logoblog

Cari

Design Bale Balaq Loang Godek

Design Bale Balaq Loang Godek

Kamis, 27 Desember 2018 bertempat di Dusun Tanak Petak Daya, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara,  membuat design Arsitektur Lokal  Bale

Peristiwa

SAB & MAPAN
Oleh SAB & MAPAN
10 Januari, 2019 23:48:34
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 5712 Kali

Kamis, 27 Desember 2018 bertempat di Dusun Tanak Petak Daya, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara,  membuat design Arsitektur Lokal  Bale Balaq Loang Godek, dimana jenis rumah ini merupakan salah satu kearifan local yang dimiliki oleh Masyarakat Adat Bayan yang memiliki kekuatan terhadap gempa yang melanda. Jenis bangunan atau rumah ini tidak bergeming sedikitpun, meskipun sudah diguncang dengan kekuatan gempa sebasar 6,4 SR dan 7,0 SR beberapa bulan yang lalu.

Ketidak tertarikan generasi muda dan Masyarakat saat ini dalam membangun jenis rumah ini disebabkan karena kita tidak mampu menyampaikan kepada semua pihak, bahwa rumah adat merupakan salah satu tempat tinggal yang sudah teruji tahan terhadap bencana alam, serta memiliki nilai positif lainnya. Beberapa hal tersebut tidak diketahui oleh generasi dan juga Masyarakat, sehingga setiap pembangunan rumah selalu dengan bentuk yang kekinian (modern).

 Hasil design ini juga kedepannya akan dijadikan sebagai materi pembelajaran dalam Sekolah Adat Bayan (SAB), sehingga generasi kedepan tahu tentang nilai-nilai dan kearifan local yang ada di Masyarakat Adat Bayan. Generasi tidak lagi buta (tidak tahu) terhadap nilai-nilai posistif yang ada di Masyarakat Adat, baik dalam adat, dan juga arsitektur yang dimiliki yaitu Bale Balaq dan juga jenis lainnya.

Untuk bisa menyusun Designnya, Solidaritas Masyarakat Untuk Transparansi Nusa Tenggara Barat (Somasi NTB) lewat program peduli ikut membantu, yang memang berprogram di 4 Desa yaitu, Desa Anyar, Desa Karang Bajo, Desa Bayan, dan Desa Loloan. Melalui Program Peduli yang dijalankan pada tahun ini, salah satu kegiatannya adalah membuat design arsitektur local, dengan arsiteknya Pak Tjatur Kukuh yang merupakan arsitek social.

4 (empat) Design Arsitektur Lokal Masyarakat Adat Bayan yang akan dibuat adalah Bale Balaq Sembageq, Bale Balaq Loang Godek, Bale Mengina, dan Bale Jajar.

Sekolah Adat Bayan (SAB) merupakan solusi mengembalikan pengetahuan yang ada di para tetua Masyarakat Adat, untuk tersampaikan kepada generasi. Dimana system penyampaikan tentang nilai-nilai local melalui cerita saat ini sudah hampir punah, karena adanya televisi dan media elektronik lainnya. Para orang tua disibukan oleh tontonan, sedangkan anak muda disibukan oleh Hand Phone Android. Ujar Sumadim (Wakil Kepala Sekolah Adat Bayan).

 

Baca Juga :


Kesibukan masing-masing yang menyebabkan tradisi dongeng sudah tidak ada lagi, sehingga SAB akan coba mendokumnetasikan pengetahuan dari para orang tua dan tokoh adat tentang semua nilai yang ada. Hasil dokumentasi inilah yang akan menjadi bahan pembelajaran di SAB.

Kondisi saat ini masih banyak diantara kita sebagai Masyarakat Adat yang tidak tahu bagaimana cara berbusana Adat yang baik dan benar, karena setiap sisi dalam penggunaan pakaian juga memiliki arti dan filosofi. Hal-hal seperti ini meskipun sepele tetapi harus tersampaikan kepada generasi muda, sehingga mereka mampu menjabarkan dengan baik terhadap diri dan identitasnya sebagai Masyarakat Adat Bayan.

Banyak cerita rakyat yang tidak dipelajari dalam pendidikan formal, yang sebenarnya memiliki banyak nilai social dan kearifan local yang tinggi. Keberadaan SAB ini adalah untuk mengembalikan itu semua, sehingga nilai yang ada di Masyarakat tidak hanya sekedar cerita atau dongeng, tetapi bisa dipelajari oleh generasi muda. Kegelisahan yang muncul dari beberapa kalangan Masyarakat Adat Bayan tentang nilai-nilai yang ada di Masyarakat dan tidak tersampaikan kepada generasi membuat Somasi NTB bersama pihak lainnya ikut membantu melalui Program Peduli yang saat ini kami jalankan. Harapan kedepan, apa yang kita lakukan saat ini sebagai salah satu strategi atau cara untuk membangun generasi dengan pengetahuan local yang matang, sehingga mereka bisa bangga dengan identitas Masyarakat Adat yang memang memilki banyak ilmu pengetahuan dari para tetua dan tokoh adat. Ungkap Pak Yopi (Somasi NTB).

Agenda penting yang kita laksanakan pada hari ini, terkait dengan design arsitektur Bale Balaq Loang Godek bertujuan untuk menjaga dan melestarikan arsitektur yang kita miliki, sehinga kedepan tidak punah atau hilang. Hasil dokumentasi ini juga akan sangat baik sebagai materi pembelajaran di SAB, sehingga generasi tahu tentang nilai-nilai yang ada dalam arsitektur local yang kita miliki. Dari apa yang saya pahami tentang Adat Bayan yang kita jalani tidak hanya pada tradisi perkawinan, gawe urif, tetapi mencakup semua sisi kehidupan Masyarakat Adat, termasuk dalam arsitektur yang kita miliki. Bentuk arsitektur yang kita miliki saat ini mengandung banyak nilai, baik dalam hubungan dengan alam, maupun dalam spiritual adat istiadat yang kita yakini. Harapan kedepan adalah kita semua harus belajar dari segala nilai yang ada di Masyarakat Adat, serta mendorong generasi muda untuk terlibat dalam pembelajaran di Sekolah Adat Bayan (SAB). Sehingga nilai-nilai yang ada di Masyarakat Adat bisa tersampaikan kepada generasi muda kita. Demi terwujudnya generasi yang paham tentang nilai adat dan budaya yang ada di Bayan, maka perlu juga para pengelola SAB untuk selalu intens berkoordinasi dengan para tetau dan Tokoh Adat. Penyampaian Pak Hinaskin (Kepala Dusun).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan