logoblog

Cari

Penyuluh Ubinan Bersama Petani Di Poktan Jangkung

Penyuluh Ubinan Bersama Petani Di Poktan Jangkung

Dengan secara tidak langsung penyuluh melakukan trauma healing dikelompoktani Jangkuk pasca bencana alam gempa lombok dengan melakukan ubinan padi bersama disawah.

Peristiwa

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
01 Oktober, 2018 09:47:22
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 6205 Kali

Dengan secara tidak langsung penyuluh melakukan trauma healing dikelompoktani Jangkuk pasca bencana alam gempa lombok dengan melakukan ubinan padi bersama disawah. Sebulan lebih didalam pengusian  pasca gempa petani amir hamsah masih trauma akibat gempa bumi lombok yang tercatat terjadi dua kali gempa besar dengan kekuatan hampir sama yakni 7 SR dan 6,9 SR, diikuti gempa susulan hingga ribuan kali dengan titik-titik yang beripndah-pindah baik yang terjadi di darat ataupun di laut hingga saat ini. Sehingga aktivitas masyarakat petani lahir dan bathin sehari-hari terganggu/trauma.

Pada musim tanam ini, kelompok tani Jangkuk Kelurahan Selagalas Kecamatan Sanubaya Mataram, menaman padi dengan varietas inpari 32 dengan menggunakan teknologi jajar legowo 4:1 peningkatkan hasil dari hasil ubinan tahun lalu 4,8 kuintal (ku)/ha menjadi 5,5 kuintal (ku)/ha saat ini. Hasil tersebut jelas Ahmad Marzuki (Penyuluh THL-TBPP Kec. Sanubaya), bahwa penerapan prinsip teknologi inovasi dalam peningkatkan hasil produktivitas padi menggunakan teknologi jajar legowo khususnya di kecamatan sanubaya telah diterapkan oleh sebagian besar petani. Hal tersebut terlihat hasil dari tahun ketahun terus meningkat, walaupun lahan pertanian di Kota Mataram semakin sedikit/berkurang, akibat kebutuhan masyarakat akan hunian rumah semakin meningkat.

Dalam meningkatkan hasil produksi, petani masih menghadapi berbagai kendala  dilapangan baik yang bersifat teknis/non teknis. Seperti saat ini kendala utama yang sering dihadapi petani masih banyaknya serangan padi dimakan oleh burung, serangan ini sulit dikendalikan karena banyak factor ekosistem alam. Adanya sebagaian kecil gangguna hama penyakit atau serangan organize pengganggu tanaman (OPT) berupa penggerek batang dan petani melakukan pengendali awal berupa pengamatan langsung disawah, serta factor lainnya berupa terbatasnya debet air akibat rusaknya saluran irigasi pertanian akibat bencana gempa dan musim cuaca yang tidak menentu.  

 

Baca Juga :


Penyuluh sebagai garda terdepan petani, terus berupaya melakukan sikap secara professional dengan pihak terkait lainnya dalam penyebarkan luaskan informasi teknologi inovasi pertanian. Khusunya Kota Mataram sebagai Ibu Kota Prov. NTB luas lahan pertanian setiap waktu semakin berkurang. Sehingga inovasi teknologi sangat dibutuhkan dan diterapkan bukan hanya pada sector pertanian secara umum tetapi sector hortikultura, peternakan, perikanan serta perkebunan. Seperti jajar legowo super (padi), hidroponik (sayur-saturan), mina padi (padi dan ikan), silase pakan ternak) dan sebagainya.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan