logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bumi Bergoyang Sambil Mencari Korban

Bumi Bergoyang Sambil Mencari Korban

Seperti biasa bahwa setiap malam Senen, Secretariat Kampung Media Kaula yang berada di Dusun Punikasih Desa Masmas Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten

Peristiwa

KM Kaula
Oleh KM Kaula
06 Agustus, 2018 15:58:49
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 5814 Kali

Seperti biasa bahwa setiap malam Senen, Secretariat Kampung Media Kaula yang berada di Dusun Punikasih Desa Masmas Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah  didatangi oleh ibu-ibu rumah tangga, Guna mengikuti kegiatan muzakarah yang dikoordinir langsung oleh coordinator Kampung Media Kaula yang akrab di sapa, Habib.

Habib yang juga berperan sebagai ketua muzakarah, selalu menyesuaikan bahasan sesuai dengan bulan, pristiwa dan situasi kekinian sehingga malam itu membahas tentang Haji dan Umroh karena melihat bulan yang sudah memasuki bulan haji. Adapun kitab yang dipakai adalah kitab Anwarul Masalik yang merupakan sarah dari umdatussaalik wa’uddatunnasik sebagai rujukan. Baru saja melewati pembahasan arti dari pada umroh dan haji secara bahasa dan syarak, semua peserta muzakarah dikejutkan dengan getaran bumi yang begitu dahsyat sehingga semua peserta  berdesak desakan keluar secara spontan tak terkecuali sang ketua. Sampai di luar gerbang semua peserta panic berlari kesana kemari sambil bertakbir, bertasbih, beristigfar dan kalimah-kalimah toyyibah lainnya. Sang coordinator tak henti-henti di sela-sela istigfarnya menghimbau kepada semua ibu-ibu peserta muzakarah maupun warga lainnya yang sudah berada di jalan untuk tidak panic, semua di harap tenang.

Sekalipun gempa tidak lagi bergetar tapi semua orang masih trauma untuk masuk rumah termasuk sang coordinator. Ia mengajak semua keluarga dan juga tetangganya untuk tidur di brugak depan rumahnya yang kebetulan cukup besar sehingga cukup untuk menampung puluhan orang.

Ketika semua sudah pada duduk di brugak, hp sang coordinator bordering. Dan ternyata ada panggilan dari keluarganya yang di karang pule, tanjung karang yang mengabarkan bahwa semua keluarga akan mengungsi ke Lombok tengah tapi masih terjebak macet di Sewete Lombok Barat. Sang coordinator menawarkan diri untuk menjemput semua keluarga, tapi dari sewete dikabarkan bahwa tidak mungkin bisa di jemput karena sepeda motor saja sudah tidak bisa bergerak apa lagi mobil.

Jarak beberapa jam kemudian lebih kurangnya sekitar jam 1 malam, salah seorang ponaan yang sebelumnya juga sudah menlpon keadaan diperjalanan, kembali menelpon minta di jemput karena mobil dan motor sudah bisa bergerak. Habibpun segera melesatkan mobil kearah barat sambil memperhatikan kiri kanan jalan yang dipenuhi oleh semua warga yang tidur. Ada yang bergeletak begitu saja di pinggir jalan, ada yang menggunakan tikar, dipan bahkan banyak yang menjadikan mobilnya menjadi kemah sementara. Keluarga yang ditemukan pun segera naik mobil dan sampai dirumah sudah pukul 2 tengah malam.

 

Baca Juga :


Karena masih terus diguncang oleh gempa-gempa susulan membuat semuanya tidak bisa tidur, mereka terus ngobrol antara satu dengan lainnya hingga azan subuhpun menggema. Setelah selesai solat subuh, Habib dan anggota keluarga yang tidak tidur dari semalam ternyata bukannya bisa mengkadak untuk tidur lagi, tapi justru harus keliling Kampung mengecek rumah-rumah warga yang roboh dan retak, maklum Habib tidak sekedar jadi Koordintor Kampung Media tapi juga jadi coordinator Warga alias Kadus.

Dalam setiap rumah yang dikunjungi habib sempatkan diri memberikan penjelasan kepada warga dengan mengatakan, “Coba kita merenung sejenak, kita yang berada di tempat yang cukup jauh dengan titik gempa, yang tidak mengalami banyak korban kecuali hanya beberapa rumah yang pecah, kita sudah begitu panic. Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang berada sangat dekat dengan titik gempa, yang 90% bangunan di sekitarnya roboh bahkan sampai menelan beberapa korban jiwa, tentu akan sangat panic, tentu akan sangat sedih, tentu akan sangat trauma. Dari itu mari kita ikhlaskan sebagian dari harta benda kita untuk meringankan beban mereka yang terkena musibah, minimal kita kriimkan do’a semoga kita semua aman dan tidak ada lagi gempa susulan yang akan menelan korban lebih banyak lagi.

Dari hasil keliling Kampung tersebut di ketahui bahwa lebih kurang puluhan rumah retak dan beberapa rumah yang bagian depannya roboh. Syukurnya tidak ada korban jiwa. Semoga gempa tidak lagi mengguncang bumi Lombok pada khususnya dan bumi Indonesia dan seluruh dunia pada umumnya. []



 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan