logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bisu Karena "Tinjot Kembelas" Dengan Gempa

Bisu Karena

Rabu malam,  tanggal 10 Oktober 2018 Kami berkunjung ke rumah Eva Rosmayanti (15 tahun) korban yang terdampak gempa di Dusun Proyek

Peristiwa

KM Madayin
Oleh KM Madayin
19 Oktober, 2018 10:58:59
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 3213 Kali

Rabu malam,  tanggal 10 Oktober 2018 Kami berkunjung ke rumah Eva Rosmayanti (15 tahun) korban yang terdampak gempa di Dusun Proyek 100/Ketapang Desa Madayin. Alasan Kami mengunjunginya,  karena korban termasuk mengalami situasi yang unik yakni mengalami bisu,  tidak bisa mengeluarkan suaranya. Hal itu dirasakannya setelah dua hari peristiwa gempa pertama terjadi, yang memang pusatnya dekat dengan Desa Madayin dan Obel-obel. Informasi awal saya dapatkan dari seorang pedagang serabi bernama Papuq Rodiani yang ternyata adalah neneknya. Eva baru masuk di kelas awal di MA Hidayatullah Islamiyah Bagek Nyaka.

Mungkin dia tinjot (kaget) karena gempa kata para tetangga, itulah ungkapan Masyarakat terhadap kondisi yang dialami Eva yang bisu setelah kejadian gempa pertama 6,4 SL yang meluluhlantakkan bangunan-bangunan di Desa Madayin dan Obel-obel, termasuk rumahnya. Sejak peristiwa itu, sesuai pengakuan eva yang diceritakan oleh Ibunya bahwa kepalanya terasa sakit, dan kemudian setelah dua hari suaranya menjadi hilang. Menurut orang tuanya amaq dan inaq Hulaimi,  bahwa anaknya selalu menunjuk kepalanya yang sakit dan lehernya panas. Tidak seperti orang gagu kebanyakan,  dia bisa mendengar dengan baik,  tapi suaranya yang tidak bisa keluar. Akibat keadaan yang menimpa nya,  dia tidak bisa mengikuti proses belajar di sekolahnya. Hari-harinya dihabiskan dengan hanya berdiam diri di rumah menemani neneknya mempersiapkan jualan serabinya.

Sampai saat ini tidak ada bantuan untuk penanganan medis yang serius karena umumnya bantuan medis dari pemerintah dan relawan untuk penanganan korban gempa adalah untuk yang menderita luka-luka dan patah, sedangkan kondisi eva tergolong tidak lazim terjadi pada korban gempa. Akhirnya cuma Pengobatan tradisionallah yang diandalkan oleh keluarganya,  bertanya ke orang pintar/dukun serta melakukan ritual-ritual yang disinyalir akan mengusir jin-jin yang mencekik lehernya. 

 

Baca Juga :


Harapan ibunya yang disampaikan kepada kami selaku KIM, supaya mengabarkan kondisi anaknya kepada pihak-pihak terkait agar segera mendapatkan penanganan medis yang tepat baik dari Pemerintah maupun Swasta. Musibah yang dialami keluarganya terasa berlipat, setelah rumah dan harta bendanya hancur akibat gempa,  ditambah lagi dengan keadaan anaknya yang kehilangan suara sehingga berhenti dari Sekolahnya.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan