Lagi-Lagi Si Jago Merah Mengamuk

Kedua kalinya dalam tahun ini terjadi kebakaran di Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir. Kali ini menimpa rumah seorang muallaf yaitu bapak Syamsun (40) anak angkat dari Bapak Jhon Tema yang berasal dari Sumba Flores dan sudah memeluk islam sejak merantau ke Sumbawa saat remaja.

Ketika melihat asap tebal yang muncul dari bagian atap rumah bapak syamsun tetangganya, Bapak Jando (43) yang menjadi saksi pertama segera mencari pertolongan. Dalam hitungan menit para warga segera bergegas mengambil peralatan untuk memadamkan api, namun menurut Bapak Jando butuh waktu sekitar 10 menit si jago merah melahap rumah bapak syamsun hingga tak ada barang yang bisa diselamatkan kecuali sepeda motor yang diparkir di bawah kolong rumahnya. Kejadian tersebut terjadi pada pukul 08,30 waktu setempat. Kali inipun kebakaran disebabkan konsleting  arus pendek listrik. Menurut Bapak syamsun yang sempat kami wawancarai, beliau meninggalkan rumah sejak pagi pergi ke sawahnya dan meninggalkan istri dirumahnya. saat itu istrinya pergi membeli kelapa.

Berselang 30 menit kemudian, pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Jarak tempuh Sumabwa-Moyo memang lumayan jauh hingga pemadam kebakaran tiba setelah si jago merah sudah ditaklukkan oleh warga. Hal ini membuat masyarakat memberi tanggapan tentang pemadam kebakaran. Seperti yang dituturkan Bapak Mustami (40) ketua Rt 06 lokasi kejadian “ dalam situasi ini, kiranya disetiap Kecamatan diperlukan mobil pemadam kebakaran yang stanby mengingat setiap kejadian kebakaran tak pernah sekalipun pemadam tiba diwaktu yang tepat. Jarak Sumbawa-Moyo lumayan jauh, jika terjadi kebakaran meski kecepatan maksimalpun pemadam kebakaran tidak bisa mendahulukan kecepatan dari si jago merah.” Hal ini di benarkan oleh Ketua Masyarakat Peduli Api Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir yaitu Bapak Drs. Makaroda (46) dan meberi sedikit tanggapan mengenai arus pendek listrik “ diharapkan ada himbauan dari PLN untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat agar pemasangan instalasi benar-benar dikerjakan oleh orang-orang yang sudah profesional dibidanya”.

Hal ini kiranya bisa menjadi pertimbangan buat pemerintah daerah agar pemadam kebakaran dapat diposisikan disetiap kecamatan dan perlunya sosialisasi dari PLN mengenai pemasangan instalasi di setiap desa. (ryan Gempar) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru