logoblog

Cari

Cerita Hebat Dibalik Terjangan Puting Beliung

Cerita Hebat Dibalik Terjangan Puting Beliung

Dibalik musibah puting beliung dan hujan deras, Intan, bocah SD ini membuat heboh masyarakat setempat dengan aksi polosnya. Siswa kelas 5

Peristiwa

KM. Jompa Mbojo
Oleh KM. Jompa Mbojo
22 Februari, 2015 17:05:57
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 21914 Kali

Dibalik musibah puting beliung dan hujan deras, Intan, bocah SD ini membuat heboh masyarakat setempat dengan aksi polosnya. Siswa kelas 5 SD ini lebih memilih menyelamatkan perlengkapan sekolah ketimbang barang-barang berharga lain.

Puluhan buku pelajaran milik Intan Nuraini, 10 tahun berjejer rapi di teras rumahnya di RT 03 Desa Tenga Kecamatan Woha. Buku tulis dan sejumlah perlengkapan sekolah tersebut nampaknya sedang dijemur di bawah terik matahari lantaran kondisi buku dalam keadaan lusuh.

Kondisi tersebut disebabkan karena rumah Intan disapu angin puting beliung saat hujan deras menyapu desa mereka, Jum'at (20/2) petang. Akibatnya, atap rumah yang ditutup seng itupun terbawa angin. Kondisi ini praktis membuat seluruh isi rumah kebasahan. Termasuk perlengkapan sekolah seperti buku pelajaran miliknya.

Hari itu, Intan sengaja bolos sekolah lantaran perlengkapan sekolah yang dimiliki banyak yang tidak bisa dipakai. Dibantu sang nenek, siswa SDN Tenga ini berusaha mengeringkan lembar demi lembar isi buku catatan sekolah. Jumlah buku yang dikeringkan itu cukup banyak, hingga mencapai ratusan lembar. Namun, Intan tak ingin menyerah dan terus mengeringkan buku catatannya demi meneruskan sekolah.

Buku-buku tersebut tidak lantas dijemur begitu saja. Intan harus memabalikkan lembar demi lembar bukunya agar tidak menempel. Upaya ini membutuhkan kesabaran, sebab jika dipaksa tentu akan sobek.

Dalam musibah itu, hampir seluruh peralatan rumah tangga, termasuk pakaian sekolah serta buku pelajaran Intan basah dan tertimpa reruntuhan bangunan. Namun, dalam reruntuhan itu, Intan dengan hebat membereskan seluruh perlengkapan sekolah yang ada dalam rumahnya dan mengevakuasi ke rumah tetangga.

Tindakkan nekad Intan ini sempat membuat neneknya khawatir. Bahkan, berulang kali sang nenek berteriak meminta agar Intan mengurungkan niatnya. Tapi dengan usaha yang kuat, akhirnya bocah hebat ini bisa menyelamatkan perlengkapan sekolah yang berada di tengah reruntuhan bangunan tersebut.

 

Baca Juga :


"Kalau tidak diambil (buku-buku,red), saya mau belajar pake apa. Mau nggak mau saya tetap menyelamatkan perlengkapan sekolah," ujarnya saat ditemui Sabtu (21/2) pagi.

Musibah yang melanda keluarga Intan bersama sejumlah kepala keluarga lainnya terjadi pada Jum'at (20/2/) sekitar pukul 18.30 Wita. Sebelum musibah itu, Intan mengaku sempat mendengar suara gemuruh yang makin lama suaranya semakin kuat. Tak lama berselang, terdengar suara ambruk di salah satu rumah warga.

Setelah itu, angin yang terus menerjang tanpa henti, perlahan merobohkan atap rumah mereka dan menyisir sejumlah rumah secara berurutan. "Saya dan nenek reflek keluar rumah. Setelah itu saya masuk lagi untuk mengambi seragam dan buku-buku pelajaran," kenangnya.

Meski berhasil mengevakuasi sendiri sejumlah perlengkapan sekolah, namun seragam miliknya tidak bisa digunakan lagi. Karena rudah robek terkena reruntuhan atap rumah. "Hanya sepatu yang bisa dipakai," ujarnya. (Bim) - 05



 
KM. Jompa Mbojo

KM. Jompa Mbojo

Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk di Kabupaten Bima. Meraih Penghargaan untuk Kategori “The Best Promotor”, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012). Follow kami di twitter > @Jompa_Mbojo

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan