logoblog

Cari

Batu Akik dan Keselamatan

Batu Akik dan Keselamatan

KM Nggusuwaru - Batu akik saat ini ibarat magnet yang mampu menarik perhatian. Orang rela naik-turun gunung, masuk-keluar hutan dan sungai

Peristiwa

KM Nggusu Waru
Oleh KM Nggusu Waru
27 Maret, 2015 23:51:58
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 12745 Kali

KM Nggusuwaru - Batu akik saat ini ibarat magnet yang mampu menarik perhatian. Orang rela naik-turun gunung, masuk-keluar hutan dan sungai demi mencari bongkahan batu akik. Ada pandangan dan kepuasan tersendiri bagi orang-orang yang hobi batu akik. Namun hati-hati, hobi batu akik tidak selamanya memberi kepuasan dan membawa berkah. Hobi batu akik bisa membawa malapetaka jika mengabaikan keselamatan dalam proses pembuatannya. 

Seperti yang dialami dua warga Kelurahan Penatoi Kota Bima, Fauzi dan Avrin. Dua pemuda yang sedang membuat batu akik ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena terluka parah akibat mesin gerinda yang digunakan membuat batu akik meledak. Bahkan akibat kerasnya ledakan itu jari manis Avrin terancam diamputasi.

Ceritanya, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (26/3) sore di rumahnya Kelurahan Penatoi. Saat itu, Fauzi dan beberapa orang temannya tengah memotong batu yang belum diketahui pasti jenisnya untuk membuat cincin. Saat memotong, suara gerinda yang digunakan sudah terlihat berbeda karena terdengar lebih keras. Hingga akhirnya, Fauzi pun khawatir dan mengambil helm untuk mengamankan kepala.

Namun saat melakukan pemotongan kedua kali, mesin gerinda yang digunakan tiba-tiba meledak. pecahan batu yang melesat pun mengenai korban, tidak hanya Fauzi namun juga Avrin yang saat itu ikut melihat Fauzi yang sedang membuat batu akik.

Pecahan batu tersebut mengenai paha bagian luar Fauzi, sementara Avrin terkena pada bagian jari tangan. Bahkan jari pemuda ini sampai hancur dan terancam diamputasi. "Suaranya keras sampai ke atap, kita pikir gempa,” ujar Fitri (25) kakak Fauzi.

 

Baca Juga :


Karena terluka parah, Fauzi dan Avrin dilarikan ke RSUD Bima dan RS Muhammadyah Bima. Setelah dirawat Fauzi langsung dibawa pulang. Untungnya saat itu Fauzi mengenakan helm. Jika tidak tentu pecahan batu tersebut akan melukai wajahnya. "Sementara, Avrin harus dirawat inap karena luka yang dialami tersebut cukup serius," ujar Fitri.

Avrin yang ditemui di PKU RS Muhammadyah terlihat lemas dan kesakitan. Jari yang luka sudah dalam kondisi diperban. Guna memulihkan kondisinya yang lemah, pihak RS memberikan cairan infus. Saat ditanyai, Avrin menyebutkan saat itu dia hanya menonton. Jaraknya dengan batu cukup jauh sekitar 3 meter."Waktu itu saya lagi nonton terus meledak,” katanya.

Diakuinya, tulang jari tengah tersebut dalam kondisi hancur dan rencanannya oleh petugas medis RS akan melakukan operasi. Jika tidak bisa diselamatkan, tangannya akan dipasangi dengan pen sebagai menguat. Namun hal ini masih menunggu perkembangan dari operasi. "Jika tidak bisa, saya akan dirujuk ke Mataram," kata Avrin. (NOV) - 05



 
KM Nggusu Waru

KM Nggusu Waru

KM Nggusuwaru: Komunitas Kampung Media Kota Bima. Alamat: Jalan Poros, Kelurahan Tanjung - Kota Bima. Koordinator: Yudha Tudiansyah. email : yudhadiansyah@yahoo.com, Kontak Person: 082 339 810 123 - 081 735 7641

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan