logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bencana Nasional dan Daerah Tidak Ada Bedanya

Bencana Nasional dan Daerah Tidak Ada Bedanya

"Bencana nasional dan bencana daerah tidak ada bedanya, jika bencana nasional semua akan diambil alih oleh pemerintah pusat. Rakyat Indonesia sama

Peristiwa

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
21 Agustus, 2018 22:16:11
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 5610 Kali

"Bencana nasional dan bencana daerah tidak ada bedanya, jika bencana nasional semua akan diambil alih oleh pemerintah pusat. Rakyat Indonesia sama saja, semua harus dibantu, karena itu apa yang bisa dibantu ya dibantu, dibantu dana kemudian dibimbing dan diarahkan, kita tidak bantu rumah tapi kita bantu dengan uang, dengan cara yang berbeda,".

Hal ini diungkapka oleh Wakil Presiden RI H.M. Jusuf Kalla saat melakukan kunjungan kerja penanganan terhadap gempa NTB, Selasa (21/08/2018).

Kedatangannya ke NTB kali ini adalah untuk menyampaikan pesan Presiden terkait periode penanganan bencana. "Kami datang kesini untuk berpindah dari masa tanggap darurat ke masa rehabilitasi, terus berbenah dan segera bangun kembali semua sektor, itu pesan Presiden," pesanya.

Mulai hari ini, kita bicara Lombok Bangun Kembali supaya menghilangkan efek sedih, karena jika masyarakat sedih tidak ada yang membangun semangat."Ada waktu bersedih ada waktu menangis, artinya adalah jangan terharu terus menerus, sebab kesedihan akan muncul, sekarang waktunya untuk bangkit, maju dan bangun kembali Lombok," tegas Wapres ini. 

JK menekankan kepada Menteri Sosial, Menteri PU-PR, Mendikbud untuk menyelasaikan rumah dalam kurun waktu enam bulan, caranya sama seperti di Jogja. Adapun bantuan yang akan diberikan terdiri dari beberapa ketegori, yakni rumah rusak berat diberi bantuan lima puluh juta, rusak sedang dua puluh lima juta, dan rusak ringan sepuluh juta.

Selain ketiga Menteri tersebut, Wapres juga menekankan langsung kepada Kepala Dagang dan Industri (Kadin) untuk bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha lokal, toko bahan bangunan, untuk nantinya membuat depo-depo bahan bangunan dengan harga grosir, sehingga rakyat dapat membeli bahan-bahan bangunan disitu. "Tidak ada pembagian semen, paku, dan bahan bangunan lainnya, melainkan rakyat diberi uang", tambahnya. 

 

Baca Juga :


Pada kesempatan yang sama, 
Gubernur NTB menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas perhatian pemerintah pusat terhadap NTB. "Pemerintah provinsi NTB menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Presiden RI Bapak Joko Widodo sudah dua kali meninjau keadaan masyarakat Lombok yang terdampak gempa, dan sekarang adalah kunjungan Wapres RI" ungkapnya. 

Seluruh elemen masyarakat mendoakan agar musibah yang menimpa NTB segera berakhir.
"kami memohon doa agar rangkaian gempa ini mudah-mudahan bisa segera berakhir," ajak TGB. 

TGB juga menanggapi tentang perihal penaikan status bencana, bahwa yang terpenting adalah bukan status, tapi penanganannya. "Bagi kami warga NTB, status bencana tidak terlalu penting,  tetapi penanganan dampak dari gempa dilaksanakan semaksimal mungkin, dari status tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi" ungkap Gubernur.

Usai berkunjung ke lokasi pengungsian, Wapres menggelar rapat terbatas bersama Gubernur NTB.  Rapat terbatas ini digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB. Turut hadir dalam rapat terbatas tersebut, Menteri PUPR, Menteri Sosial, Mendikbud RI, Erwin Kurniadi, Sekjen PMI, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU-PR
Dirjen Cipta Karya Kementerian PU-PR RI, Tim Ahli Wapres, Staf Khusus Wapres, Deputi II Ka. Setwapres, Kepala Setwapres, Gubernur Jawa Timur,  Bupati Lombok Utara, FKPD Provinsi NTB. ()



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan