logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sari Baye Study ke Masmas

Sari Baye Study ke Masmas

Sore itu, cuaca masih mendung, karena baru saja hujan selesai mengguyur seluruh Desa Masmas, bahkan boleh jadi beberapa desa yang ada

Peristiwa

KM Kaula
Oleh KM Kaula
02 Mei, 2017 21:44:38
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 23051 Kali

Sore itu, cuaca masih mendung, karena baru saja hujan selesai mengguyur seluruh Desa Masmas, bahkan boleh jadi beberapa desa yang ada disekitarnya di Kecamatan Batukliang Utara atau mungkin di Kecamatan lain juga, Dalam hal ini penulis tidak berani memastikan lantaran penulis tidak pernah keliling mengcross cek wilayah mana saja yang kena guyuran hujan. Karena hampir di serata tempat air masih tergenang, maka dengan sedikit malas penulis beranjak ke berugak yang ada dihalaman belakang sambil menenteng sebuah buku yang belum tuntas dibaca dan Baru saja penulis akan menyandarkan punggungnya pada salah satu tiang berugak, Hp yang ada dalam genggaman tangannya yang kiri berdering.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh”, “waalakumussalam warahmatullahi wabarokatuh”, “Ini pak Habibi?”, “bukan, saya ini pak Habib”, “Oh Ya, sory Pak Habib, Saya ini Abdurrahman dari Desa Sari Baye Lingsar Narmada Lombok Barat, Saya kebetulan kemarin mendampingi peserta MTQ  dari Desa Tanak Beak ke Masmas selaku penyelenggara kegiatan tingkat Kecamatan tersebut, dan Saya melihat di pintu gerbang desa tertulis “Selamat Datang Di Desa Wisata Masmas” dan itu membuat saya sangat tertarik. Lalu ketertarikan saya itu saya sampaikan kepada Kepala Desa Kami dan oleh Kepala Desa Kami langsung ditanggapi dengan cara kegiatan study bunding pemdes dan stake holdernya yang memang sudah direncanakan tapi belum terealisasi hingga sekarang, langsung di arahkan ke Desa Masmas. Dan untuk hal ini saya sudah sampaikan ke kepala desanya bapak di Masmas, dan oleh beliau saya diarahkan langsung untuk menghubungi pelungguh, makanya saya telpon sekarang. Gimana menurut tanggapan Bapak, Apakah akan diijinkan sekaligus diberi kesekempatan untuk belajar ketempat bapak?, demikian penjelesan abdurrahman tanpa jeda yang selalu penerima telpon ikuti sampai ia menutup pembicaraannya dengan pertanyaan diatas.

“kalau soal terima, saya rasa tidak ada alasan untuk menolak, pun juga soal niat mau belajar juga akan salah kalau saya katakan tidak, Cuma untuk detailnya seperti apa mekanisme kegiatan tersebut, kayaknya kita harus ketemu dan duduk bersila tidak cukup kalau Cuma disampaikan lewat hp”, “oh kalau itu pasti pak, makanya saya telpon ini sekaligus untuk konfirmasi, bahwa besok, saya akan datang antarkan surat sekaligus kita diskusikan segala sesuatunya” demikian Abdurrahman menjelaskan.

Keesokan harinya tepat seperti yang dijanjikan oleh Abdurrahman, Ia datang tepat waktu. Dan ternyata masing-masing kami saat ketemu pada bengong karena ternyata kami pernah sama-sama mengabdi di Madrasah yang sama yaitu di Madrasah Aliyah Tanak Beak, beberapa tahun lalu dan tentu saja suasana keakraban saling terjalin untuk selanjutnya diskusi detail soal mekanisme kegiatan disepakati termasuk hari, yaitu hari senen lusa karena ia datang hari itu pada haris sabtu,  waktu  sekitar jam 9 pagi dan jumlah peserta yang akan hadir sekitar 30 orang, mulai dari kades, beserta seluruh stap, Ketua BPD beserta seluruh anggotanya, Ketua PKK beserta seluruh anggotanya, semua kepala kadus, Ketua karang taruna dan anggotanya dan akan didampingi langsung oleh kasi pemerintahan kecamatan lingsar sehingga diperkirakan keseluruhan peserta adalah 30 orang.

Pagi itu senen tanggal 10 April 2017 sebuah bis besar berwarnah putih dengan cat garis biru di bagian tengah, parkir persis di depan pintu gerbang kantor KaPe VBT yang juga menjadi kantor Pokdarwis MasDeWis. Dan keseluruhan penumpangnya turun satu persatu yang tentu saja di awali oleh kades yang duduk paling depan dekat dengan pak sopir. Yang kemudian langsung disambut oleh beberapa personil Pokdarwis termasuk koordinator dokumentasi yang mengabadikan kegiatan tersebut melalui jepretan kamera yang selalu ditentengnya yang merupakan bantuan dari Budpar Provinsi melalui salah seorang kasinya yang sangat care dengan kegiatan riel warga.

Setelah semua perserta sudah mengambil tempat duduk masing-masing lalu disuguhkan kopi dan snack alam, kegiatanpun dimulai. Setelah dibuka kemudian kepala desa masmas menyampaikan kata-kata sambutana dilanjutkan dengan kades sari baye memperkenalkan diri berikut dengan tujuan kedatangannya, kegiatan kemudian dilanjutkan di penyampaian dari ketua pokdarwis yang memberikan gambaran tentang sekilas pandang masmas dijadikan menjadi desa wisata beriskut dengan segala lika likunya selama berdinamika sejak tahun 2009 hingga sekarang 2017.

 

Baca Juga :


Dari raut muka para audians dan heningnya suasana selama penyampaian ketua pokdarwis, maka bisa dipastikan kalau mereka sangat memperhatikan dan sangat antusias, hal itu juga ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari masing-masing peserta secara bergiliran. Bahkan sang ketua pokdarwis tidak Cuma menjawab dengan cerita-certia yang sudah dilakukan tapi juga berusaha menyelipkan beberapa pesan moral. Seperti jawaban atas pertanyaan ketua BPD yang mengatakan, “Bagaimana menyatukan pemikiran banyak orang lalu bagaimana trik untuk bisa sukses seperti sekarang ini, yang mana desa ini sudah dikunjungi oleh wisatawan manca negara?,

Menjawab pertanyaan tersebut ketua pokdarwis menjelaskan dengan memberikan beberapa pedoman “pertama” katanya mengawali, “Menyatukan pemikiran sepuluh orang mustahil apa lagi lebih, tapi menyatukan semangat jutaan orang apa lagi kurang sangat mungkin”, kedua menyampaikan konsep atau pemikiran pada banyak orang adalah tidak mungkin kalaupun mungkin maka waktu yang dibutuhkan lama bahkans angat lama, dari itu perlu dibuatkan simpul dengan patokan, Ketua pokdarwis membacakan syair bahasa arab yang artinya anak panah itu jika bercerai berai maka sangat mudah untuk dipatahkan tapi bila disatu padkan ia akan menjadi sangat kuat, dalam hal ini juga lanjutnya ada ungkapan mengatakan yang artinya burung itu hinggap sesama jenisnya, jadi disini kita harus petakan siapa? hobi apa?, lalu yang tidak kalah penting ada hadits yang mengatakan mulailah pada dirimu baru kamu berkata, karena orang sasak sangat kental dengan adegium sasak yang berbunyi, “asak bawun batu, lamun ndikman rasak ndik man nayadu” artinya perlu ada bukti, perlu ada contoh, dan bukti dan contoh itu tidak mungkin akan diberikan oleh orang lain kecuali oleh kita sendiri yang mengajak.

Demikin bergirahnya audians sehingga tidak terasa waktu yang sedianya disediakan untuk duduk berdiskusi Cuma 30 menit jadi bertambah hingga dua jam. Baru kemudian seluruh peserta di ajak keliling lapangan untuk melihat apa yang sudah dipaparkan oleh ketua pokdarwis tadi. Dan acarapun ditutup dengan makan siang yang disediakan oleh ketua pokdariws langsung di rumahnya yang seklaigus menjadi kantor dengan cara prasmanan atau yang dikenal dengan guyonan warga sasak, “makan jalan”. [] - 01

 



 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan