Lomba Sorakan Manusia Dengan Kicauan Puyuh

KM. Sanggicu: Saat menikmati waktu istirahat setelah melalui acara kampung media yang bertempatkan di hotel Lombok raya kemarin sabtu tanggal 15 maret 2014, acara yang bertemakan “Pelatihan manajemen IT dan pengembangan website Kampung Media yang fasilitasi langsung oleh kepala kampung Fairuz Abadi, S.H dengan ahli bidang IT kampung media saudara Fani kristianto.

Disaat istirahat, kami memulai untuk melangkahkan kaki keluar dari area hotel menuju sebuah warung kecil yang letaknya hanya beberapa meter dari hotel tempat kami menginap. Waktu menunjukan pukul 21:00 wita, saya bersama rekan Kampung Media Kabupaten Dompu yang diantara Abdul samad dari kampung media Kempo Dompu dengan Najamudin dari kampung media mandiri Bali satu Dompu.

Menikmati malam minggu layaknya orang lain yang sekedar jalan-jalan berhubung diibukota Profinsi, kami sekedar mencari sensasi, sejenak terdengar sorakan dan teriakan yang mengejutkan, dalam hati hanya menebak-nebak apakah yang sebenarnya terjadi. Saat kaki melangkah menuju keramaian yang direspon dengan jelas oleh indra pendengaran yang membuat teka-teki ngawur dalam hati, terlihat sekumpulan warga yang berbarris dengan teratur  sambil bersorak dengan mata melihat keatas.

Sebelumnya kami belum menyangka bahwa mereka menyoraki burung puyuh yang pada saat itu dilombakan untuk berkicau. Demokah, perangkah, inilah itulah menjadi pertanyaan, namun setelah mengetahui bahwa disana sedang berlangsung perlombaan kicau burung puyuh, akhirnya kami mendekati.

Banyak sekali penonton yang meramaikan, dan banyak sekali pemilik burung puyuh yang bersemangat menyoraki, hingga tidak bisa dipilah oleh kami yang sekedar melihat yang mana penonton dan yang mana pemilik burung puyuh, disertakan pula dengan sorakan yang membuat heboh area pertokoan boneka yang ditempati sebagai lokasi perlombaan yang letaknya hanya sekitar 50 meter dari lokasi hotel Lombok raya yang saya juga tidak sempat baca apa nama toko boneka tersebut.

Dengan penuh penasaran akhinya saya mendekati salah seorang penonton yang sangat serius melihat irama perlombaan, seorang pemuda dengan berseragam Satpam tercatat nama disaku kanan bernama Hartono, menurut hartono perlombaan tersebut baru dilakukan dan iapun baru menyaksikan. Ada sekitar 32 ekor burung puyuh yang dilombakan dan yang dilombakan seberapa banyak kicauan yang dikeluarkan oleh burung puyuh tersebut, jelas Hartono singkat

Namun jika disimaki betul-betul, sebenarnya tidak ada keindahan yang dikeluarkan oleh suara kicauan burung perkutut, hanya suara berisik merit motor tu era jadul dahulu, hanya suara “Pret-pret-pret, prêt-pret-pret” hanya itu suaranya, namun jika saya yang menilai pemenangnya bukanlah burung, melainkan manusia pemilik siburung puyuh, karena mereka banyak suara yang dikeluarkan agar burug puyuh mau berkicau seperti “cekkir-cekkir, bret-bret, krak-krak, krek-krak, cek-cekir” jadi lomba tersebut bukan lomba kicau burung puyuh melainkan lomba sorakan manusia.

Jika didengarkan dengan jelas, hampir tidak bisa didengar suara kicauan burung puyuh, melainkan hanya suara sorakan manusia yang berfariasi dan sangat beragam yang membuat risih, memang Karena beda hobi dan pendapat yang membuat lain pendangan antara mereka peminat burung dengan saya sendiri. Harapannya jangan sampi lomba ini masuk didaerah dan pelosok yang lain yang anti keributan, karena asli ribut yang dihasilkan pada perlombaan sorak manusia tersebut. (kenangan manis bermalam minggu di hotel)  Azis red [] - (01)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru