logoblog

Cari

Soal Pengendalian Penduduk, NTB di Bawah Nasional

Soal Pengendalian Penduduk, NTB di Bawah Nasional

DOMPU, Kampung Media Saneo Woja - Wakil Gubernur NTB, H. M. Amin. S.Sos. M.Si., menuturkan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, saat

Peristiwa

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
11 Juli, 2017 08:19:47
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 12861 Kali

DOMPU, Kampung Media Saneo Woja - Wakil Gubernur NTB, H. M. Amin. S.Sos. M.Si., menuturkan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, saat ini rupanya berada dibawah tingkat Nasional tentang pengendalian penduduk dengan angka 1,17 persen. Keadaan ini jika terus dibiarkan, dikhawatirkan akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pada tahun 2016, pertumbuhan Ekonomi NTB berada pada angka 7,4 persen dan tahun 2017 semester pertama mencapai 5,82 persen. Pertumbuhan ekonomi ini masih tinggi dan masih berada pada tingkat nasional. Untuk mengantisipasi terjadinya laju pertumbuhan masyarakat agar tidak meningkatkan, dibutuhkan komitmen masyarakat dan pemerintah dengan pengendalian penduduk wajib dilakukan dengan mengikuti program Keluarga Berencana KB. "Alhamdullilah tingkat pengendalian penduduk di NTB saat ini berada pada posisi 1,17 persen. Sehingga masih dibawah tingkat nasional dan insya allah pada tahun 2026 kita menuju pada Bonus Demokrati. Artinya dibawah 1 persen, dan nanti pada tahun 2035, kita berada pada posisi 0,60 persen," ungkap Wagub saat memberikan sambutan di acara puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXIX tingkat Provinsi di Kabupaten Dompu, Senin (10/07/2017) pagi. Wagub M. Amin, mengatakan, bila NTB mampu berada pada angka 0, sekian persen, sesuai dengan yang ditargetkan pada tahun 2035 mendatang, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa seimbangan dengan pengendalian penduduk. "Dan bila bonus demokrati ini kita capai, insya allah penduduk yang produktif itu akan lebih besar dan tidak menanggung usia yang produktif akan lebih rendah. Sehingga, sama-sama produktif ini lah yang kita harapkan," ujarnya. Dikatakannya, saat ini sektor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah sektor pertanian dan pertambangan. Sektor Pertanian menyumbangkan 27 persen PDRB dan telah membukan lapangan kerja 40 persen. Sedangkan sektor perdagangan dan jasa itu hanya 21 persen. Sektor industry masih kecil hanya 7 persen. "Inilah sektor pertanian yang masih unggulan kita temasuk komoditas jagung uang ada di Dompu. Tahun 2017, insya allah Kementrian Pertanian menargetkan kita membuka lahan 400.000 hektar untuk penanaman jagung," jelas Wagub. Pada kesempatan itu, Wagub Amin mengapresiasi prestasi yang dicapai oleh Kabupaten Dompu dan juga Kabupaten Kota lain yang ada di NTB. Prestasi itu, sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing Kabupaten Kota. Masing-masing punya unggulan, yang bisa dikelola dengan maksimal, sumber daya alam sumber daya manusia diberdayakan. "Semangat otonomi daerah yang membuat Kepala Daerah Kabupaten Kota. Sehingga selalu berkreatifitas, inovasi dalam membuat terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kota masing-masing," imbuhnya. Pemprov adalah wakil pemerintah pusat di daerah lanjut Wagub Amin, sekaligus sebagai fasilitator, inisiator motivator dan juga selaku regulator. Inilah yang harus kita singkronkan mulai dari pemerintah pusat Pemprov dan Kabupaten Kota, sinkronisasi kolaborasi harmonisasi, baik kegiatan ataupun program pembangunan. (Faruk ). -05

 

Baca Juga :




 
KM Ncuhi Saneo Woja

KM Ncuhi Saneo Woja

Nama : Faruk alamat : Desa Saneo Kecamatan Woja Email : sapedampoka@gmail.com No HP : 085205235696 Hargailah orang yang menghargai orang, maka orang akan menghargai orang yang menghargai orang.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan