logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mataram Kembangkan Teknologi Jajar Legowo Super

Mataram Kembangkan Teknologi Jajar Legowo Super

Pelaksanaan aplikasi paket teknologi (research extension linkage) REL merupakan perpaduan antar peneliti, penyuluh dan petani dalam melakukan implementasi adopsi paket teknologi

Peristiwa

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
26 Februari, 2018 07:57:40
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 5032 Kali

Pelaksanaan aplikasi paket teknologi (research extension linkage) REL merupakan perpaduan antar peneliti, penyuluh dan petani dalam melakukan implementasi adopsi paket teknologi dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian khususnya pada pelaksanaan demplot yang akan dihasilkan kedepannya sebagai pemahaman dalam mengetahui paket teknologi yang direkomendasikan. Maka penyuluh provinsi NTB bersama peneliti dan petani melakukan demplot kaji terap aplikasi paket teknologi reseach extension linkage jajar legowo super seluas 0,50 Ha di Kelompok Tani Lembu Sari II Dusun Temas Desa Narmada Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat menggunakan benih varietas unggul baru (VUB) inpari 32, biodekomposer (M-Dec) dan pupuk hayati (Agrimeth) memberikan hasil positif peningkatkan produktivitas hasil naik dari sebelumnya. 

Sehingga sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut dilakukan implementasi aplikasi paket teknologi research extension linkage menggunakan sistem tanam jajar legowo super di 5 Kecamatan antara lain Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Kecamatan Pringgerata dan Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Sikur dan Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.

Kecamatan Sekarbela Kota Mataram dilaksanakan di Kelompok Tani Batu Dawe Kelurahan Tanjung Karang mengelar farm field day (FFD) 18 januari 2018. FFD atau temu lapang demplot kegiatan implemntasi aplikasi teknologi/research extension linkage (REL) dengan luas areal 1,00 Ha dihadiri Kadis Pertanian Kota Mataram, Kodim, Camat, Lurah se Sekarbela,Penyuluh Provinsi dan Kota, ketua kelompok tani se kecamatan sekarbela dan kelurahan tanjung karang serta seluruh anggota kelompok

Dalam sambutan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H. Mutawalli menyampaikan bahwa inovasi paket teknologi pertanian yang berkembang saat ini sangat dibutuhkan terutama wilayah lahan pertanian sedikit/sempit, seperti Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi NTB.

Dengan berbagai perkembangan inovasi teknologi balitbangtan dalam budidaya tanaman komoditi padi “sistem jajar legowo super” memberikan peningkatan singnifikan akan hasil produktivitas. Sehingga sistem jajar legowo super sangat cocok digunakan dilahan pertanian kecil tetapi hasil produktivitas tinggi tegasnya.

 Disampaikan bahwa kebutuhan inovasi teknologi bukan hanya pertanian tetapi hortikultura. pertenakan, perkebuanan, kehutanan dan perikanan yang ramah dengan lingkungan alam sekitar serta sehat untuk mahluk hidup.

 

Baca Juga :


Tekait dengan hal tersebut ditegaskan inovasi pertanian jajar legowo super perlu dikembangkan dalam meningkatkan hasil produktivitas.

Sedangkan dari penjelasan Satriawan sebagai penyuluh pendamping paket teknologi jajar legowo super menggunakan komponen teknologi seperti penggunaan varietas unggul baru (VUB) potensi hasil tinggi, Bio dekomposer (M-Dec) pada saat pengolahan tanah, seed treatment (Agrimeth), penggunaan pestisida nabati (bioprotektor) dan menggunakan alsintan antara lain alat tanam (indo jarwo transplanter) serta alat panen (combine harvester).  Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa penerapan teknologi jarwo super dapat memberikan hasil gabah ≥ 10 t ha-1 dengan menggunakan Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB dan Inpari 33.. Tetapi pada demplot dengan luas 1,00 Ha petani I Nengah Suarte ditekankan pada penggunaan M Dec sebagai biodekomposer sebagai pengurai jerami karena melihat kondisi dilapangan dalam penmanfaat jerami belum optimal.

Penguraian ini akan memberikan pengembalian unsur hara yang terkandung dalam tanah, pemanfaatan jerami secara maksimal untuk  mikroorganisme tanah. Karena kebiasaan petani jeram dibakar yang dapat menyebabkan merusak unsur hara tanah dan menyebabkan polusi udara. Sehingga pemanfaatan tersebut secara tidak lansung dapat menekan biaya pemupuk dan dapat mengendalikan serangan hama penyakit karena meningkatkan kesuburan unsur hara dalam tanah.

 Dengan perkembangan paket teknologi dan tugas fungsi penyuluhan dari FFD/temu lapang petani dapat bermanfaat menyampaikan hasil pengkajian tentang suatu teknologi pertanian/kaji terap pada komoditas pertanian dan dapat memberikan pemberdayaan petani untuk menerapkan inovasi teknologi dengan menerapkan sistem pertanian berbasis inovasi teknologi oleh petani dalam terwujudnya sinergi antara peneliti, penyuluh dan petani mewujudkan program pemerintah menuju kesejahteraan petani/lembaga tani []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan