logoblog

Cari

Gempa di Jembrana Bali Terasa Hingga Lombok

Gempa di Jembrana Bali Terasa Hingga Lombok

Gempabumi tektonik dengan kekuatan  M=6, Selasa (16/7) pagi ini sekitar pukul 08:18:35 WITA dirasakan masyarakat Lombok hingga Pulau Sumbawa. Meski gempa

Peristiwa

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
16 Juli, 2019 11:13:14
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 578 Kali

Gempabumi tektonik dengan kekuatan  M=6, Selasa (16/7) pagi ini sekitar pukul 08:18:35 WITA dirasakan masyarakat Lombok hingga Pulau Sumbawa. Meski gempa berdasarkan keterangan tertulis Stasiun Geofisika  BMKG Mataram berpusat di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara , namun getaran gempa cukup keras dan terjadi hingga dua kali susulan dirasakan masyarakat.
Pantauan Selasa (16/7) pagi ini menyebutkan di sejumlah perkantoran baik di Kota Mataram, maupun di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) karyawan yang tengah memulai aktivitasnya berhamburan keluar menyelamatkan diri. Demikian juga karyawan di sejumlah pertokoan, kantor-kantor pemerintah, perbankan dan sejumlah perumahan warga keluar setelah merasakan getaran cukup keras diringi suara gemuruh gempa.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Mataram, Agus Riyanto dalam keterangannya Selasa pagi ini menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,8. 
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km. Namun gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tukas Agus.
Agus menambahkan, gempabumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).
Dikatakan Agus, guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 08.50 WITA, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” ujarnya.
Agus meyakinkan masyarakat informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (Wardi) 

 

 

Baca Juga :




 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan