logoblog

Cari

Tutup Iklan

Berfikir Sebelum Menyesal

Berfikir Sebelum Menyesal

Greeettt…………. Suara Gemeretak giginya menahan amarah yang sangat, tangan yang terjuntai hingga tepi pahanya mengepal disertai kejang, bibirnya terkatup, matanya memerah dan

Peristiwa

Berfikir Sebelum Menyesal

Berfikir Sebelum Menyesal

Berfikir Sebelum Menyesal

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
20 Desember, 2016 10:27:56
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 5166 Kali

Greeettt………….

Suara Gemeretak giginya menahan amarah yang sangat, tangan yang terjuntai hingga tepi pahanya mengepal disertai kejang, bibirnya terkatup, matanya memerah dan hampir keluar dari lobangnya, sambil Mendesis Bani Menyumpah-nyumpah, “Keparat Kenapa kamu tidak pernah mau memperhatikan masalah ini, kamu terlalu sering menganggap ini sebagai persoalan yang tidak perlu, kamu tahu bahwa sesungguhnya apa yang menjadi anggapanmu itu adalah bukti kelemahanmu” Suara Bani membentur dinding Telinga Sami’un,

Sami’un terlihat Tenang Namun tidak menjawab hanya dengan menarik nafasnya pelan kemudian melepasnya, wajah sami’un yang nampak tenang tetap Memancarkan wibawa, meskipun dalam Hatinya sedikitpun dia tidak ingin merubah pendiriannya, saat nafasnya sudah mulai sedikit lega Nampak dari bibirnya Sami’un ingin mengatakan sesuatu, namun belum sempat kata-katanya terucap, kata-kata Bani Kembali Menukik Jantungnya, “kamu tidak usah berpura-pura sok Pinter Kamu tahu sikapmu yang seperti ini sangat menyakitkan bagiku, selangkah Bani lebih dekat dengan tubuh Sami’un.

Melihat Gelagat Bani yang seperti itu, Sami’un Semakin memahami kondisi Jiwa Bani yang Sedang tidak Mampu Menguasai diri. Sami’un Hendak Mundur Namun Ruangan tempat Sami’un Berdiri Cukup Sempit hingga tidak Ada pilihan lain bagi Sami’un Kecuali Menunggu apa yang hendak dilakukan oleh Bani, Spontan Sikap Sami’un yang seperti itu Semakin Mebuat Bani Gerah, “Jadi Kamu Berani Menantang Saya, kamu sudah mengangap diri Berjasa, Kuat, atau Kamu punya Kuasa Menentukan Segala Sesuatu?” Tanya bani tetap Geram.

Sami’un Sembari Memahami Keadaan tempat berdirinya sedang matanya tetap awas mencoba menerka apa yang hendak dilakukan Bani yang Sangat Ingin menumpahkan amarahnya, “Coba Kamu Perhatikan Terlebih Dahulu Sebelum Berbuat yang yang bisa merugikan Dirimu” Jawab Sami’un santun, kali ini Bani tidak berdaya. Bani Seolah-olah Melihat Sami’un  Mampu membaca apa yang terlintas dalam hatinya, menganalisa apa yang selama ini mengganjal dalam pikirannya, namun sikap demikian bukan hal yang harus dia Akui sebagi suatu kekalahan,

Cuihhhhhhh

Baca Juga :


Hapir Saja Ludah yang sudah Lama dikumpulkan Bani dalam Mulutnya Mendamprat wajah Sami’un beruntung Sami’un Sedikit membuang Wajahnya kekanan dan ludah itu menempel di pagar ruangan tempat mereka berdua bersitegang, Ludah itu meleleh mentes perlahan seperti amarah Bani yang Kian Menipis setelah mencoba Memberi Gertak sambal Kepada Sami’un. “lain Kali kalo ingin menjadi Pahlawan jangan disini, kamu tahu kamu siapa? Yang lebih tahu apa yang seharusnya aku perbuat adalah Aku” ketus Bani.

Dalam posisi yang tetap siaga sami’un melontarkan kata-kata yang cukup membuat bani kebakaran Alis matanya, “Setiap Manusia diciptakan Keberanian Oleh yang Maha Kuasa namun yang disebut sebagai Pemberani bukan watak seorang pemarah yang bertindak kalap atas dasar amarah” Sami’un membalas ucapan Bani.

Diaaaammm !!!!!!!

Sebelum Kesabaranku habis Aku peringatkan jangan kamu coba-coba mengkhutbahiku Aku lebih tinggi statusnya dari kamu sami’un jawab Bani dekat di wajah sami’un, (Bersambung) - 01



 
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Menjadi tua adalah sebuah kebiasaan, sedangkan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, dari KMKrens untuk NTB yang berdaya saing. HP 087763256047

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan