logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pelatihan Psikososial Terstruktur Untuk Pendamping Anak

Pelatihan Psikososial Terstruktur Untuk Pendamping Anak

Anak-anak yang ada di sekitar Kecamatan Bayan tentunya banyak yang mengalami trouma pasca gempa besar yang mengguncang Lombok beberapa kali, termasuk

Peristiwa

Renadi
Oleh Renadi
09 Oktober, 2018 16:13:18
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 2652 Kali

Anak-anak yang ada di sekitar Kecamatan Bayan tentunya banyak yang mengalami trouma pasca gempa besar yang mengguncang Lombok beberapa kali, termasuk di Bayan. Melihat situasi inilah sehingga Sekolah Adat Bayan (SAB) bekerjasama dengan Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi Nusa Tenggara Barat (Somasi NTB) dan juga Satunama Yogyakarta memberikan Pelatihan Psikososial Terstruktur untuk Guru dan Pendamping Anak.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yaitu senin sampai dengan selasa (8-9 Oktober 2018) di Aula Kantor Desa Anyar. Pak Brata adalah salah satu fasilitator yang memang memiliki kemampuan khusus untuk strategi mengurangi trouma anak-anak yang mengalami musibah atau gempa.

Pada hari pertama, ada 2 topik yang dibahas, yaitu Rasa Aman dan Penghargaan Diri. Rasa Aman dilakukan dengan cara bermain seperti permainan Rumah Anak, dan juga Angin Berhembus. Topik yang kedua yaitu Penghargaan Diri dilakukan dengan permainan menggambar kesenangan atau kemampuan.

Untuk hari yang kedua, ada3 topik yang dilaksanakan dalam pelatihan tersebut yaitu, Kisah Pribadi, Keterampilan Adaptasi, dan Rencana Mas Depan. Kisah Pribadi dilakukan dengan cara bermain yaitu membuat gambar atau tulisan dari pengalaman saat terjadi gempa. Keterampilan Adaptasi diisi dengan permainan nyebrang kali dengan fasilitas yang minim. Yang terkahir yaitu Rencana Mas Depan yaitu membuat sebuah pemikiran yang baik untuk menjadi tindakan jika terjadi musibah atau gempa lagi.

Dalam setiap topik, terdapat 4 tahapan kegiatan yaitu, pertama pembukaan diisi dengan permainan untuk penyemangat, kedua dengan materi inti, ketiga yaitu refleksi dari kegiatan inti yang dilaksanakan, keempat sebagai penutup ada kegiatan bermain juga.

 

Baca Juga :


Pelatihan selama 2 hari diharapkan mampu untuk diterapkan kepada peserta didik ataupun anak yang kita dampingi dimasing-masing lingkungan sekolah atau lingkungan masyarakat, sehingga anak-anak bisa menjalankan aktifitas sekolah atau bermain seperti biasa seperti sebelum terjadi gempa. Anak-anak akan bisa tersenyum dan tertawa lagi, mereka bisa mengembangkan bakat dan keterampilan, serta memiliki kemampuan menghadapi situasi tertentu pada saat terjadi bencana alam atau gempa.

Kegiatan terkahir dari Pelatihan Psikososial untuk Pendamping Anak adalah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). RTL yang telah disepakati yaitu kegiatan kedepan akan dilaksanakan di 3 lokasi, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMPN 1 Bayan), Sekolah Adat Bayan (SAB) 2 Lokasi (Perwakilan Komunitas). Jadwal detailnya akan disepakati pada saat sosialisasi bersama pihak sekolah, baik pihak sekolah di SMPN 1 Bayan, maupun pihak Sekolah Adat Bayan (SAB).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan