logoblog

Cari

Tutup Iklan

Lombok Bangkit, Bendera 73 Meter Berkibar di Trawangan

Lombok Bangkit, Bendera 73 Meter Berkibar di Trawangan

Sepanjang 73 meter Bendera Merah Putih dibentangkan di bibir pantai Gili Trawangan. Bendera dibentangkan peserta usai upacara Hut RI ke-73 memberikan

Peristiwa

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
18 Agustus, 2018 09:13:12
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 8551 Kali

Sepanjang 73 meter Bendera Merah Putih dibentangkan di bibir pantai Gili Trawangan. Bendera dibentangkan peserta usai upacara Hut RI ke-73 memberikan isyarat Lombok Bangkit.

Suasana pembentangan menjadi haru bercampur bangga. Ada harapan menuju Lombok Bangkit. Sebelumnya, gelaran upacara diikuti partisipasi dari wisatawan mancanegara saat upacara berlangsung.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia (RI) jadi pemicu pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) bangkit. Upacara bendera yang digelar di Gili Trawangan, Lombok Utara, Jumat (17/8), menjadi atraksi yang menarik.

Sekitar 300 orang peserta khidmat mengikuti rangkian upacara. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kadispar NTB Lalu M. Faozal ditemani Direktur PAM Obvit Polri, Gatot Kurniadin.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu M Faozal, momentum kebersamaan ini menjadi simbol kekompakan yang telah terjalin di Gili Trawangan. Momentum inipun menandakan kesiapan masyarakat serta wisatawan untuk membangkitkan geliat pariwisata Gili Trawangan.

"Lombok harus bangkit bersama untuk membangun kembali industri yang ada. Pemerintah bersama aparat kepolisian juga akan melakukan recovery dengan cepat," tutur Faozal.

Pada 25 Agustus nanti, secara bertahap ketiga gili (Trawangan, Meno dan Air) akan dibuka kembali untuk wisatawan.
 "Penerangan PLN beroperasi normal, transportasi menuju tiga gili beroperasi normal, Jaringan telekomunikasi juga sudah normal. Gak ada kehidupan yang lumpuh disini," tegas Faozal.

Kondisi fasilitas pendukung seperti penyebrangan menuju kawasan tiga Gili normal dan sudah siap. Seluruh fasilitas akan siap untuk beroperasi. "Dermaga Bangsal dan Teluk Nare juga sudah mulai dibuka. Khusus untuk shelter di Gili Meno sedang dalam proses perbaikan. Shelter direncanakan beroperasi normal pada tanggal 1 September. Para wisatawan
dapat menikmati kondisi yang kondusif dan aman seperti biasa ," jelas Kadispar.

 

Baca Juga :


Pada kesempatan yang sama, Gatot Kurniadin menyampaikan salam hangat dari Jajaran Kepolisian Republik Indonesia.
 "Dirgahayu ke-73 Republik Indonesia, mari bersama-sama bangkit dan bekerja keras membangun Lombok untuk jadi lebih baik," tegasnya.

Gatot yakin momentum peringatan hari kemerdekaan ini akan menjadi semangat baru bagi masyarakat Lombok untuk bangkit dan berdikari. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya berpesan, untuk memulihkan kunjungan wisatawan ke Lombok, tidak butuh strategi hebat. Hal yang harus dimiliki menurutnya adalah semangat.

"Berkali-kali saya menyampaikan bahwa spirit itu lebih hebat dari strategi. Semoga semangat Kemerdekaan bisa merasuk ke masyarakat pariwisata di Lombok bangkit," ujar Menpar Arief Yahya.

Semangat terkait dengan ruh dan karakter. Sedangkan strategi terkait dengan rasio dan competence.
 "Ruh dan karakter memberikan pengaruh yang sangat besar pada sebuah kesuksesan," kata Menpar. 

Peserta upacara terdiri dari Satuan TNI AL, Polri, Dinas Pariwisata, masyarakat, hingga wisatawan yang didominasi oleh wisatawan mancanegara.
 (*)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan