logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tim Dokumenter Bali Apresiasi Kampung Media

Tim Dokumenter Bali Apresiasi Kampung Media

KM. MASBAGIK. Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik. Situs bersejarah di Indonesia sangatlah banyak. Khususnya yang ada di Pulau Lombok, Propinsi Nusa

Peristiwa

KM Masbagik
Oleh KM Masbagik
02 Desember, 2016 03:53:40
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 25222 Kali

KM. MASBAGIK. Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik. Situs bersejarah di Indonesia sangatlah banyak. Khususnya yang ada di Pulau Lombok, Propinsi Nusa Tenggara Barat tidak kalah memiliki potensi wisata sejarah yang sangat kaya. Mulai dari wisata agama, wisata budaya, hingga wisata alam. Salah satu yang akan menjadi kajian penulis yaitu mengenai situs budaya dan agama yang ada di Kuri Dalem Selaparang Desa Lendang Nangka yang telah resmi dijadikan sebagai “Rumah Peradaban Nusantara”.

Kuri Dalem Selaparang adalah salah satu situs penting dalam pengembangan keilmuan khususnya yang berkaitan dengan sejarah lokal Pulau Lombok. Dikatakan demikian karena mengingat banyaknya peninggalan sejarah yang bisa dijadikan acuan untuk pengembangan bidang ilmu sejarah lokal. Mulai dari situs istana Raden Mas Panji Tilar Negara, pelataran Raden Mas Panji Tilar Negara, Kebon Telage, Babad Lombok, Keris pusaka peninggalan Kerajaan Selaparang Islam dan banyak lagi yang lainnya. Kesemuanya itu masih tersimpan dan dirawat oleh keturunan Putra Mahkota Selaparang yang kesembilan yang bernama Lalu Srigede Malik Hidayat, S. Pd. Pada acara maulid tahun lalu beliau telah dinobatkan dengan gelar Pemban Mas Pengayoman.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan peresmian Rumah Peradaban Nusantara tersebut dilakukanlah kegiatan untuk membuat film dokumenter untuk menelusuri napak tilas dari Raden Mas Panji Tilar Negara mulai dari Selaparang, Sumbawa, Labuhan Haji, selaparang, Langko, Songak, Tanak Malit, hingga berakhir di Desa Lendang Nangka. Konon menurut Miq Dayat (sapaan bagi Lalu Sri Gede Malik Hidayat, S.Pd) Putra Mahkota Selaparang berkata di Desa Lendang Nangka inilah sebagai tempat terakhir tinggal putra mahkota dan kemudian dilakukan pencucian keris pusaka di Kuri Dalem Selaparang sekarang yang airnya di ambil dari sumber mata air Tojang.

Untuk mencari data tersebut, tim Dokumenter yang berasal dari Bali ini mulai datang dan  mengadakan penelusuran mulai dari tanggal 1 Oktober 2016 hingga tanggal 8 Oktober 2016. Kampung Media sebagai salah satu media yang aktif dalam memberikan kabar bagi warga Nusa Tenggara Barat terus aktif dalam berbagai bidang. Salah satunya dalam kegiatan yang diadakan oleh BALAR Bali dan lingkungan keluarga Kuri Dalem Selaparang. Keikut sertaan Kampung Media sejak awal acara puncak peresmian Rumah Peradaban Nusantara hingga penyusunan sinopsis untuk dijadikan pedoman dalam melakukan survey lokasi sejarah adalah sebagai salah satu buktinya. Dan penulis bersama rekan-rekan kampung media lainnya tidak hanya sampai disana saja namun penulis dan rekan-rekan ikut serta menemani tim documenter ini dalam melakukan pengkajian fakta sejarah mulai dari tanggal 1 hingga tangga 6 Oktober 2016. Pada tanggal 1 Oktober 2016 lokasi penelusurannya yaitu melakukan survey awal lokasi yaitu di Kuri Dalem Selaparang, Makam Putra Mahkota Selaparang, dan Kebon Telage. Kegiatan pada hari itu berlangsung mulai dari jam 10.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Tanggal 2 Oktober 2016 lokasi pencarian fakta sejarah mulai dilakukan sesuai dengan penelusuran awal pada tanggal 1 Oktober 2016 yaitu makam Putra Mahkota, Kebon Telage dan Kuri Dalem Selaparang. Tanggal 3 Oktober 2016 penelusuran berlanjut ke Labuhan Haji yang konon pernah disinggahi oleh Raden Mas Panji. Disana ditemukan tempat berlabuhnya Putra Mahkota, tempat bermukim sementara Putra Mahkota dan tempat anak dari Putra Mahkota Selaparang. Tanggal 4 Oktober 2016 penelusuran dilakukan di daerah Langko yang dijadikan sebagai kedatuan oleh Putra Mahkota, dan di Desa Songak. Tanggal 5 Oktober 2016 penelusuran di lakukan di Tanak Malit, Kecamatan Masbagik. Tanggal 6 Oktober 2016 penelusuran dilakukan di Makam Selaparang.

Pada tanggal 6 Oktober ini dijadikan juga sebagai hari khusus untuk merayakan satu Muharram dan keturunan lingkungan Kuri Dalem menggelar acara bubur puteq. Acara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur telah diberikan berbagai kenikmatan oleh Allah SWT. Acara tersebut dimulai dengan pengambilan air di sumber mata air Tojang, Desa Lendang Nangka pada pukul 17.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembersihan benda-benda pusaka dengan menggunakan air yang telah di ambil pada sore harinya mulai dari pukul 21.00 WITA hingga pukul 23.00 WITA. Acara  pembersihan benda pusaka diiringi dengan pembacaan berzanji, dzkir dan doa oleh masayarakat dan tokoh agama yang di Desa Lendang Nangka. Dan terakhir pada tanggal 7 Oktober 2016 tim Dokumenter Bali mengakhiri perjalanannya dengan mengunjungi Museum Mataram.

 

Baca Juga :


Menurut ketua tim Dokumenter Bapak Gde Beyantoro mengungkapkan apresiasi yang sangat besar terhadap keterlibatan berbagai kalangan khususnya Kampung Media dalam kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan mulai dari sejak awal hingga akhir. Hal ini tentu menjadi cambuk semangat bagi penulis dan rekan-rekan Kampung Media yang terlibat untuk lebih aktif lagi dalam berbagai hal untuk kemajuan Pulau Lombok tercinta. Salam pergerakan dari kampung.

By_Andre D’jails () -01



 
KM Masbagik

KM Masbagik

Nama: Andre Kurniawan, S. Pd. TTL: Kesik, 01 April 1990. Alamat: Desa Kesik Kecamatan Masbagik. Pekerjaan: Swasta. No. HP: 082340354845. Email: Andrejail17@yahoo.com.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan