logoblog

Cari

Pembuatan Design Arsitektur Bale Balaq Sembageq

Pembuatan Design Arsitektur Bale Balaq Sembageq

Terdapat beberapa jenis rumah atau bale yang ada di Masyarakat Adat Bayan yang konstruksinya tahan gempa, diantaranya terdapat Bale Mengina, Bale

Peristiwa

Renadi
Oleh Renadi
13 Desember, 2018 19:12:43
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 10591 Kali

Terdapat beberapa jenis rumah atau bale yang ada di Masyarakat Adat Bayan yang konstruksinya tahan gempa, diantaranya terdapat Bale Mengina, Bale Jajar, Bale Balaq Loang Godek, dan Bale Balaq Sembageq. Semua rumah tersebut masih bertahan sampai saat ini meskipun diguncang gempa sebanyak 2 kali dengan kekuatan 6,4 SR dan 7,0 SR.

Rumah dengan konstruksi local sampai saat ini tidak satupun yang memiliki design dalam bentuk gambar, buku, apalagi dalam bentuk digital. Hal ini disebabkan karena dalam pendidikan formal terkait arsitek tidak banyak yang focus untuk membuat design bangunan atau rumah local, bahkan bisa dikatakan nyaris tidak ada, hal ini bisa dilihat dalam juknis rumah Rika (Rumah Instan Kayu) yang direkomendasikan oleh pemerintah Lombok Utara tidak satupun dari 4 rumah tersebut.

Pasca gempa yang menimpa Lombok Utara, pemerintah telah merekomendasikan beberapa jenis bangunan rumah yang tahan gempa, yaitu Risha, Riko, dan Rika. Risha adalah jenis bangunan yang menggunakan bahan beton (panel) yang bisa dibongkar pasang. Jenis rumah Riko adalah bentuk konvensional. Bangunan jenis Rika adalah rumah yang banyak menggunakan bahan kayu.

Bangunan rumah yang harus dibuat oleh Masyarakat adalah dari jenis pilihan tersebut, karena sudah masuk kategori tahan gempa, sehingga alokasi anggaran Rp. 50.000.000,- untuk yang rusak berat bisa diterima oleh Masyarakat. Anggaran tersebut memang sudah ditentukan oleh pemerintah, dimana yang rusak berat Rp. 50.000.000, rusak sedang Rp. 25.000.000, dan yang rusak ringan sebesar Rp. 10.000.000.

Melihat bukti ketahanan rumah yang ada di Masyarakat Adat Bayan dari gempa yang terjadi selama ini menyebabkan banyak Masyarakat lebih memilih jenis rumah kayu (Rika) dengan konstruksi local tersebut. Meyakinkan banyak pihak tentang bentuk bangunan tersebut tentu membutuhkan design yang baik, walaupun secara tidak langsung jenis rumah ini memang diyakini semua pihak tahan gempa.

Kehadiran Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi Nusa Tenggara Barat (Somasi NTB) lewat Program Peduli bekerjasama dengan Yayasan Satunama Yogyakarta dan juga Santiri Foundation, termasuk dengan Sekolah Adat Bayan (SAB), serta Majelis Pengemban Adat Bayan (Mapan) akan membantu untuk membuat design 4 rumah local yang ada di Bayan. Kegiatan tahap pertama yang dilaksanakan adalah untuk design Rumah Adat yang ada di Kampung Semabageq (Bale Balaq Sembageq).

Design yang akan dihasilkan tidak hanya menyangkut gambar rumah yang dibuat, tetapi juga mengakomodir beberapa nilai yang ada dalam bangunan tersebut. Beberapa yang akan dimasukan dalam penyusunan designnya adalah jenis kayu yang akan digunakan (terdapat jenis kayu yang boleh dan juga yang tidak boleh digunakan, bahkan termasuk sumber kayunya), ukuran rumah (sesuai sama aturan adat), hadap rumah, bahkan rumah sebagai bagian dalam ritual adat yang dilaksanakan.

 

Baca Juga :


Pertemuan pertama untuk membahas design Bale Balaq Sembageq yang ada di Kampung Adat Sembageq, Desa Persiapan Baturakit (Desa Sukadana), Kecamatan Bayan, dengan menghadirkan Tokoh Adat dan Tukang yang faham tentang rumah tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Desember 2018. Diskusi penggalian informasi oleh Pak Tjatur Kukuh (Arsitek dari Santiri Foundation) dari informasi warga yang hadir dilakukan di salah satu berugaq warga Sembageq. Peserta yang hadir sekitar 15 Orang dari perwakilan Senaru 1 orang, Karang Bajo 1 Orang, Sesait 2 Orang, dan dari Masyarakat Setempat 10 Orang.

Untuk membuat design utuh diperkirakan membutuhkan waktu pertemuan sebanyak 2 kali, pertama penggalian informasi secara utuh, dan yang kedua adalah revisi (jika ada kekurangan atau kekeliruan). Proses pembuatan design awal dibutuhkan waktu sekitar 1 minggu, sehingga pertemuan berikutnya akan dilaksanakan pada minggu ke-3 Desember 2018. Akhir Desember 2018 kemungkinan untuk design Bale Balaq Sembage sudah jadi secara utuh.

Hasil Design Arsitektur local ini akan diajukan ke- Pemerintah Daerah Lombok Utara, khususnya pada Bagian Perumahan Rakyat sebagai salah satu pilihan Rumah Tahan Gempa bagi Masyarakat yang memang rumahnya masuk dalam kategori rusak berat. Tujuan lainnya adalah untuk bahan pembelajaran bagi peserta didik yang ada di Sekolah Adat Bayan. Bahkan hasil ini juga bisa difungsikan sebagai refrensi untuk para peneliti tentang arsitektur local yang ada di Masyarakat Adat Bayan yang memang tahan terhadap kondidi alam yang rawan gempa bumi.

Mudahan kegiatan yang dilakukan oleh Somasi NTB bersama NGO lainnya bisa memberikan kemudahan kepada korban gempa yang ada di Kabupaten Lombok Utara, sehingga Masyarakat bisa membangun rumah mereka sesuai keinginan, dan juga mampu memberikan identitas kepada Masyarakat Lombok Utara yang masih memiliki ilmu local yang adaptif terhadap kondisi alam.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan