logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kementerian Kominfo dan Dinas Kominfotik NTB Gelar Trauma Healing.

Kementerian Kominfo dan Dinas Kominfotik NTB Gelar Trauma Healing.

Bencana gempa bumi meninggalkan rasa trauma yang mendalam bagi anak-anak. Perlu penanganan tepat untuk mengobati trauma ini jika ingin mereka tumbuh

Peristiwa

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
12 Oktober, 2018 19:52:09
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 1938 Kali

Bencana gempa bumi meninggalkan rasa trauma yang mendalam bagi anak-anak. Perlu penanganan tepat untuk mengobati trauma ini jika ingin mereka tumbuh dengan baik.  

Untuk itu Kementerian Kominfo RI dan Dinas Kominfotik Provinsi NTB menggelar kegiatan Trauma Healing yang dirangkai dengan Inspiratif Expo On Site di Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, Jum'at (12/10) di Lapangan Dusun Teloke Tengah.

Kepala Sub Direktorat Informasi dan Komunikasi Sosial Kemenkominfo RI, 
Drs. Helmi Malik Bou, M. Si, menjelaskan bahwa Trauma Healing bagian dari program Pertunjukan Rakyat yang di gagas Kemenkominfo.

"Rangkian kegiatan ini  antara lain ada trauma healing, bakti sosial, pertunjukan tari tradisional dan hiburan, kolaborasi kami dari Kemenkominfo pusat dan Diskominfotik di daerah," jelas Helmi Malik.

Kegiatan ini juga tujuannya untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat yang menjadi korban bencana, kehadiran pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk bersama mengatasi bencana gempa di NTB.

Musibah gempa bumi menimbulkan rasa trauma yang mendalam bagi anak-anak, orang tua dan masyarakat pada umumnya. Jadi trauma healing solusi untuk mengatasinya.

"Berbagai informasi tentang cara mengetahui berita yang benar dan bohong atau hoax disampaikan sebagai edukasi kepada masyarakat Lombok Barat,"  kata Helmi.

Banyak beredar informasi atau berita bohong/hoax tentang gempa yang lebih besar. Masyarakat di ajarkan untuk mempercayai berita resmi pemerintah. Hindari mempercayai dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat dan anak-anak disuguhi permainan dan hiburan termasuk dalam pengobatan jiwa karena trauma menghadapi gempa bumi beberapa waktu lalu.

Menghadirkan ahli psikologi, dr. Nalurita Palupi, M. Psi.  di tatar tentang cara menghadapi gempa bumi. Menghilagkan rasa takut dan panik saat terjadi gempa bumi.

 

Baca Juga :


"Pendampingan paling efektif, saat ini tidak perlu apa-apa kita hadir bermain dan bercerita dengan mereka, Jadi itu fungsi yang sebenarnya diperlukan pendampingan," kata Nalurita Palupi.

Acara yang berlangsung dari Sore hari jam 15.30 hingga  malam hari ini, di adakan sholat Magrib berjamaah dan tauziah oleh Ust. H. Mu'ammar Nasrullah, M. Pd. 

"Ini ujian untuk kita, mari kita bersyukur dengan segala yang diberikan kepada kita, perbaiki diri dan ibadah kepada Allah SWT," ungkap ustad Mu'ammar Nasrullah saat memberikan tausiah.

Dari rangkian kegiatan Trauma Healing dan Inspiratif Expo On Site, dapat mengurangi rasa takut masyarakat terhadap gempa. Membangkitkan kepercayaan diri untuk kembali ke rumah dan membangun kembali tempat tinggal dan ekonomi masyarakat.

Ditahap pertama, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari,  hari Jumat (12/10) di desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Lombok Barat dan hari kedua Sabtu (13/10) di desa Mas-Mas Lombok Tengah.

Tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 November 2018 di Lombok Barat, tetap menggandeng Dinas Kominfotik NTB.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kominfotik NTB, Tribudi Prayitno, Sekdis Fairuz Abadi, Kasi bidang IKP, Kepala Desa Batu Layar dan seluruh toko agama, masyarakat dan masyarakat Batu Layar.  (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan