logoblog

Cari

Tutup Iklan

Banjir Rendam Puluhan Hektar Lahan Warga

Banjir Rendam Puluhan Hektar Lahan Warga

KM Nggusuwaru – Sekitar 50 hektare lahan pertanian milik warga Kumbe dan Oi Fo'o di So Bantau Kelurahan Oi Fo'o Kecamatan

Peristiwa

KM Nggusu Waru
Oleh KM Nggusu Waru
04 Februari, 2015 15:57:34
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 3755 Kali

KM Nggusuwaru – Sekitar 50 hektare lahan pertanian milik warga Kumbe dan Oi Fo'o di So Bantau Kelurahan Oi Fo'o Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima terendam banjir. Lahan terendam setelah tanggul manual yang dibuat dari tanah, jebol diterjang banjir saat hujan lebat beberapa hari terakhir.

Akibatnya puluhan petani mengalami kerugian materil. Sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan), telah melaporkan hal itu pada pemerintah kelurahan. Namun belum ada bantuan atau langkah antisipasi lain yang dilakukan pemerintah kelurahan.

Ketua Gapoktan Sanggopa So Bantau Kelurahan Oi Fo'o, Hardiansyah mengeluhkan kondisi itu karena beberapa pekan terakhir lahan pertanian milik warga rusak akibat banjir. Meski sudah melaporkan ke pemerintahan kelurahan, tapi belum ada tindakan nyata untuk membuat tanggul permanen. “Lahan pertanian warga hanya dibentengi tanggul manual, itupun hanya terbuat dari tanah. Sehingga, mudah roboh setiap banjir melanda,” ujarnya Senin (2/2) pagi.

Warga asli Kumbe ini mengungkapkan, beberapa masukan dari petani sudah dikantunginya. Dengan berharapan, ada balasan melalui bantuan nyata dengan merealisasikan pembangunan tanggul permanen di sudut lahan pertanian milik warga. Terutama, di dekat titik rawan banjir atau lahan rendah."Tetapi hingga sekarang, belum juga dibangun, sampai kapan. Apakah harus menunggu banjir bandang datang lagi,"ujarnya kesal.

Ia juga mengaku pernah mendatangi kantor BPBD Kota Bima, guna mengecek mengenai laporan Gapoktan yang sudah masuk melalui aparat Kelurahan. Namun setelah di cek satu persatu berkas, tidak ada satu-pun surat yang masuk tentang usulan itu."Pantas saja, pembangunan tanggul sulit terealisasi,”ungkapnya.

Ia berharap, Pemerintah dapat merespon cepat keinginan puluhan petani di Kelurahan Oi Fo’o. Sebab, hanya dengan pertanian warga Oi Fo'o bisa memenuhi kehidupan sehari-hari."Semoga saja Pemerintah mendengar aspirasi ini,”harapnya. (NOV)

 

 

 

 

 

Baca Juga :


 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan