Blokir Jalan Kembali Terjadi

KM—Nggarinipo, Warga di tiga Desa di Kecamatan Bolo, kembali melakukan aksi solidaritas atas insiden penembakan seorang anggota Polisi setempat. Warga kembali menutup jalan poros Sumbawa-Bima untuk kesekian kalinya. Warga mengecam tindakan koboi jalanan yang semakin meresahkan warga Bima.

Penutupan jalan ini berlangsung sejak Jum’at (06/06) lalu. Hingga kemarin, aksi penutupan jalan di wilayah tersebut masih berlangsung. Sejumlah kendaraan tanpak mengantri hingga belasan kilometer dari dua arah. Selain itu, perekonomian masyarakat setempat ikut lumpuh akibat aksi tersebut.

Aksi penutupan dan pembakaran ban bekas di ruas jalan ini sebagai reaksi atas maraknya kasus penembakan yang terjadi akhir-akhir ini. Warga kecewa dengan sikap kepolisian yang dinilai lamban dalam mengungkap kasus tersebut. Memasuki sepekan insiden penembakan Bripka M Yamin, polisi belum juga menangkap satu pun pelaku.

Kondisi ini semakin membuat warga khususnya keluarga dan kerabat korban mempertanyakan kinerja polisi. Sebelumnya, sempat dikabarkan bahwa dua orang pelaku penembakan sudah ditangkap. Bahkan, satu diantaranya tewas ditembak saat proses penangkapan berlangsung.

“Tapi kabar itu belum bisa kita pastikan kebenarannya. Sampai hari ini belum ada konfirmasi dari aparat kepolisian terkait adanya penangkapan dua orang pelaku,” ujar Sunarti, seorang keluarga Bripka M Yamin, Minggu (8/6) tadi pagi.

Warga meminta agar kepolisian menggelar kasus tersebut dan mempublikasikan kebenaran penangkapan para pelaku. Selain itu, mereka juga meminta Kapolres Bima tidak cuci tangan menyikapi penembakan misterius ini.

“Bentar-bentar langsung Polda, Kapolres harus berani dong mengungkap kasusnya, jangan cuma bisa melimpahkan kewenangan. Kalau memang pelakunya sudah ditangkap, kami ingin tahu siapa pelakunya, dan kapan ditangkap,” sorot warga Rasabou Kecamatan Bolo ini.

Pantauan wartawan, sejumlah ruas jalan sepanjang Kecamatan Bolo nyaris ditutup semua. Hanya saja, di Desa Leu, Rasabou dan Tambe yang menjadi pusat penutupan jalan. Kendaraan yang hendak melintasi pun, harus bersabar menunggu pembukaan blokir jalan. Begitupun dengan jalan alternatif, baik gang maupun lorong-lorong di sekitar lokasi ditutup total.

Penutupan jalan kembali dilakukan pagi ini minggu 8/6 pukul 09.00,  sejumlah titik yang menjadi pusat penutupan jalan masih ditutup. Di Rasabou, beberapa pengguna jalan yang memaksa masuk, nyaris menjadi bulan-bulanan warga. Beruntung beberapa lain mencoba menenangkan masing-masing pihak.

Sementara aparat kepolisian pun tidak bisa masuk ke lokasi untuk melakukan pengamanan lalulintas. Anggota lalulintas Polres Bima hanya tertahan di Desa Leu sebagai tempat pemblokiran pertama.

Akibat Aksi solidaritas warga masyarakat tersebut kembali membuat disepanjang jalan lintas sumbawa itu kembali lumpuh total,masa aksi kembali menuntut agar pelaku penembak misterius tersebut cepat di tangkap.

Masa aksi melakukan pemblokiran akses jalan dengan mengunakan Drum ,palang kayu,dan disertai aksi pembakaran Ban bekas yang dilakukan  dibeberapa titik sepanjang jalan Negara tersebut.

Jalan sempat di buka kembali oleh masa aksi,yaitu pada pukul 15. 00 Wita,namun pembukaan jalan hanya dilakukan beberapa menit saja,tepatnya pukul 15.30 jalan tersebut kembali diblokir hingga pukul 16.35 jalan tersebut kembali di buka oleh warga masyarakat,setelah sebelumnya melakukan negeosasi dengan pihak keamanan dan di bantu oleh pihak Muspika setempat. (ori) - 05

.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru