logoblog

Cari

Simposium Asia Pacific Geopark Network

Simposium Asia Pacific Geopark Network

Setidaknya ada dua hal yang dapat menjadi keuntungan bagi NTB sebagai penyelengggara Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium yang akan digelar

Peristiwa

suryadi jamie
Oleh suryadi jamie
23 April, 2019 17:34:51
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 1428 Kali

Setidaknya ada dua hal yang dapat menjadi keuntungan bagi NTB sebagai penyelengggara Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium yang akan digelar 29 Agustus – 6 September mendatang.

Secara global, perhatian terhadap pelestarian Taman Nasional Gunung Rinjani adalah proses menjaga keseimbangan sebagai bentuk tanggungjawab warga dunia menjaga alam dan lingkungan.

Maraknya isu perubahan iklim dan makin tidak terkendalinya perilaku merusak manusia terhadap alam ikut menumbuhkan kepedulian warga dunia bahwa di belahan dunia tropis, Gunung Rinjani dan Taman Nasionalnya perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pemerintah Daerah NTB merasa perlu mengambil tindakan melindungi keindahan dan sumber utama kekayaan alam Lombok ini. Usulan menjadi situs geopark dunia pun mendapat sambutan dunia internasional. Menyusul nanti Geopark Tambora di kabupaten Bima.

Hal berikutnya adalah potensi penjualan wisata atas kedatangan kedatangan para peserta APGN yang merencanakan mid excursion (wisata simposium) dengan tiga field trip (rencana perjalanan) yang tinggal dipilih oleh peserta simposium. Diperkirakan sedikitnya ada 1000 orang peserta APGN yang akan datang melakukan wisata di Lombok. Hal yang mudah bagi NTB dengan deretan destinasi wisata yang dimilikinya namun tetap menjadi tantangan dalam persiapan infrastruktur yang dibutuhkan.

Dua hal tersebut memiliki benang merah yang menjadi kekuatan maupun modal NTB dalam menjaga  sekaligus mengelola kekayaan yang dimilikinya. Geopark Rinjani adalah geopark pilihan dilaksanakannya kegiatan simposium ini karena karakter masyarakat yang kuat dalam menjaga kekayaan alam mereka.

Sebagai sikap hidup yang telah dimiliki turun temurun dan keteguhan dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya sebagai akibat akulturasi, menjadi modal besar. Aset sosial penduduk lokal dalam menunjang program pelestarian sebuah geopark menjadi daya tarik tersendiri bagi Unesco untuk memperlakukan Geopark Rinjani secara istimewa maupun Tambora yang belakangan telah ditetapkan pula sebagai geopark secara nasional.

Sebagai bagian dari Global Geopark Network, Asia Pacific Geopark Network telah melakukan program pelestarian beberapa geopark yang masuk dalam Kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia bersama Gunung Sewu, Jawa Tengah, Ciletuh di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat dan Tambora di Bima.

Geopark Rinjani sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia selain memiliki karakteristik alam yang unik, keterlibatan warga masyarakat dalam hal konservasi maupun pemanfaatan nilai ekonomi yang tetap menghargai lingkungan sebagai aset dianggap sebagai kekuatan lokal. Kini, sebagai aset warga  dunia, Geopark Rinjani memiliki kesempatan untuk dapat dinikmati lebih lama lagi.

 

Baca Juga :


Wakil Ketua II, panitia daerah APGN, Ridwansyah membenarkan keterlibatan masyarakat setempat dalam ikut menjaga kelestarian geopark Rinjani namun sekaligus memanfaatkan potensi ekonominya.

Dengan demikian, perhelatan APGN 2019 ini yang dihajatkan akan seramai pertemuan IMF di Bali diyakini dapat terwujud karena partisipasi warga masyarakat yang tinggi.

“Simposium APGN di Zhijindong, Cina tahun 2017 lalu, saya tak menemukan satu warga pun yang mendukung penyelenggaraan simposium itu di situs geoparknya. Kita beruntung punya masyarakat lokal yang peduli dengan program geopark. Mudah mudahan dengan sosialisasi dan promosi yang baik akan membantu suksesnya penyelenggaraan APG ini”, jelas Kepala Bappeda Ridwansyah di Mataram, Selasa (23/04).

Untuk itu persiapan menuju perhelatan simposium tersebut terus dimatangkan. Termasuk persiapan beberapa infrastruktur pendukung yang menjadi lokasi pertemuan maupun wisata para peserta APGN. Beberapa fasilitas membutuhkan perbaikan akibat gempa maupun yang memerlukan perawatan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Samsudin, S.Hut., M.Si menyebut beberapa perbaikan di tujuan wisata seperti Selfie Point di Penangkaran Penyu di Gili Trawangan, akses jalan di jalur wisata Sembalun dan jembatan di daerah Aik Berik serta beberapa titik yang membutuhkan perawatan.

Persiapan APGN 2019 melibatkan seluruh OPD di lingkup pemerintah propinsi NTB. (jm – tim media)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan