logoblog

Cari

Perjuangan Tak Kan Menghianati Hasil

Perjuangan Tak Kan Menghianati Hasil

Perjuangan mulai sejak tahun 2010 hingga sekarang alhamdulillah membuahkan hasil yang cukup gemilang. Hal ini dibuktikan langsung oleh penulis (Andre Kurniawan,

Peristiwa

KM Masbagik
Oleh KM Masbagik
13 September, 2019 05:44:52
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 2040 Kali

Perjuangan mulai sejak tahun 2010 hingga sekarang alhamdulillah membuahkan hasil yang cukup gemilang. Hal ini dibuktikan langsung oleh penulis (Andre Kurniawan, S.Pd) yang notabene berasal dari anak kampung mampu membuktikan diri bersama dengan teman-teman dalam kelompok remaja yang bernama IKRAR Karang Gading berhasil menjadi salah satu perwakilan dari Propinsi Nusa Tenggara Barat untuk bertanding di tingkat nasional dalam bidang agama, sosial dan budaya. Adapun kegiatan tersebut memang sengaja dirancang oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga yang dilakukan secara rutin setahun sekali untuk melihat sejauh mana  berpengaruhnya pemuda Indonesia dalam memberikan pemahaman kepada warga masyarakat. Kegiatan ini terdiri dari 5 jenis kegiatan meliputi bidang pendidikan, bidang agama, sosial dan budaya, bidang SDA, lingkungan dan pariwisata, bidang pangan dan bidang inovasi dan  tekhnologi

Namun sebelum melaju ke tingkat nasional masih ada tahapan-tahapan yang perlu dilalui oleh para peserta setelah nominator mampu menjadi juara 1 di tingkat Kabupaten Lombok Timur dan Propinsi Nusa Tenggara Barat kemudian lanjut dalam tahap pemberkasan yang langsung dikirim ke Kemenpora. Setelah semua berkas dinyatakan lengkap tim Fact Finding Kemenpora akan turun kembali ke lapangan untuk mengkroscek sejauh mana kebenaran data dari berkas yang telah disampaikan. 

Tepat pada hari Senin kemarin (9/9/19) tim fact finding pusat mengunjungi rumah penulis di Desa Kesik, Kecamatan Masbagik. Tim pusat ini terdiri dari dua orang namun karena mengingat keterbatasan waktu sehingga masing-masing dari mereka membagi tugas ada yang bertugas di Pulau Lombok dan satunya lagi bertugas di Pulau Sumbawa. Kedatangan tim pusat ini ditemani langsung oleh Dispora Propinsi Lombok Timur dan Dispora Kabupaten Lombok Timur. Kedatangan dari tim ini langsung disambut dengan tata cara penyambutan adat Sasak dengan pasukan laki-laki membawa pedang dan tombak dan pasukan wanita dengan membawa lekoq buaq. Setibanya tim juri kemudian disambut dan diharapkan duduk bersila di tempat yang telah disiapkan kemudian dipersilahkan untuk memakan lekoq buaq yang telah dibawa oleh pasukan wanita.

Setelah semuanya selesai dengan lantunan shalawat mereka pun diarak untuk diajak masuk ke lokasi penjurian yang sekaligus menjadi basecamp dari IKRAR Karang Gading ini. Setibanya didepan gerbang alunan tabuhan dari gamelan toqol Sasak kembali menyambut kedatangan mereka. Dengan gending asmarandana tim pusat dihibur sembari rekan-rekan remaja dengan pasukan 7 bersiap untuk memberikan suguhan kepada para tamu undangan. Pasukan 7 disini dalam budaya Sasak sebagai simbol kesempurnaan terlihat dari 7 lapis bumi, 7 lapis langit dan 7 arah. Pasukan ini terdiri dari penyatuq, pembawa air cuci tangan, pembawa air minum, pembawa ceret air minum, pembawa buah dan makanan, pembawa sendok dan garpu, pembawa lap tangan.

Setelah semuanya selesai barulah dimulai pembukaan yang dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bapak Kepala Desa Kesik. Setelah itu baru dilanjutkan dengan sesi presentasi dan tanya jawab. Kepala Desa Kesik menjadi penjawab pertama, kemudian penulis menjadi penjawab kedua dan perwakilan dari rekan remaja IKRAR Karang Gading menjadi penjawab terakhir. Acara berlangsung cukup khidmat dan lancar. Pada akhir acara tidak lupa pula penulis memberikan sebuah cindera mata berupa miniatur bale bangket yang merupakan hasil kreasi rekan-rekan remaja.

 

Baca Juga :


Setelah semua ini selesai semua nominator yang telah dikunjungi tim fact finding pusat tingggal menunggu panggilan selanjutnya untuk nantinya akan diundang sebagai peserta Pemuda Pelopor Nasional tahun 2019. Semoga semua kerja keras dan jerih payah ini bisa mengantarkan penulis dan teman-teman bisa bersaing dan semakin memperkenalkan budaya nasional di tingkat Pusat. Salam toes dari kampung. Mari meriri.

By-Andre D’Jails



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan