logoblog

Cari

Waraga Asing Ikut Nyongkolan

Waraga Asing Ikut Nyongkolan

KM. Sukamulia – Tadi sore, (Minggu, 10 Mei 2015) seorang warga Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Lotim yang menikah

Peristiwa

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
10 Mei, 2015 21:04:58
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 13133 Kali

KM. Sukamulia – Tadi sore, (Minggu, 10 Mei 2015) seorang warga Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Lotim yang menikah dengan seorang warga Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah melangsungkan tradisi Nyongkolan sebagai puncak acara pernikahan mereka. Ada hal yang menarik dari kegiatan nyongkolan kali ini, yaitu adanya 5 orang warga asing (turis asing) yang ikut serta megiring kedua mempelai dengan menggunakan pakaian khas Sasak.

Lima orang turis asing itu merupakan 2 orang warga negara Suwis, 1 orang warga negara Jerman dan 2 orang warga negara Italia. Mereka adalah wisatawan manca negara yang sedang menikmati holiday di sekitar Pantai Kuta Lombok Tengah. Menurut pengakuan Liliy (warga Suwis), mereka berlima ikut Nyongkolan karena mereka sangat tertarik dengan budaya Sasak Lombok yang begitu unik dan belum pernah mereka temukan di tempat lain yang pernah mereka kunjungi.

Menurut pemandunya (Yanto), Montela (warga Italia) juga menyatakan hal yang sama, ia mengakui bahwa mereka berenam ikut acara Nyongkolan ini sebab sudah dua hari mereka berenam menginap di homstay yang dimiliki oleh saudara Bardan (kakak dari mempelai laki-laki). Montela juga mengakui bahwa mereka mendapatkan informasi dari pemilik homstay yang mereka tinggali bahwa adiknya kana melaksanakan sebuah tradisi yang disebut dengan nama Nyongkolan. Mendengar informasi itu, mereka berenam langsung menyatakan ketertarikannya untuk mengikuti acara Nyongkolan yang akan dilakukan oleh (Ulutiah dan Ramdani).

Kelima turis asing ini (Motela, Lily, Jinni, Shaty, dan Frank) mengaku sangat bahagia dan merasa bangga sebab mereka bisa mengikuti tradisi Nyongkolan yang mereka anggap sangatlah unik. Leih-lebih, Frank yang diberikan kesempatan sebagai pengiring mempelai laki-laki, ia mengaku sangat bangga sebab telah diberikan kesempatan untuk mengikuti tradisi ini.

Empat orang Wanita asing itu menggunakan baju kebayak dan kain tenun khas Pujut serta selendang-nya, mereka berpakaian dan berhias layaknya masyarakat Lombok. Keempat orang wanita asing itu berjalan dengan di beakang mempelai perempuan bersama pengiring lainnya. Demikian juga dengan Frank yang menggunakan pakaian adat alat Lombok Tengah dengan baju berwarna hitam dan kain tenun khas Lombok Tengah. Frank berjalan dengan bangga di saping mempelai laki-laki, sepertinya ia sangat menikmati kegiatan yang ia ikuti.

 

Baca Juga :


Saya dan warga Dusun Sukamulia lainnya terkesima melihat penampilan kelima orang warga asing itu sebab baru kali ini, kami menykasikan warga asing mengikuti tradisi Nyongkolan. Ketika rombongan pengiring pengantin sampai di kediaman orang tua mepelai wanita, kelima orang warga asing itu berbaur dengan warga Dusun Sukamulia dan bahkan mereka mengabadikan kebersamaan mereka itu dengan melakukan poto bersama. [] - 05

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan