Puncak Kemarau Waspada Kebakaran

KM. Serambi_Brangrea; Sejak awal September lalu cuaca yang cukup terik terasa di hampir seluruh kecamatan di Sumbawa Barat. Keluar rumah bisa dipastikan sangat enggan kita lakukan ketika siang hari, udara yang terasa gerah disertai sengatan sang raja siang menambah ketidaknyamanan berada di luar rumah.

Namun ada hal lain yang perlu menjadi perhatian kita bersama yaitu waspada kebakaran. Pepohonan yang kering disertai angin kencang mengakibatkan potensi terjadinya kebakaran semakin besar.

Di desa seminar bebarapa hari lalu satu unit rumah terbakar tanpa sisa. Indra (40th) warga Desaberu menuturkan bahwa hampir selang sehari terdengar kabar tentang peristiwa kebakaran di tempat yang berbeda.

Pemandangan rutin yang terlihat di Brang rea adalah terbakarnya hutan bambu yang mengelilingi Brangrea akibat gesekan batang pohon satu sama lain karena tiupan angin kencang disertai sengatan matahari yang cukup terik.

Pemandangan serupa juga terlihat kemarin (kamis/26/9) di Desa Semangat Baru Alas Barat yang mana puluhan hektar ladang penduduk habis dilalap si jago merah. Bahkan hingga pagar pembatas pun tidak luput dari keganasannya. Kejadian ini mengakibatkan sepanjang ruas jalan Semangat Baru tertutup asap tebal dan cukup mengganggu pengguna jalan.

Tidak hanya sampai disitu saja desa Mapin Kebak hampir kebakaran akibat ulah warga yang membakar sampah kemudian menyambar kebun bambu di sekitar rumah penduduk. Tidak pelak hal ini menyebabkan api ikut menyambar salah satu rumah penduduk. Untuk saja warga cepat menyadari hal tersebut dan segera melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Kejadian serupa juga terjadi di Desaberu Brangrea, sebut saja pak Malum (60th) yang sedang membersihkan kebunnya dan membakar timbunan sampah dedaunan tidak menyangka api merambat begitu cepat ke rerimbunan pohon bambu. Tak ayal kejadian ini menyebabkan Indra yang kediamananya sangat dekat dengan kebun Pak Malum menjadi panik dan segera mencari bantuan untuk memadamkan api.

Indra menuturkan bahwa api sangat cepat merambat melalui tumpukan sampah kering dan terus melalap pohon bambu. Untung saja tempat kejadian agak dekat dengan sumber air sehingga dengan dibantu oleh seorang warga lainnya kami berhasil memadamkan api.

Untuk sementara kita tidak berani meninggalkan rumah agak lama karena angin yang bertiup kencang serta cuaca panas yang cukup ekstrim sangat rawan menyebabkan kebarakan tambahnya.

Kepada warga masyarakat dihimbau untuk tidak membuang putung rokok sembarangan apalagi membakar sampah pada siang hari disaat angin bertiup kencang terlebih khusus lagi ketika membuka ladang agar tidak dengan cara melakukan pembakaran. (c_benk VH) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru