logoblog

Cari

Tutup Iklan

Akui Terima Bantuan, Muhlis dan Kadus Berikan Klarifikasi

Akui Terima Bantuan, Muhlis dan Kadus Berikan Klarifikasi

Penditribusian bantuan Logistik yang dilakukan Satgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB sudah diterima secara menyeluruh oleh korban di

Peristiwa

Suparman
Oleh Suparman
18 Agustus, 2018 14:33:23
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 2074 Kali

Penditribusian bantuan Logistik yang dilakukan Satgas Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) alam gempa Lombok NTB sudah diterima secara menyeluruh oleh korban di tempat tenda-tenda pengungsian maupun tenda yang didirikan disekitar rumah korban baik perkampungan yang ada diatas bukit maupun yang ada dibawah.

Terkait dengan salah satu media yang mewartakan pemberitaan tentang pengungsi makan serabut kelapa, Kadus Lendang Batu Desa Kayangan Saptudin (47 th) di rumah Muhlis, Sabtu (18/8) menyampaikan bantuan logistik sudah diterima dan disalurkan ke seluruh warganya. "Alhamdulillah bantuan sudah beberapa kali kita terima dan langsung kami salurkan kepada warga", jelas Saptudin.

Menurutnya, bantuan logistik yang diterima tidak sampai sehari ditangannya namun langsung diserahkan kepada seluruh warganya di Dusun Lendang Batu untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan dan juga memang sama-sama kita butuhkam.

"Terkait pemberitaan warganya yang memakan serabut kepala muda (kelapa timun) memang benar adanya, namun mereka memakan serabut kelapa muda tersebut tidak pasca gempa ataupun karena tidak menerima bantuan. Mereka memakan itu sambungnya, sudah bertahun-tahun karena memang rasanya enak dan manis, tidak ada rasa kecut atau pahit", ungkapnya.

Ditegaskannya, jadi tidak benar kalau ada warganya memakan serabut kelapa muda karena tidak dapat bantuan logistik atau tidak makanan yang dimakan.

Senada dengan Kadus Lendang Batu, Muhlis salah seorang warga yang ada dalam pemberitaan media tersebut mengatakan ia bersama warga yang lain di dusunnya sudah menerima bantuan logistik. "Ya kami sudah terima baik beras maupun sembako lainnya, warga yang lain terima kami juga dapat", ungkap Muhlis.

Terkait dengan memakan serabut kelapa muda atau kelapa timun, Muhlis bersama warga lainnya mengakui bahwa jauh sebelum gempa memang suka makan serabut kelapa timun karena rasanya berbeda dari kelapa-kelapa yang ada. "kalau masih muda enak dan tambah lama dikunyah seperti ada rasa manis", jelasnya.

 

Baca Juga :


Muhlis juga mengakui banyak tetangga atau kerabatnya yang ada diluar dusun meminta bibitnya untuk ditanam dan hingga saat ini Muhlis hanya masih memiliki dua pohon Kelapa Timun.

Salah seorang warga setempat kemudian mengambilkan dua buah kelapa muda tersebut untuk dimakan bersama dan memang sama dengan yang disampaikan Muhlis bersama Kadus dan warganya.

Terpisah Dansatgas PDB Kolonel Czi Amad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., menengaskan pendistribusian logistik kepada para korban ataupun pengungsi sedah berjalan baik meskipun masih ada kendala-kendala yang dihadapi dilapangan, namun bisa diatasi bersama anggota Satgas lainnya.

Dansatgas PDB yang juga menjabat sebagai Danrem 162/WB tersebut menghimbau kepada masyarakat agar tetap bersabar dengan kondisi yang terjadi dan apabila ada kebutuhan ataupun kekurangan terkait dengan logistik agar melaporkannya kepada Kadus, Kades hingga Camat untuk dikumpulkan dan didorong secara bersamaan.

Selain itu, Rizal juga menghimbau kepada masyarakat atau siapapun untuk tidak memperkeruh situasi dengan statement ataupun tulisan-tulisan yang kurang etis untuk dimuat di media, namun mengajak untuk bersama-sama membantu memulihkan kondisi warga yang masih trauma maupun merecovery bangunan-bangunan yang rusak dengan membongkar dan membersihkannya sehingga masyarakat kedepan lebih mudan dan cepat dalam proses pembangunan ulang rumah mereka", tandasnya.***



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan