logoblog

Cari

Petani Kalimantong Terancam Gagal Panen

Petani Kalimantong Terancam Gagal Panen

KM Brang Ene - ,(15/9). Musim hujan yang tak kunjung datang kini mulai berimbas kepada petani yang ada di Kalimantong. Kekeringan

Peristiwa

KM. Brang Ene
Oleh KM. Brang Ene
15 September, 2015 10:21:05
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 12128 Kali

KM Brang Ene - ,(15/9). Musim hujan yang tak kunjung datang kini mulai berimbas kepada petani yang ada di Kalimantong. Kekeringan yang melanda tahun ini cukup meresahkan, karena tidak seperti tahun-tahun sebelumnya musim kemarau terlampau panjang sehingga debit air bendungan tak mampu lagi mengairi sawah-sawah di desa ini. Kondisi ini mengakibatkan melambungnya harga beras yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Kekeringan merupakan hal yang lazim dialami petani tiap tahunnya. Namun tidak separah kondisi saat ini, dimana hujan sangat minim sehingga stok air yang ada tak mampu memenuhi kebutuhan petani.

Sawah-sawah yang ada di desa ini sebagian besar masih sangat bergantung pada curah hujan atau sawah tadah hujan. Sehingga ketergantungan akan air dari bendungan cukup tinggi. Survei dilapangan sudah cukup menjawab semua pertanyaan yang ada. Sudah ada bantuan mesin pompa air untuk petani-petani yang berada dekat dengan sungai, namun bantuan tersebut terlambat disalurkan. Padi-padi sudah terlanjur menguning kering ketika bantuan tersebut sampai di tangan petani. Petani rugi besar karena modal awal yang mereka keluarkan cukup besar sedangkan panen yang mereka harapkan bisa menutupi kebutuhan mereka hingga musim tanam berikutnya kandas.

Herman, petani di Desa Kalimantong, (15/9/12), mengatakan, musim kemarau berkepanjangan ini telah mengakibatkan puluhan hektare sawah kekeringan dan gagal panen.“Pada kondisi normal, petani mampu dua kali musim tanam per tahun. Akibat kekeringan, kini kami mengalami kerugian Sampai juta rupiah karena hasil panen tidak maksimal,” katanya Para petani sudah berusaha mendapatkan air menggunakan mesin diesel dan membuat sumur pantek, tetapi hasil tidak maksimal.

Subhan Ujang Ketua Kelompok Tani Ai Dewa mengatakan, kemarau ini mengakibatkan sumber air di pegunungan, seperti di Desa Kalimantong  menyusut bahkan mengering. Akibatnya, debit air di bendungan daerah setempat juga mengering.

Masalah pelik lain yang sulit dihindarkan saat kekeringan melanda adalah kualitas udara yang buruk.Ketika kekeringan melanda maka tanah menjadi tandus dan menyulut kebakaran hutan. Kondisi ini meningkatkan jumlah partikel di udara seperti serbuk sari dan asap. Partikel -partikel ini mengiritasi saluran penapasan dan meningkatkan risiko infeksi saluran penapasan. Jika iritasi menyerang mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma, maka akan menyebabkan penyakit bertambah kronis. Saat kekeringan melanda, makanan kurang higienis pun marak beredar. Hal ini tentunya berkaitan dengan hasil panen yang kurang maksimal. Hujan tak kunjung datang mengakibatkan membatasi musim tanam dengan begitu maka hasil panen pun berkurang. Ditambah lagi gangguan hama dan serangga yang berkembang biak makin merusak tanaman.

 

Baca Juga :


Petugas Penyuluh Pertanian yang diharapkan dapat menjadi jembatan mereka pada Pemerintah setempat tak lagi bisa diandalkan. Petani kurang diperhatikan kebutuhannya, keluhan mereka pun jarang didengar. Sampai kapan kondisi ini akan berlangsung, semoga para petinggi disana dibuka pintu hatinya dalam persoalan ini.(Hesso Komedik) -05

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan