan remedial di sekolah untuk perbaikan nilai siswa. Saat saya masuk arah masbagik menuju rumah di jurit saya menemukan suatu kegiatan nyongkolan, salah satu kegiatan sebagai pelengkap kesempurnaan budaya merariq (dulu namanya balik lampak). Ajang ini sangat baik maknanya yaitu kunjungan mempelai kerumah laki-laki yang dampingi istrinya dan diiringi oleh keluarga, kerabat dan teman bahkan bisa jadi sebagian besar masyarakat dikampung mempelai laki-laki kerumah mertuanya (orang tua mempelai wanita), setelah sekian lama mempelai wanita menghilang dari orang tuanya karena perkawinan adat merariq. Jadi ini adalah kegitan silaturahmi kelurga pihat mempelai laki-laki ke pihak keluarga wanita sehingga dri pihak keluarga mempelai wanita juga mengadakan sambutan sehingga betul-betul kegiatan ini meriah, lebih-lebih kegiatan nyongkolan ini diiringi oleh bunyi-bunyian yang biasanya menggunakan kesenian tradional lobok, seperti gendang bele dan gamelan  dan lain sebagainya yang bersifat musik tradional. Karena perkembangan jaman dimana generasi muda sudah mulai berubah kegemaran yaitu lebi suka bersifat modern yaitu lebih menyukai lagu dangdut dan diikuti oleh joget dari kaula muda maka yang mengiringi budaya nyongkolan lairlah kesenian dandung yang peralatannya dari alat-alat musik modern bisa dibawa keliling yang terkenal dengan nama kecimol. Saat saya pulang sore hari itu nyongkolan yang saya temui ialah nyongkolan yang diiringi kecimol, sekitar lebih kurang 45 menit saya mengikuti nyongkolan dari belakang karena menunggu gilira lewat setelah selesai mobil dan kendaraan yang punya giliran dari utara, maklum jalur ini sempit dan yang melakukan kegiatan mungkin tidak menyampaikan laporan ke pihak kepolisian sehingga tidak ada anggota sat lantas yang mengatur lalu lintas begitu dapat giliran dengan kecepan 10 km/jam saya jalankan mobil yang saya kendarai,  naasnya saat mobil berada diposisi kecimol kelompok pemuda yang berjoget saling dorong mungkin karena keasikannya dia tidak sadar kalau ada mobil lewat salah satu pemuda itu yang saya perhatikan bola matanya agak sedikit memerah terhempas di mobil saya sehingga mereka ramai-ramai memaki dan memukul mobil sehingga ada bagian cat yang terkelupas. Jadi kegiatan ini tujuanya baik namun sayang sekali yang mengiringnya ada yang bisa dikatakan berada di bawah sadar, karena sebagian dari mereka yang berjoget untuk membesarkan mental mereka, mereka sepertinya sengaja mengganggu kesadaran mereka lebih dulu. Oleh sebab itu kebijakan daerah tentang nyongkolan ini tidak di permasalahkan namun yang mengiringi nyongkolan ini harus di seleksi, tempat nyongkolan juga harus ada dari pihak satlantas, karena menggunakan fasitas umum, dan ditiadakan kegiatan joget-jogetan di jalan, kembali ke budaya aslinya yaitu balik lampak, berjalan rapi teratur membentuk 3 atau 2 barisan pasukan pengiring pengantin seperti mengiringi jalanya sang raja dengan permaisurinya dengan iringan musik gamelan, peret dan gendang bele sehingga betul-betul melahirkan suasana hikmat dan berbudaya tradional. Jika bisa sperti ini maka kita yang menyaksikan bisa mengiringi langkah ke dua mempelai dengan doa, tetapi seperti apa yang telah saya alami, meraka yang saling dorong sambil berjoget lalu mera yang terhempas ke body mobil saya, mereka pula yang memaki dan memukul mobil saya sampai lecet, mana bisa doa yang saya ingat sebagai manusia saya ucapkan doa istirja Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Sekilas pengalaman menemukan kegiatan nyongkolan di jalur yang sempit tanpa pengamana dari pihak kepolisian. (Hasan A.) - 05

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan