logoblog

Cari

Gemuruh Salawat Harukan Pengadangan

Gemuruh Salawat Harukan Pengadangan

KM. Sukamulia - Pesona Budaya II Desa Pengadangan tidak hanya menoreh sejarah Lautan Dulang, namun even budaya tersebut juga menoreh sejarah

Peristiwa

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
31 Oktober, 2019 23:27:48
Peristiwa
Komentar: 0
Dibaca: 7276 Kali

KM. Sukamulia - Pesona Budaya II Desa Pengadangan tidak hanya menoreh sejarah Lautan Dulang, namun even budaya tersebut juga menoreh sejarah Gelombang Putih Pasukan Salawat yang berbaris bak bangau putih yang terbang bersama koloninya. 3.000 manusia berpakain serba putih memenuhi penjuru jalan Desa Pengadangan seraya mengumandangkan kalimat salawat yang disambung dengan kalimat istigfar. Yachhh, menyaksikan hal itu, terbersitlah kata "Gemuruh Salawat Gelombang Putih" sebaga ungkapan ketakjuban saya menyaksikan hal tersebut.

"Gemuruh 3.000 Salawatan", demikianlah tema salah satu kegiatan yang menjadi rangkaian Opening Ceremony Betetulak dalan Even Pesona Budaya II Desa Pengadangan yang diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober 2019. 

Tepat Pukul 14.50 wita, gemuruh selawat mulai memenuhi penjuru Desa Pengadangan. 3.000 pasukan salawatan yang terdiri dari seluruh siswa-siswi dan guru semua sekolah yang ada di wilayah Desa Pengadangan beserta masyarakat Desa Pengadangan lainnya, berjalan serentak dari arah timur seraya mengumandangkan kalimat salawat. 

Gemuruh salawat berkumandang yang seketika membuat Desa Pengadangan hening dari hiruk pikuk tidak menentu. Alunan salawat yang dilafazkan oleh pasukan selawatan itu seketika menghipnotis ribuan orang lainnya yang ada di tempat itu ikut mengumandangkan kalimat salawat. Di kala matahari mulai bergulir menuju pulang, gemuruh salawat benar-benar memenuhi penjuru Desa Pengadangan. Sepertinya Allah Yang Maha Kuasa memerintah malaikat penjaga matahari untuk meredupkan sinarnya sehingga selama berlangsungnya salawatan, sinar matahari meredup di seputaran Pengadangan.

Mata ini betul memperhatikan situasi dikala kegiatan salawatan itu berlangsung, betapa banyak pasukan salawatan dan para penontonnya meneteskan air mata haru. Bagaimana tidak, pasukan salawatan terlihat bak gelombang putih sebab mereka semua menggunakan pakaian serba putih, belum lagi suara lirihnya yang secara tidak langsung membuat pengumandang dan pendengar yang menghayatinya terharu biru dan meneteskan air mata. Hal itu benar-benar saya rasakan dan sayapun tidak luput dari rasa haru sehingga tidak terasa air mata ini pun mengalir tanpa disadari.

Sungguh sore tanggal 30 Oktober 2019 adalah momen yang menakjubkan bagi saya pribadi dan bagi siapa saja yang mengikuti acara itu dengan seksama dan penuh penghayatan. Ada dua hal penting yang membuat saya pribadi terkagum-kagum dengan kegiatan religius itu. 

 

Baca Juga :


Hal pertama adalah betapa kompaknya, betapa tinggi jiwa persatuan dan kesatuan masyarakat Desa Pengadangan yang tercermin dari seragam putih yang mereka gunakan. Pakaian putih polos yang mereka gunakan membuat Pengadangan seperti negeri malaikat. Sungguh menakjubkan.

Hal kedua adalah betapa agungnya jiwa ketaatan masyarakat pengadangan terhadap pemimpinnya. Hal itu tercermin dari jumlah pasukan salawat yang berjumlah 3.000 yang dimana mereka semua melaksanakan kegiatan itu dengan penuh kesadaran akan pentingnya mengikuti titah baik pemimpin mereka. Yaaa, Pemerintah Desa Pengadanganlah yang meminta mereka semua untuk bersalawat dan merekapun memenuhi titah pemimpinnya itu. Sungguh luar biasa dan membanggakan.

Menyaksikan kegiatan itu, sayapun menilai bahwa pemimpin Desa Pengadangan adalah sosok yang luar biasa dan memiliki kompetensi tinggi dalam melaksanakan tugasnya sebagai leadership. Suksesnya kegiatan tersebut adalah kesuksesan yang luar biasa bagi seluruh jajaran Pemdes Pengadangan, Pokdarwis Waringin Adem Desa Pengadangan, Panitia Pesona Budaya II Pengadangan dan seluruh masyarakat desa setempat.

Gemuruh Salawat Gelombang Putih adalah salah satu momentum sakral dan penuh makna dalam rangkaian Opening Ceremony Betetulak yang merupakan bagian awal dari Even Pesona Budaya II Desa Pengadangan di tahun 2019. Semoga tahun-tahun berikutnya kegiatan semacam ini dapat diselenggarakan lagi di Pengadangan pada khususnya dan di Lombok yang berlabel Pulau Seribu Masjid pada umumnya. Sukses untuk Desa Pengadangan dan Salam dari Kampung.
_By. Asri The Gila_



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan