logoblog

Cari

Tutup Iklan

Forest Tracking, Menjelajahi Wisata Gunung Sasak

Forest Tracking, Menjelajahi Wisata Gunung Sasak

Sinar mentari pagi mulai menyingsing di kawasan Lombok Barat.Aksi para kendaraan sepeda motor memadati sepanjang jalan menuju lapangan kuripan.Suasana pagi yang

Peristiwa

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
14 April, 2018 19:41:19
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 2992 Kali

Sinar mentari pagi mulai menyingsing di kawasan Lombok Barat.Aksi para kendaraan sepeda motor memadati sepanjang jalan menuju lapangan kuripan.Suasana pagi yang biasanya hening, kini tiba-tiba menjadi bising di tengah perkampungan itu. Namun kebisingan itu berakhir ketika mereka silih berganti berhenti di sekitar lapangan kuripan, Lombok Barat.Sejurus kemudian, ribuan manusia di lapangan itu berkumpul.Mereka adalah peserta forest tracking se Kabupaten Lombok Barat yang siap melintas alam dan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Lombok Barat yang ke-60, Kamis, 12 April 2018.

Peringatan Hari UlangTahun Kabupaten Lombok Barat ke-60 yang sekaligus dirangkaikan dengan forest tracking atau lintas alam dibuka langsung olehBupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid. Para peserta forest tracking berbaris per kelompok. Dalam satu kelompok, paling sedikit 5 orang, dan mereka berbaris memanjang dengan melewati jalur khusus yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana.

Jalur khusus yang ditempuh oleh para forest tracking adalah jalur Kuripan, yakni dengan melewati sepanjang jalan perkampungan, pasar kuripan, hingga pintu gerbang menuju gunung sasak. Dari pintu gerbang menuju puncak gunung sasak,para peserta harus melewati sejumlah pos yang telah ditentukan oleh panitia.Namun yang menjadi pos-pos tersebut adalah sudut-sudut jalan trotoar wisata gunung sasak yang telah dibangun oleh PEMKAB Lombok Barat. Selain itu, para forest tracking harus melewati lorong bekas jalan aspal yang terjal menuju ke taman gunung sasak yang berada di bagian lereng gunung.

Fisik jalan menuju puncak gunung sasak luar biasa melelahkan.Selain berupa tanjakan, diameter trotoarnya pun hanya berkisar 2 meter, sementara jumlahpeserta forest tracking kuranglebih 5.0000 personil.Mereka pun terpaksa berjalan lambat dan saling mendorong.Namun mereka tetap tampak gembira dan bersemangat.