Rencana Sholat Istisqa berubah menjadi Sujud Syukur

KM LENGGE WAWO,- Rencana warga Kecamatan Wawo untuk menggelar shalat meminta hujan (istisqa) di lapangan umum Wawo, Jumat (14/2), beralih menjadi sujud syukur di rumah masing-masing. Pasalnya, sejak Jumat pagi hingga siang hari hujan mengguyur daerah dataran tinggi Wawo. Bahkan, di Desa Riamau hujan mulai mengguyur sejak Kamis (13/2) malam.

Camat Wawo, Drs Muhammad Rum, M.Si, mengatakan, rencana menggelar shalat istisqa itu sudah disampaikan kepada seluruh kepala desa (Kades) dan jajaran sekolah, tetapi kehendak Allah Maha cepat dan hujan yang dinantikan warga sudah mengguyur tanaman padi, jagung, dan lainnya. Apalagi, lapangan sudah becek karena hujan.

“Saya langsung sebarkan SMS kepada seluruh Kades untuk memberitahukan shalat istisqa tidak jadi dilaksanakan, tetapi diganti dengan sujud syukur di rumah masing-masing,” ujarnya di kantor setempat, Jumat.

Dengan kehadiran hujan itu, katanya, kegalauan hati petani akan kekeringan tanaman berubah menjadi kebahagiaan menyambut kehadiran hujan mulai pagi hingga siang hari. Cuaca cerah terjadi setelah shalat Jumat. “Kita harapkan hujan ini tetap mengguyur hingga tanaman padi bias dipanen,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Desa Maria Utara, Saala Ilyas. Di desanya sudah sepekan lebih tanaman belum mendapatkan pasokan air hujan, sehingga banyak tanaman padi yang kering. Namun, dengan kehadiran hujan sejak Kamis malam, tanaman kembali segar, meski bekas kekeringan masih terlihat.

 “Hanya saja jumlah tanaman yang kering tidak terlalu banyak. Kita bersyukur hujan kembali datang dan sebelum shalat jumat kita sudah mengingatkan warga untuk melakukan sujud syukur,” katanya di Desa Maria, Jumat.

Tentu saja, katanya, kebutuhan terhadap hujan masih sekitar dua bulan karena kebanyak usia tanaman ada yang satu bulan hingga dua bulan, sehingga petani masih kuatir hujan jarang dating. (AJI)
     

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru