logoblog

Cari

Tutup Iklan

Panen Jagung di Ubung

Panen Jagung di Ubung

Pengembangan pola tanam tanaman pangan merupakan pengembangan dalam memanfaatkan secara optimalisasi lahan pertanian berupa lahan dan air secara spesifik lokasi untuk

Peristiwa

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
20 Oktober, 2017 11:09:28
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 4885 Kali

Pengembangan pola tanam tanaman pangan merupakan pengembangan dalam memanfaatkan secara optimalisasi lahan pertanian berupa lahan dan air secara spesifik lokasi untuk peningkatan produktivitas hasil pertanian mencapai swasembada pangan nasional.

Salah satu bentuk diseminasi untuk menyebarkan informasi inovasi teknologi dalam rangka memotivasi dan mendukung petani untuk meningkatkan produksi, khususnya komoditas padi jagung dan kedelai (pajale) melalui panen raya dan temu lapang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPTP NTB Saleh Muktar dalam panen raya dan temu lapang di kelompoktani regains Dusun Punimbe Desa Ubung Kecamatan Jonggat Kab. Lombok Tengah (17102017) bahwa salah satu upaya intensifikasi lahan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta penurunan kualitas dan kesuburan lahan melalui pola tanam tanaman pangan. Mengubah kebiasaan petani disesuaikan dengan spesifik lokasi berdasarkan kebutuhan ketersediaan air dalam menentukan jenis komoditas tanaman.

Saat ini, kebiasaan pola tanam petani di dusun punimbe padi-padi-istiharat/disesuaikan, tetapi dengan pola tanam pengiliran mampu memberikan hasil yang positif secara maksimal dalam memanfaatkan lahan yang ada. Ini menjadi bukti saat ini petani dapat menaman komoditi jagung varietas bima 20 URI mampu menghasilkan sekitar 9,1 ton/ha serta menambah penghasilan ekonomi petani.

Selain itu, ketua kelompoktani reganis Amaq Mala menjelaskan, dengan demplot sebagai tempat dan wahana pembelajaran bersama sangat bermanfaat secara ekonomi dan lebih efektip.

Amaq mala yang didampingi oleh penyuluh Ahmad Suryadi dempot jagung dengan menggunakan varietas bima 20 URI merupakan varietas jagung untuk rakyat Indonesia yang diperuntuhkan untuk perbenihan. Diketahui bahwa varietas bima 20 URI dapat menghasilkan diatas 10 sampai 12 ton/ha. Tetapi di dempot ini hanya menghasil sekitar 9,1 ton/ha sistem tanpa olah tanah, serta dilakukan pemberian pupuk organic cair ramah lingkungan berupa biourin.

 

Baca Juga :


Ini merupakan bentuk kombinasi perpaduan teknologi yang berkembang saat ini pertanian konervasi. Karena dapat meminimali pengeluaran ongkos pengolahan lahan serta pengiangan. Lahan demplot dibiarkan gulma seperti rumput dan tumbuhan sekitar tanaman jagung tumbuh sebagai bahan organic/penutup tanah (mulsa organic) ungkapnya di peserta temu lapang dari Penyuluh Prov. NTB, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, BPP Kec. Jonggat, Camat Jonggat, Kelompoktani, Petani se Kecamatan

Sedangkan untuk pengolahan lahan tanpa lahan tanah untuk menghindari kerusakan struktur tanah, kehilangan organisme tanah dan kehilangan tanah itu sendiri yang disesuaikan dengan spesifik lokasi dan struktur tanah.

Kegiatan pegembangan pola tanam dengan pendekatan penerapan rekomendasi kalender tanam (katam) terpadu melalui optimalisasi penggunaan lahan dalam meningkatkan produktivitas lahan melalui peningkatan jumlah tanam dalam setahun sebagai usaha diversifikasi produk usahatani sesuai musim tanam



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan