logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kemendes PDTT Launching Pokdarwis Kopang Rinjani Shelter

Kemendes PDTT Launching Pokdarwis Kopang Rinjani Shelter

KOPANG-KM. Desa Kopang, Kecamatan Kopang-Lombok Tengah-Nusa Tenggara Barat (NTB), memang memiliki multi potensi handal. Potensi dari desa tua tersebut, tidak saja

Peristiwa

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
23 April, 2018 13:49:33
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 9758 Kali

KOPANG-KM. Desa Kopang, Kecamatan Kopang-Lombok Tengah-Nusa Tenggara Barat (NTB), memang memiliki multi potensi handal. Potensi dari desa tua tersebut, tidak saja dari sisi keberagaman seni budaya, kultur, etnik dan kearifan lokal masyarakatnya, tapi aneka kuliner pun turut melegenda. Melihat semua potensi tersebut, beberapa hari yang lalu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, berkesempatan melaaunching Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Kopang Rinjani Shelter (KRS) di Lapangan umum desa setempat.

Kendati penyambutan menteri yang kurang terkoordinir, namun Mendes PDTT melalui Dirjen Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Drs. Sofyan Johan, MA menyatakan bangga, karena desa Kopang sudah mulai sadar untuk membentuk pokdarwis dan mengimplementasikan kerja sama antara menteri pariwisata dan PDTT. “Tinggal dukungan dari instansi kami yakni PPMD RI, NTB dan Lombok Tengah,” papar Sofyan dihadapan Kepala Dinas PPMD NTB, Asisten I Pemkab Lombok Tengah (Loteng), Camat Kopang, Kepala Desa (kades) Kopang, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB dan Kabupaten Loteng, Ketua BPPD Loteng, serta seluruh masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis KRS.

Diakui Sofyan, anggaran yang ada di internal kementerian mengalami penurunan. Tapi untuk anggaran ADD kian lama kian naik. Tahun 2019 mendatang akan ditambah lagi. Yang ditambah itu lanjut Sofyan, bukan dari kemendes tapi anggaran dana desa (ADD). “Jadi yang mengelola adalah masyarakat desa, bukan untuk pejabatnya,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk menggalang kegiatan kepariwisataan, kemendes juga sudah merangkul perbankan, kerja sama dengan kemen BUMN yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank BRI untuk memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ini semua dalam rangka pengembangan usaha pariwisata. “Sebagi contoh, di Jogjakarta sudah mulai tumbuh yang namanya home stay. Jadi pinjamannya mulai dari Bumdes,” sebut Sofyan.

Usai memberikan arahan, Dirjen langsung melakukan launching yang ditandai dengan pemukulan gong secara bergantian. Diawali oleh Dirjen, kemudian Kadis PPMD NTB, menyusul Asisten I pemkab Loteng, dilanjutkan oleh penjabat di bawahnya.

 

Baca Juga :


Di tempat yang sama, Kepala Desa Kopang, Widianto menyatakan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Menteri, karena telah melihat secara langsung kondisi desa Kopang. Kata dia, kendati desa Kopang memiliki seabrek potensi, namun tidak memiliki arti apa-apa jika tidak ada dukungan pihak luar. Oleh karena itu, Widianto memohon kepada mendes agar, memenuhi impian seluruh masyarakat desa Kopang. Impian ini lanjut Widianto, agar memiliki label sebagai desa wisata. “Ini merupakan kado kebahagiaan kami ketika bapak menteri membawa semua aspirasi kami,” harap kades yang piawai berbahasa Jepang ini.

Widianto tidak berhenti berharap sampai di situ, namun kades yang pernah berlanglang buana ke negeri Sakura ini berharap, ke depan pihaknya segera membentuk paket-paket wisata dengan label wisata halal. “Semoga desa Kopang menjadi destinasi prioritas utama dalam rangka wacana Kawasan Ekonomi Kerakyatan,” harapnya.



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan