logoblog

Cari

Pernikahan Unik, Mahar Segelas Air Zam-zam

Pernikahan Unik, Mahar Segelas Air Zam-zam

KM. Sukamulia - Minggu (18 Agustus 2019) sepasang pengantin Lombok melangsungkan pernikahan dengan cara yang cukup unik, mulai dari prosesi pernikahan

Peristiwa

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
18 Agustus, 2019 23:50:01
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 12767 Kali

KM. Sukamulia - Minggu (18 Agustus 2019) sepasang pengantin Lombok melangsungkan pernikahan dengan cara yang cukup unik, mulai dari prosesi pernikahan hingga maharnya. Konsep pernikahan kedua mempelai tersebut mengangkat konsep perkawinan tradisional adat Sasak, khususnya yang berlaku pada masyarakat tradosional Sapit.

Pernikahan Jannatan dan Nila Kusuma membuat tercengan segenap tamu undangan dan masyarakt setempat sebab maharnya yang unik dan simpel, yakni Segelas Air Zam-Zam. Prosesi perkawinannya juga terlihat begitu unik dengan konsep perkawinan adat Sasak Sapit.

Pernikahan Jannatan dan Nila Kusuma yang dilangsungkan di Masjid Shirotol Mustakim Desa Sapit dinilai sangat unik oleh kalangan masyarakat setempat dan tamu undangan yang menghadirinya.

Jarang-jarang kita menemukan pernikahan di Lombok dengan mahar seperti itu (Segelas Air Zam-Zam) tanpa embel-embel yang lain, lebih-lebih jika mempelai perempuan berstrata sosial atau berpendidikan tinggi.

Mempelai perempuan (Nila Kusuma, S. Pd., M. Sosio) pada pernikahan ini adalah seorang dosen di salah satu Universitas Negeri, sedangkan mempelai laki-laki (Jannatan, S. TP) dikenal sebagai tokoh pariwisata dan penggiat dan pemerhati budaya di Lotim. Meskipun berstrata sosial tinggi, namun mempelai perempuan hanya meminta mahar yang sederhana dan tidak memberatkan pihak mempelai laki-laki. 

Segelas Air Zam-Zam tidaklah begitu sulit untuk didapatkan sebab di zaman sekarang ini banyak toko yang menjualnya dan harganyapun tidaklah menjangkau langit alias tidak begitu mahal jika dibandingkan dengan harga emas yang biasa dijadikan mahar oleh sebagian besar pengantin Sasak Lombok.

Secara tidak langsung, melalui hal ini kedua mempelai memberikan gambaran kepada masyarakat setempat pada khususnya dan Lombok serta masyarakat islam pada umumnya bahwa pernikahan itu adalah sunnah rasul yang tidak harus diperberat dan dilaksanakan dengan gelamor dan atau dengan biaya yang tinggi. Inti dari pernikahan adalah izab kabul dan jalinan silaturrahmi antara kedua keluarga mempelai, bukan mahar atau hal-hal lain yang bersifat matrealistik.

Usai akad nikah, pada prosesi penyerahan mahar, Jannatan menyerahkan Segelas Air Zam-Zam yang sudah disiapkan dan mempelai perempuan langsung meminumnya hingga habis di depan segenap tamu undangan dan masyarakat setempat yang hadir di tempat itu dan 4 orang wisatawan asal Francis yang juga menghadiri acara tersebut.

 

Baca Juga :


Setelah menyelesaikan segenap prosesi pernikahan di Masjid Sirotol Mustakim Sapit, kedua mempelai melaksanakan prosesi perkawinan Adat Sapit di Langgar Pusaka Desa Sapit yang merupakan salah satu situs peninggalan sejarah islam Lombok.

Prosesinya dimulai dari memandikan pengantin dengan konsep tradisi adat Sapit. Kedua mempelai dimandikan oleh seorang belian (tokoh peremuan masyarakat Desa Sapit) di depan pintu Langgar Pusaka dengan diiringi tabuhan musik tradisional Gendang Beleq.

Hal yang unik dari prosesi ini adalah secara umum kedua mempelai dimandikan sebelum mereka melangsungkan akad nikah, nah pada prosesi pernikahan adat Sapit sebagaimana yang dilaksanakan pada prosesi pernikahan Jannatan dan Nila Kusuma, kedua mempelai dimandikan setelah mereka usai akad nikah.

Menurut pengakuan masyarakat setempat, prosesi perkawinan adat Sapit sudah cukup lama tidak dilaksanakan dan bahkan perosesi pernikahan Jannatan ini adalah perosesi pernikahan tradisional Sapit yang pertama kali dilaksanakan dalam waktu belasan tahun terahir.

Puncak acara pernikahan adat ini digelar di dalam Langgar Pusaka Desa Sapit. Prosesi puncaknya adalah dzikir dan doa yang diikuti oleh golongan kiyai adat Desa Sapit.

Melalui pernikahan Jannatan dan Nila, pemuda Desa Sapit dan masyarakat setempat menghidupkan budaya lama, khususnya tradisi perkawinan adat Sapit. Kegiatan ini memang diseting sedemikian rupa dengan tujuan membangkitkan dan memperkenalkan budaya lama Sasak kepada publik dengan harapan dimasa tradisi dan budaya lama Desa Sapit pada khususnya dan Lombok pada umumnya eksis lagi dan dapat menghidupkan serta memperkaya destinasi wisata sejarah dan budaya Lombok.
_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan