logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kirab Pataka Melintasi Lombok Timur

Kirab Pataka Melintasi Lombok Timur

KM MADAYIN. Pagi kamis, tanggal 14 Desember 2017, sekitar pukul 07.30 Wita, saya berangkat ke Selong untuk menghadiri rakor forum KIM

Peristiwa

Lalu Iqbal Izzi
Oleh Lalu Iqbal Izzi
17 Desember, 2017 09:03:52
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 10766 Kali

KM MADAYIN. Pagi kamis, tanggal 14 Desember 2017, sekitar pukul 07.30 Wita, saya berangkat ke Selong untuk menghadiri rakor forum KIM Lombok timur yang akan diadakan di ruang rupatama kantor Bupati Lombok Timur. Saat mau melintas di perempatan menuju kantor bupati, saya melihat banyak petugas sibuk mengatur lalu lintas. Saya sedikit terperanjat, pasti ini ada razia gabungan begitu yang terlintas dalam benak saya. Saya pun mengurangi laju motor saya, namun dari arah sebelah kiri saya mendengar suara drumband menghentak. Saya menoleh untuk meyakinkan bahwa ada hal lain yang menyibukkan para petugas lalu lintas ini. Dan benar saja ada pawai pasukan drumband diiringi barisan paskibraka membawa bendera merah putih kemudian bendera-bendera lambang daerah atau lebih dikenal dengan pataka. diikuti kemudian pasukan TNI AD berbaris rapi, disusul barisan dengan seragam yang berbeda-beda. Tepat di lampu setop saya berhenti karena melihat lampunya menyala merah namun petugas memberi isyarat supaya saya jalan terus. Setelah melintasi perempatan itu, saya berhenti dan memarkir motor saya di trotoar karena ingin menyaksikan iring-iringan kirab ini. Kemudian saya mendekati seorang yang berseragam Pol. PP yang sedang bertugas dan menanyakan tentang iring-iringan pawai itu. Petugas itu pun mengatakan ini kirab pataka dalam rangka merayakan hari jadi NTB yang ke 59. Saya semakin penasaran, namun tidak mungkin menanyakan lebih banyak ke petugas itu karena saya liat dia sedang sibuk bertugas mengatur arus lalu lintas yang tersendat akibat iring-iringan itu. Karena khawatir menganggu, saya memutuskan untuk meninggalkan tempat itu menuju tempat acara yang memang menjadi tujuan saya sebenarnya. Namun tak lupa saya menjepret beberapa poto dan memvidiokannya. Saya berharap nanti ada yang bisa saya tanya dan mengetahui mengenai hal itu. Baru saja saya beranjak menuju motor yang terparkir di trotoar, tiba-tiba ada suara menyapa saya dari samping “hai lagi ngapain”, eh ternyata teman yang akan menyertai saya mengikuti rapat. “Ini lagi liat kirab pataka,” saya jawab sekenanya karena saya ingin lekas pergi. “Ayo kita langsung saja ke tempat rapat,” kata saya. Lalu kami pun memacu motor ke lokasi yang tinggal beberapa meter lagi jaraknya.

Beruntung ketika tiba di lantai dua gedung kantor bupati suasana masih lengang. Dari jauh senyum pak sahrudin kasi media menyambut kami dan ibu kushariati dua orang pegawai IKP bagian media yang akrab dengan kami di KIM. Setelah menyalami pak sahrudin, saya pun menuju meja penerimaan tamu yang dijaga oleh ibu Kushariati yang bertugas menerima tamu. Sambil menulis nama di daftar hadir saya pun mulai bertanya sama ibu Kus begitu panggilan sehari-harinya. “Bu, Acara apa ya yang di jalan itu, kok ramai sekali.” Ibu kus pun menjawab “Oo, itu kirab pataka, saya ikut menjadi tim kemarin waktu penjemputannya ke Dompu.” Kemudian dia menjelaskan bahwa Kirab pataka merupakan kegiatan tahunan untuk memperingati ulang tahun NTB ke 59. Kirab ini dimulai dari Kabupaten Bima pada hari Sabtu yang lalu, kemudian menuju Sumbawa besar, Sumbawa barat, Dompu dan sekarang Lombok timur, di tiap kabupaten pataka diinapkan semalam, kemudian secara estapet dijemput dan diarak di masing-masing kabupaten.

Dalam kirab itu diarak bendera merah putih, Bendera lambang semua kabupaten atau pataka dan lambang propinsi NTB. Dari Lombok timur penjemputan dipercayakan kepada tim 70 yang terdiri dari TNI, Polisi, Pol PP, DLLAJ dan Kominfo Lombok Timur. Anggota tim pembawa dan pengibar bendera berangkat ke Dompu jam 3 sore sampai di sana tidak ada istirahat, langsung upacara serah terima pataka kemudian balik ke Lombok timur. Dalam acara tersebut diarak 17 bendera merah putih, 1 bendera pataka lambang daerah NTB, 10 bendera lambang pataka se-NTB, 17 bendera lambang NTB dan 12 bendera logo HUT NTB. Momen kirab pataka menjadi pengingat generasi muda dan masyarakat NTB bahwa Desember adalah bulan bersejarah bagi NTB, dimana tepat pada tanggal 17 Desember 2017 NTB akan berulang tahun ke-59. Salah satu tujuan dari kirab ini adalah memberi tahu masyarakat bahwa bulan Desember merupakan HUT NTB. Karena banyak generasi muda yang masih belum tahu hari ulang tahun provinsinya.

 

Baca Juga :


Berikut motto setiap kabupaten di NTB, Bima : Ngaha aena ngoho (makan tanpa merusak hutan), Sumbawa besar : Sumbawa barat : pariri lema bariri (ihlas jujur sungguh2), dompu : nggahi rawi pahu (bicara sesuai fakta), Lombok Timur : Patuh Karya (Gotong Royong). Lombok Tengah : Tatas Tuhu Trasna (Pintar tekun sejahtera). Lombok Barat : Patuh Patut Pacu (Tunduk, Sesuai norma, Rajin). Lombok utara : tiok tata tunaq (tumbuh, rawat, jangan disia-siakan). (Izzy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan