logoblog

Cari

Komunitas La Rimpu Adakan Bhakti Sosial

Komunitas La Rimpu Adakan Bhakti Sosial

Kabupaten Bima, KM_Komunitas Sekolah Rintisan Perempuan untuk Perubahan atau disingkat “La Rimpu” Renda – Ngali mengadakan kegiatan bhakti sosial pembersihan sampah,

Peristiwa

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
30 November, 2018 23:59:19
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 2482 Kali

Kabupaten Bima, KM_Komunitas Sekolah Rintisan Perempuan untuk Perubahan atau disingkat “La Rimpu” Renda – Ngali mengadakan kegiatan bhakti sosial pembersihan sampah, Jum’at (30/11/2018). Kegiatan ini dilakukan di sepanjang jalan raya di dua desa, Desa Renda dan Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima NTB. Camat Belo, Kapolsek Belo, Danramil, Muspika, UPT Dikpora, UPT Kebersihan, Kepala Sekolah dan siswa-siswa dari kedua desa tampak bersemangat dan saling bekerjasama melakukan bhakti sosial.

Bambang Setiawan, Camat Belo menyatakan bahwa kegiatan ini adalah gotong royong sebagai hasil kerjasama antara masyarakat dengan komunitas La Rimpu Renda Ngali. Kegiatan pembersihan sampah di sepanjang jalan raya antara 2 desa bertujuan untuk menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi hal ini erat kaitannya dengan program pemerintah kabupaten Bima yang mencanangkan bulan November adalah Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGR).    

Kami melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Di samping itu, kami juga langsung melakukan tindakan nyata seperti saat ini. Apalagi kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Bima”, urai Camat Belo saat ditemui di depan Pekuburan Ngali ketika melakukan bhakti sosial bersama warganya.

Sementara itu, Muslihah, S.Pd, Koordinator La Rimpu Renda Ngali menjelaskan, tujuan program bhakti sosial ini sebagai sosialisasi La Rimpu ke masyarakat sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya lagi apa itu La Rimpu dan apa saja kegiatannya. Harapannya La Rimpu tidak sekedar nama.

Saya ingin ada tindakan nyata yang bisa bermanfaat. Kami berkeinginan La Rimpu bisa menjadi wadah dan jembatan untuk memunculkan ciri khas kedaerahan dari Desa Renda dan Desa Ngali. Sehingga apapun kreativitas masyarakat bisa dimunculkan ke permukaan. Kedepannya masih banyak program La Rimpu yang telah kami rancang”, jelas Kepala MTsN 1 Bima ini.  

Muslihah menambahkan, konflik berkepanjangan antara Desa Renda dan Desa Ngali membuat citra buruk di masyarakat sehingga kedua desa dicap sebagai zona merah. Makanya diharapkan La Rimpu akan mencari cara kreatif untuk menghindari konflik antara dua wilayah.       

 

Baca Juga :


Pencetus La Rimpu adalah Dr. Atun Wardatun, M.Ag, MA,  Program Officer Alam Tara Institute sekaligus Dosen Pasca Sarjana UIN Mataram Program Studi Hukum Keluarga dan Dr. Nurul Yaqinah, M.Ag, Dosen Fakultas Dakwah  dan Komunikasi UIN Mataram. La Rimpu memiliki tujuan, yakni  membentuk forum perjumpaan bagi perempuan-perempuan potensial untuk berbagi dan saling belajar tentang permasalahan dan konflik sosial, menyediakan sarana edukasi bagi kelompok perempuan untuk meningkatkan partisipasi dalam pembangunan masyarakat, mendorong kemunculan pemimpin-pemimpin perempuan lokal, serta membantu program pemerintah kabupaten Bima yang mencanangkan Bima Ramah.  

Sekolah La Rimpu Renda – Ngali telah terbentuk struktur kepengurusan yang diketuai oleh Masitah, S.Pd dengan anggota sebanyak 25 orang, terdiri dari 13 orang dari desa Ngali dan 12 orang dari desa Renda. (NR)

    



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan