logoblog

Cari

Penyuluh Berpartisipasi Kegiatan Agriculture Expo 2018

Penyuluh Berpartisipasi Kegiatan Agriculture Expo 2018

Sebagai ibu kota, dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram akan ketersediaan luas lahan pertanian khsusunya sawah semakin hari semakin berkurang.

Peristiwa

Syamsul Riyadi
Oleh Syamsul Riyadi
15 Oktober, 2018 10:26:51
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 4845 Kali

Sebagai ibu kota, dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram akan ketersediaan luas lahan pertanian khsusunya sawah semakin hari semakin berkurang. Meskipun hal tersebut alih fungsi lahan setiap tahun berkurang, namun penyuluh bersama petani terus menyelaraskan akan perkembangan inovasi teknologi pertanian sesuai kebutuhan pertanian perkotaan saat ini. Alih fungsi lahan tersebut diikut dengan alih komoditi serta lokasi pertanian.

Pertanian perkotaan lebih mengarahkan pada komoditi hortikultura dan tanaman pengganti pangan atau lebih dikhususkan dalam penyediaan benih untuk pangan. Berbagai inovasi teknologi pertanian dalam meningkatkan hasil tanaman dapat dilakukan dengan  perpanduan memelihara tanaman hortikulturan dan pemeliharaan ikan/ternak seperti verminaponik, walkaponik/akuaponik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram  Ir. H. Muawalli, M.M dalam kegiatan Agriculture Expo Tahun 2018 selama 3 hari mulai dari tanggal 7 s/d 9 Oktober 2018 yang dipusatkan di Taman Sangkareang. Bahwa saat ini, lahan pertanian di perkotaan semakin hari sempit oleh bangun gedung-gedung perkantoran, property, hotel dan bisnis-bisnis lainnya pada lahan-lahan produktif. Akan tetapi inovasi teknologi pertanian terus dikembangkan oleh para peneliti, penyuluh dan petani dalam berbagai sector pertanian mulai dari padi, palawija, umbi-umbian, rempah-rempah, bunga hias dan sebagainya.

Inovasi teknologi akan konsep pertanian perkotaan akan menjadi hiasan wajah baru pertanian di Kota Mataram. Pada saat ini pelaku utama perkotaan lebih banyak mengembangkan pertanian hidroponik. Inilah yang juga disebut agriculture perkotaan ungkap beliau.

Sawah-sawah perkotaan lebih berwarna saat ini bukan hanya padi tetapi juga komoditi lain seperti umbi-umbian, tanaman bunga hingga rempah-rempah. Sehingga alih fungsi lahan ikut disesuaikan dengan komoditi dan lokasi pertanian setempat.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Mataram Hj. Tri Utami, SP., M.M. Dengan lahan pertanian yang semakin menyempit, berbagai perkembangan inovasi teknologi terus berkembangan yaitu pertanian hidroponik. Mengubah mindset masyarakat secara bertahap seiring dengan perkembangan ilmu teknologi.

 

Baca Juga :


Bukan hanya petani tetapi juga penyuluh, perlu ditingkatkan sumber daya manusia. Tahun sebelumnya Kota Mataram sudah melatih dan mengembangan akuaponik bagi penyuluh pertanian se Kota Mataram.

Pertanian hidroponik memang telah menjadi hal baru agriculture pertanian kota. Dengan kemajuan inovasi teknologi pertanian tersebut masyarakat mampu untuk memanfaatkan lahan perkarangan rumah dan barang-barang sisa rumah tangga untuk dijadikan wadah pertanian secara maksimal.

Dalam kegiatan Mataram Agriculture Expo 2018 yang berlangsung selama 3 hari berbagai inovasi teknologi dan lomba dipamerkan. Seperti pertanian hidroponik, berbagai produk pengolah hasil kelompoktani/gapoktan, tanaman hias, tanaman komsumsi, hingga lomba burung serta dilakukan bimbingan teknis berupa manfaat kartu tani.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan