logoblog

Cari

Heboh, Batu Akik Motif Tulisan Arab Gundul

Heboh, Batu Akik Motif Tulisan Arab Gundul

Yang tidak tahu menahu tentang Gunung Parewa di Bima ini mungkin bisa dihitung dengan jari. Di lereng gunung penuh mitos dan

Peristiwa

KM. Jompa Mbojo
Oleh KM. Jompa Mbojo
16 Maret, 2015 19:35:14
Peristiwa
Komentar: 1
Dibaca: 79598 Kali

Yang tidak tahu menahu tentang Gunung Parewa di Bima ini mungkin bisa dihitung dengan jari. Di lereng gunung penuh mitos dan legenda inilah Zulkarnain Gaffar (Zul) dan Ruslan Baco, 2 warga Desa Naru Kecamatan Woha menemukan sebongkah batu yang dalamannya meruah motif menyerupai tulisan arab gundul. Bagaimana ceritanya? Berikut hasil wawancara Jompa Mbojo dengan Zul.

“Batu ini serba special,” pamer Zul kepada Jompa Mbojo penuh antusias di kediamannya di Dusun Sinar Desa Naru. Sabtu (14/03). “Batu ini ditemukan Hari Jum’at (13/03), di kawasan Oi U’a lereng Gunung Parewa, dan motifnya seperi tulisan arab gundul,” tuturnya lagi.

Memang betul! Batu berdiameter sekitar 25 cm ini, yang sudah dibelah Zul, dalamannya terlihat motif yang menyerupai tulisan arab gundul. Bahkan kalau diperhatikan lebih lama, tulisannya indah membentuk semacam ukiran kaligrafi arab tanpa tanda baca. Meski belum terlihat tegas, tapi Nampak jelas. Berbaris-baris motif tulisan arab gundul yang indah memenuhi lempengan batu dibelah dua tersebut.

“Setelah diratakan (lempengan batunya, red) betul-betul, baru akan kelihatan benar tulisan arabnya,” yakin Zul.

Untuk lebih meyakinkan dugaannya, Zul memperlihatkan bongkahan batu itu kepada “Muma Sei.” Meski ahli membaca tulisan arab gundul, tapi sayangnya, akibat lempengan tak rata dan motif tulisannya yang kaligrafis, ditambah mata lamurnya, Muma Sei tidak mampu memperbacakan motif tersebut secara sempurna. Meski demikian, Muma Sei sendiri tidak menafikan bahwa motifnya benar-benar menyerupai tulisan arab gundul.

Jika betul-betul batu akik temuannya memuat motif seperti disebut-sebut, dan ada banyak peminat yang ingin membeli. Rencananya, Zul akan melelang batu tersebut untuk disumbangkan kepada Masjid setempat.

 

Baca Juga :


Puluhan penggemar batu cincin sempat meminta Zul memecah bongkahan itu untuk batu cincin. Tapi hingga Senin (16/03), bongkahan yang digalinya dari kedalaman 45 cm tersebut masih disimpannya utuh. Bisa saja, kata Zul, bongkahannya dipecah-pecah untuk batu cincin, dan hasilnya akan bagus. “Tapi kalau dipotong-potong, motif tulisan arabnya akan hilang. Sayang kalau begitu,” lanjut Zul.

Meski begitu, jika Zul masih belum menemukan pembeli yang tepat. Tak menutup kemungkinan akan dipecah. “Bongkahannya kaya motif. Jadi diapakan saja akan bernilai. Saya hanya menyayangkan tulisan arabnya. Saya yakin ada makna yang terkandung dalam tulisan tersebut,” yakin Zul (Adn) - 03

 



 
KM. Jompa Mbojo

KM. Jompa Mbojo

Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk di Kabupaten Bima. Meraih Penghargaan untuk Kategori “The Best Promotor”, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012). Follow kami di twitter > @Jompa_Mbojo

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    17 Maret, 2015

    serahkan saja ke ahli manuskrip, mungkin mereka bisa teliti lebih detil, salah satu ahli manuskrip yang jadi kebanggan NTB adalah Doktor H. jamaluddin, direktur pascasarjana IAIN Mataram. coba dikomunikasikan dengan beliau, untuk memastikan apakah itu memang tulisan arab, kalau ia maka itu artinya penting di kaji lebih detail sejarah yang terkandung dalam batu tersebut.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan