logoblog

Cari

Tutup Iklan

Setengah Abad NW Pancor

Setengah Abad NW Pancor

PENGAJIAN SETENGAH ABAD MDQH NW PANCOR KM. MASBAGIK, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Tidak terasa, seiring dengan perputaran waktu

Peristiwa

KM Masbagik
Oleh KM Masbagik
09 Juni, 2015 06:15:29
Peristiwa
Komentar: 1
Dibaca: 37141 Kali

KM. MASBAGIK, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Tidak terasa, seiring dengan perputaran waktu yang terus berjalan membuat umur seseorang semakin lebih dewasa. Kemarin masih merangkak sekarang sudah berjalan tegak. Begitulah halnya dengan salah satu peninggalan Almagfurllah Maulanasyaikh kepada warga Nahdlatul Wathan yaitu Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits (MDQH). MDQH sebagai wadah untuk menempa ilmu-ilmu agama yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dengan anggaran dasar madzhab Imam Syafi’I Rahimahullahu Ta’ala. Pendidikan yang dibangun pada tahun 1965 ini kini telah menginjak usia yang ke-50 atau setengah abad.

Untuk memperingati hal tersebut, anak cucu Almagfurllah melakukan Dzikrol Hauliyah MDQH NW Pancor bertempat dimana Maulanasyaikh melakukan pengajian dahulu yaitu di Mushalla Al-Abror. Berbagai acara juga telah dilakukan seminggu sebelum puncak acara seperti jalan sehat, kajian wasiat, hiziban akbar dan lain-lain. Semua itu sebagi bukti kesyukuran nikmat kepada Allah SWT. Puncak Acara yang berlangsung pada hari Ahad tanggal 7 Juni 2015 dimulai pukul 09.30 WITA hingga pukul 12.00 WITA. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan Almagfurllah oleh Thullab dan Thalibat MDQH NW Pancor hingga tibanya Amirul Ma’had Bapak Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Zainul Majdi, M.A sekaligus sebagai Gubernur NTB.

Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan fatihah-fatihah dan Shalawat Nahdlatain oleh Masaiykh MDQH. Kemudian pengumuman jumlah Thulab dan Thalibat yang lulus yaitu sejumlah 101 orang dan 300 thullab dan thalibat baru. Setelah itu acara diselingi dengan pembacaan Tasrih karangan TGH Yusuf Ma’mun yang berisikan tentang perjalanan Ma’had mulai dari awal terbentuk hingga saat ini. Kontan hal ini membuat banyak yang mendengarkan terharu mendengar nasihat-nasihat yang tertuang dalam karangan tersebut. Sebelum acara pengajian dimulai dikukuhkan pula Forum Komunikasi NW dan dilakukan Ikrar dan Bai’at kepada Thullab Thalibat yang lulus dan Thullab Thalibat yang baru oleh Umminada Hajjah Siti Rauhun, S.Ag. Setelah itu, barulah acara inti yaitu pengajian oleh Bapak Tuan Guru Bajang dimulai tepat pukul 10.30 WITA.

Banyak hal yang beliau sampaikan kepada warga NW dan seluruh kaum mnuslimin secara umum. Berikut ringkasan uraian pengajian Bapak Tuan Guru Bajang KH. Muhammad Zainul Majdi, M.A.

“Warga  Nahdaltul Wathan diharpkan harus tetap menambah syukurterhadap karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT yang tidak pernah putus-putusnya. Umur yang kini menginjak “Setengah Abad “ menjadi bukti terwujudnya do’a Maulanasyaikh yaitu “da iman abada”. Ma’had adalah salah satu wadah yang sangat dicintai oleh Almagfurllah. Dan untuk mengingat moment tersebut terdapat 2 pilihan yang awalnya menjadi pemilihan lokasi acara yaitu Mushalla Al-Abror atau Aula YPP. Darun Nahdlatain NW Pancor. Namun panitia lebih memilij Mushalla Al-Abror untuk memperoleh barokah dari Almagfurllah karena dahulu Maulanasyaikh selama hidupya mengajar di Al-Abror. Kegiatan mencaari tabarruk atau barokah telah dicontohkan oleh sabat-sahabat Rasulullah SAW yang mendatangi dimana tempat Rasulullah SAW biasanya berdiri, duduk, shalat dan tempat mengajarnya. Semoga dengan hal tersebut menjadikan semakin semangat dan MDQH makmur “da iman abada” serta dijaga oeh Allah SWT”.

“Dzikrol hari ini berbeda dengan dzikrol sebelumnya karena telah menginjak usia 50 tahun. Tiang-tiang Mushalla Al-Abror dililit dengan surban hijau, para Masaiykh Ma’had saling duduk berhadapan dan semoga menjadi saling kangen. Ini juga kata Beliau sambil menunjuk dekorasi yang tergantung tepat di sebelah atas. Beliau menambahkan Allah SWT sangat senang yang sering bersyukur dengan nikmat yang telah diberikan. Salah satunya yaitu bersih pakaian (seragam Ma’had) dan rambut botak (Thullab baru) merupakan bagian dari syukru nikmah. Dan kita harus menjaga diri agar tidak boleh bersifat angkuh dengan menolak kebenaran yang ada dan menyepelakan manusia. Dengan menampakkan niat yang tulus pada Allah SWT adalah termasuk bagian bersyukur”.

“Dalam syair yang dikarang oleh TGH Yusuf Ma’mun yang isinya mengajarkan dan menceritakan apa yang dilakukan Ma’had dari awal hingga sekarang dan menjadi pelajaran untuk yang telah lulus untuk terus menyebarkan dan bergerak dalam kehidupan masyarakat. Diibartkan seperti air mengalir yang suci dan menyucikan. Almagrurllah juga mengibartkan orang yang malas seperti orang yang duduk di bawah phon sukun yang dulunya berada di samping mushalla. Pesan dari Bapak TGB yaitu jadilah kalian semua sebagai pemaham ilmu tidak hanya sebagai periwayat ilmu dengan terus menerus belajar, jangan pernah cukup dengan apa yang diketahui. Karena ulama’ telah bersepakat semakin maju zaman maka semakin kompleks pula dunia ini”.

“Diceritakan dahulu seorang mata-mata dari Yahudi saat perang Badar yang ditemukan oleh kaum muslimin. Kemudian mereka dikejar dan dapat menahan 1 orang yang bernama Abi Mu’id kemudian diintrogasi. Kaum muslimin tidak bisa mendapatkan jawaban darinya untuk itu Rasulullah SAW melakukan pertanyaan dengan lemah lembut sehingga ia pun mau menjawabnya. Pelajaran yang dapat diambil yaitu belajar janganlah hanya dari buku saja akan tetapi bisa melalui kearifan local, dan mahluk lainnya”.

“Diceritakan pula ketika Raja Namrudz yang menyuruh untuk membakar Nabi Ibrahim AS akan tetapi dia mati karena seekor nyamuk / ma’budah yang masuk ke dalam telinganya hingga membuat raja pusing dan memukul kepalanya sendiri hingga pecah. Untuk itu, diharapkan harus hati-hati dalam berjuang, perhatikan jangan sampai ada masalah kecil yang merusak perjuangan. Orang biasanya terpeleset bukan karena batu besar akan tetapi kerikil kecil. Untuk itu jadikanlah masa lalu sebagai pengalaman dan diperbaiki pada masa yang akan datang. Ambillah pelajaran dunia ii dengan apa yang telah dilewati”.

 

Baca Juga :


“MDQH pasti memiliki banyak perjalanan. Muslimat NW sebagai contoh usianya telah menginjak 74 tahun namun tetap dikatakan masing bajang namun memiliki perjalanan yang panjang dan bisa dijadikan sebagai bahan untuk memperbaiki diri. Ma’had yang berusia 50 tahun banyak hal yang bisa memperbaiki diri agar menjadi lebih hebat. Pengalaman berharga itu nantinya akan menjadi berarti untuk pribadi dan organisasi.” TGB menyampaikan Ahlan Wasahlan, selamat belajar adab semoga menjadi pejuang kepada thullab dan tholibat baru. Botak / kepala gundul adalah awal kemengangan, dengan syarat tidak boleh takut, gentar, setengah hati, iseng-iseng akan tetapi harus bersungguh-sungguh”.

“Satu hal yang membuat beliau sedih yaitu ketika TGH Ayudin menyebutkan dari 107 orang thullab dan thalibat ada 6 orang yang ngatret atau tidak lulus karena tidak cukup hadir dalam pembelajaran. Itu sebagai pelajaran karena siapa yang menanam dia yang akan memanennya. Siapa yang malas dia akan menyesal. Siapa yang rajin dia yang akan memperoleh kesuksesan atau si’adah. Kalau bukan karena beratnya perjalanan dunia semua orang akan menjadi mulia. Namun dengan adanya berat inilah dapat dilihat hanya oraang yang punya semangat yang dapat menempuh jalan tersebut. Balasan Allah SWT akan dilihat tergantung lelahnya manusia (tenaga, upaya dan daya untuk memperoleh kemuliaan)”.

“Bentuk cinta warga NW kepada Bapak Maulanasyaikh karena beliau lelah mengintari Pulau Lombok untuk mengajarkan ilmu. Hingga beliau dikatakan sebagai bukan sekedar sebagai pemimpin sebutan.beliau juga tidak pernah kita dengar marah karena muridnya malas. Untuk do’a untuk pendiri Ma’had tidak pernah putus-putus. 101 orang diganti dengan 300 orang thullab thalibat baru dan semoga tidak ada yang ngatret (diikuti riuh gemuruh jama’ah). Orang yang lemah saat muda maka akan menemukan kehidupan yang keras saat dewasa. Semoga thullab baru diberikan kemudahan untuk menjaga ma’had”.

“10 hari lagi akan masuk bulan suci Ramadhan, TGB berpesan mari sambut dengan persiapan yang baik yaitu harus disambut dengan istimewa. Seperti menyambut Kadus, Kades, Camat, Gubernur, Presiden semua tamu harus dimuliakan. Beliau juga sempat menyinggung semoga panitia telah menyiapakn menu andalannya yaitu pelalah, pelecing, dan sate pria. Bulan ramadhan bulan yang penuh dengan ampunan dan magfirah. Kalau uang bisa habis namun jika ampunan tidak akan habis. Ahlan Wasahlan ya Ramadhan”. Mari perbanyak taubat, minta maaf kepada sesama sehingga bertemu Ramadhan siap lair dan bathin. Satu hal yang menjadi tantangan Ramadhan dan menjadi tugas Gubernur yaitu bulan Ramadhan selalu terjadi inflasi untuk itu diharapkan agar warga masyarakat tidak membeli bahan pokok secara berlebihan. Karena hal tersebut berkaitan dengan hokum besi ekonomi. Jika permintaan meningkat maka harga akan naik. Hendaknya puasa menjadikan kita semakin solider akan sahabat yang susah dan kelaparan”.

Setelah itu, Bapak TGB mentup pidatonya dengan berdo’a singkat kemudian dilanjutkan pembacaan do’a pusaka oleh Tuan Guru Habib Tantowi dan berakhir tepat jam 12 siang. Dengan berakhirnya do’a tersebut maka berakhir pula rangkain acara memperingati setengah abad MDQH NW Pancor.  Selamat Ulang Tahun MDQH NW Pancor yang ke-50 atau setengah abad, Semoga MDQH semakin jaya da iman abada, aamiin ya robbal ‘alamin. Wallahul muwafik walhadi ila syabilirrasyad. Salam dari kampung.

By_Andre D'Jails [] - 01



 
KM Masbagik

KM Masbagik

Nama: Andre Kurniawan, S. Pd. TTL: Kesik, 01 April 1990. Alamat: Desa Kesik Kecamatan Masbagik. Pekerjaan: Swasta. No. HP: 082340354845. Email: Andrejail17@yahoo.com.

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    09 Juni, 2015

    selamat untuk usia ke-5 NW, semoga NW semakin jaya dan penuls artikel ini semakin di depan. salam dari kampung.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan