logoblog

Cari

Berhaji Dengan Sampah

Berhaji Dengan Sampah

Satu lagi inovasi dalam mendukung program Zero Waste NTB Asri dan Lestari. Dengan  menyetor sampah, masyarakat langsung dapat nomor porsi

Peristiwa

suryadi jamie
Oleh suryadi jamie
30 Oktober, 2019 22:34:28
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 850 Kali


Satu lagi inovasi dalam mendukung program Zero Waste NTB Asri dan Lestari. Dengan  menyetor sampah, masyarakat langsung dapat nomor porsi pendaftaran haji.

"Dengan tabungan emas minimal 3,5 gram, masyarakat sudah dapat nomor porsi pendaftaran haji di program The Gade, Clean and Gold, Perum Pegadaian", jelas Nuril Islami, pimpinan wilayah VII Perum Pegadaian NTB di Mataram, Rabu (30/10).

Dijelaskannya, saat ini Perum Pegadaian bekerjasama dengan para direktur bank sampah se NTB memulai program menabung emas dengan sampah. Nantinya, sampah yang disetorkan ke fasilitas pemrosesan sampah milik Pegadaian di Lingkar Selatan, Mataram dikonversi nominalnya ke dalam nilai harga emas. Setelah mencapai nilai 3,5 gram emas dalam bentuk tabungan akan langsung didaftarkan sebagai calon jamaah haji.

Sebagai program baru dengan meluncurkan Bank Sampah The Gade, pihak Pegadaian ingin ikut mendukung program NTB Bebas Sampah 2023 dengan bermitra bersama anggota 50 Bank Sampah yang telah ada. Untuk itu, Pegadaian telah pula membangun fasilitas bank sampah yang dinamakan Reland Center Nusa Tenggara Barat senilai 250 juta dari dana CSR perusahaan.

Selain mampu menampung dan mengolah sampah plastik dalam jumlah besar, fasilitas ini juga menghasilkan 30 ton daur ulang sampah organik perbulan dalam bentuk pupuk kompos padat dan cair serta gas untuk listrik rumah tangga.

"30 ton itu untuk satu kali proses yang baru dihasilkan dari komunitas saja, belum keseluruhan", sebut Syawaludin, penanggungjawab operasional Reland Center yang juga Direktur Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB.

 

Baca Juga :


Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan agar pengolahan sampah mulai diperluas. Pengolahan sampah organik untuk mendukung zero cost bagi sektor pertanian dan peternakan karena pengeluaran terbesar petani dan peternak adalah pakan dan pupuk.

"Mengolah sampah organik harus mulai dalam skala besar. Saatnya memperluas coverage item yang diolah untuk kebutuhan sektor lain", ujar Umi Rohmi penuh semangat.

Ia memberikan apresiasi kepada Perum Pegadaian dengan program peduli lingkungannya. Menurutnya, sebagai pemberi semangat baru menuju NTB Zero Waste 2023, banyak keuntungan lain dalam hal mengelola sampah untuk kesejahteraan bukan saja tentang kebersihan dan keindahan lingkungan. (jm)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan