Kadis Dikpora Sesali Motor Dinas Jaminan Utang

Bima— Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Dikpora) kabupaten Bima Tajudin SH, sangat menyesalkan adanya perilaku oknum kepala sekolah yang menjadikan motor dinas sekolah sebagai jaminan utang. “Inikan sudah tidak benar. Apakah kendaraan dinas dijadikan jaminan utang, dipakai ojek atau lainnya, semuanya tidak diperbolehkan,” tegasnya setelah di konfirmasi kampung-media.com di depan kantor Bupati Bima, Selasa (17/6/2014) lalu.

            “Jadi kendaraan dinas, tentu digunakan untuk kepentingan atau urusan dinas. Karena memang telah dihajatkan oleh pemerintah untuk operasional dinas. Bukan sebaliknya malah dijadikan jaminan utang,” tegasnya menyikapi pemberitaan MN edisi pekan lalu.

            Tajudin menegaskan, kalaupun motor dinas sudah menjadi jaminan utang, itu patut dipertanyakan. “Segera dipanggil kepala sekolahnya. Minta klarifikasi. Setelah itu, laporkan hasilnya ke saya,” tegas mantan kepala BKD ini.

Saat itu, Tajudin juga berjanji sekaligus meminta kepala UTP Dikpora Monta Drs Sirajudin H Yacub yang sedang bersamanya agar kepsek tersebut dipanggil segera. “Persoalan jangan dibiarkan berlarut,” harapnya.

Ia menambahkan, terkait persoalan keluhan dunia pendidikan di SMK 7 Bima, akan kita lihat. “Termasuk keberadaan Plt kepala sekolah, juga akan kita evaluasi keberadaannya,” janji Tajudin.

Diberitakan sebelumnya, kepala SMPN 1 Monta Dra Arfida Roswati, diduga menggadai motor dinasnya sebagai jaminan utang kepada bendahara BOS ibu Mery.(bop)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru