logoblog

Cari

Tutup Iklan

Berfikir Sebelum Menyesal 2

Berfikir Sebelum Menyesal 2

Selepas Kejadian itu Bani menjadi sering termenung sendiri.  kata-kata yang di ucapkan Sami’un sangat keras menghentak bathinnya, perasaan yang kemarin memuncak

Peristiwa

Berfikir Sebelum Menyesal 2

Berfikir Sebelum Menyesal 2

Berfikir Sebelum Menyesal 2

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
22 Desember, 2016 05:40:16
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 2800 Kali

Selepas Kejadian itu Bani menjadi sering termenung sendiri.  kata-kata yang di ucapkan Sami’un sangat keras menghentak bathinnya, perasaan yang kemarin memuncak berangsur larut dan berganti rasa bersalah, Bani lebih memilih berbicara sendiri tentang apa yang telah terjadi kemarin “Sebenarnya Aku tidak sampaiakan mengatakan hal itu kepadamu Sami’un!” Bani membatin. “Namun apakah salah bila aku harus melakukan sebuah tindakan yang menurut pribadiku kurang pantas” Lanjut Bani sembari mencoba menghapus ingatannya atas kejadian kemarin.

Ingatan Bani tentang apa yang dilakukan oleh Sami’un Sehari sebelum Kejadian itu rasanya sulit untuk di buang begitu saja, wajah Bani sedikit memerah saat mengenang peristiwa itu, saat Sami’un berbicara lantang tentang pengelolaan Sampah dan system yang sedang diperjuangkannya melalui lembaga yang disebutnya dengan Kampung Media Peduli Lingkungan, sudah terlalu jauh menginterfensi wilayah demokratisnya terlebih lagi Bani adalah seorang sarjana Tekhnik yang menguasai Bidang pengelolaan tekhnologi Ramah Lingkungan, dan yang paling tidak diterima oleh Bani adalah kapsitasnya sebagai Ketua, seolah-olah diabaikan begitu saja karena Bani kurang Komunikatif dalam menyampaikan pesan-pesan, Kembali Bani melakukan pembelaan.

Selain kejadian Sehari sebelum peristiwa itu Minggu lalu tepat dihari yang sama Bani juga Sedikit kecewa dengan sikap sami’un yang tiba-tiba saja meninggalkan tugasnya karena lebih mementingkan urusan Lingkungan hidup, padahal yang harus dikerjakan oleh sami’un masih banyak lalu kenapa dia harus Memilih yang diluar kewenangannya? Bani mencoba menelisik Kebenaran pendapatnya sendiri. Bahkan bukan hanya itu, Duaminggu sampai Genap satu Bulan Sami’un Hampir tidak pernah bertanya atau skedar bertegur sapa padahal kami sering berjumpa, Bani Sedikit memejamkan matanya, tanpa diasadari bening hangat memenuhi kelopak matanya.

Hhhhhhhhhaaaaaahhhhh………………….

Bani mencoba membuang Kesalnya, Sami’un yang dikenalnya bertahun-tahun ternyata sudah berbeda, kembali Bani mencoba menenangkan diri “sejak pertama aku mengenalnya dia sangat simple, terbuka dan tidak pernah Menyembunyikan sesuatu sampai pada hal-hal yang sangat pribadipun Sami’un sering bercurhat kepada ku.” Nampak Bani mulai Menguasai diri, “Apakah karena ada Hal-hal yang lebih menjanjikan kemudian Sami’un Memilih berubah?” Pertanyaan yang satu ini cukup menguras pikiran Bani.

Keyakinan Bani dengan Dugaannya Cukup membuatnya Lega, “Besok Aku Akan mencoba Mendekati Sami’un  dan Aku akan mencoba mencairkan suasana yang semakin membeku ini, mungkin saja apa yang diucapkan Sami’un ada benarnya!” Bani mencoba Meyakinkan diri akan keberaniannya esok hari. Keindahan saat-saat bersama dengan Sami’un Sangat kuat menarik Bani Menuju kesadarannya, Bahwa apa yang dilakukan Sami’un untuk Masyarakat merupakan sesuatu yang harus didukungnya karena bagaimanapun juga Kampung Media adalah melik bersama begitu keyakinan Bani.

Dalam kondisi harap dan cemas tiba-tiba, Bani menangkap suara langkah mendekat pada ruangan tempatnya termenung beberapa jam lalu, dia mencoba mencari tau siapa yang datang, dari celah-celah pagar Bani mencoba menerka siapa yang datang, Nampak seseorang dengan pakaian yang sangat dikenalnya memasuki halaman rumah yang sangat sederhana, disusul beberapa orang berseragam  yang membuat Bani merasa Tegang, pakaian coklat lengkap dengan laras panjang Nampak menyapu sekliling halaman.

Baca Juga :


SSSSSRRRRRRRRR………………

Darah Bani Berdesir apakah yang akan terjadi???? apakah Sami’un akan setega itu Kepada dirinya,…..

 (Bersambung) -03

 



 
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Menjadi tua adalah sebuah kebiasaan, sedangkan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, dari KMKrens untuk NTB yang berdaya saing. HP 087763256047

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan