Kampung Media Dapat Direplika di Daerah Lain

Semester kedua tahun 2014 adalah fase yang sangat menyibukkan bagi Kampung Media disebabkab banyak sekali kegiatan yang dilakukan terutama banyaknya kunjungan kerja dan study banding daerah lain untuk belajar tentang Kampung Media, sebut saja kedatangan pertengahan Agustus lalu, dilanjutkan dengan study banding dan

Dan tidak lama berselang kunjungan dari dan Rombongan Deputi Kementrian PDT menambah panjang kegiatan Kampung Media dalam menerima kunjungan baik yang ingin belajar tentang kampung Media atau hanya sekedar ingin mengetahui sejauh mana perkembangan dan realitas kegiatan anak-anak Kampung Media yang sudah mulai dikenal bukan hanya ditingkat Nasional namun sudah mulai mendunia.

Belum lagi kesibukan untuk mempersiapkan proposal Kampung Media dalam menghadapi kompetisi top inovasi tingkat dunia hingga mengharuskan Kepala kampung media berangkat menuju Negeri Ginseng  tepatnya kesebuah desa bernama Chan-dong di Provinsi Changwon Korea Selatan untuk study banding diakhir bulan Oktober kemarin.

Rabu 29 Oktober 2014 kembali Kampung Media mendapatkan kunjungan dari rombongan Humas dua Provinsi di Kalimantan yaitu Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan provinsi termuda dindonesia hasil pemekaran dari induknya Kalimantan Timur. Kedua rombongan ini menyambangi dua Komunitas yakni Kampung Media Karaya dan kampung Media Narmada.

Seakan belum puas menggali informasi tentang Kampung Media setelah mereka turun langsung kelapangan, sehingga pada rabu malam tim dari Humas provinsi Kalimantan Utara kembali meminta untuk bisa bertemu guna mendapatkan penjelasan lebih jauh terkait hasil temuan mereka setelah melihat dan mengamati Komunitas kampung Media yang ada di Lombok Barat dan Kota Mataram. Pertemuan pun disepakati dihotel Idoof Mataram dimana rombongan Humas provinsi yang berbatasan langsung dengan Negeri Jiran Malasya itu menginap.

Kepala kampung Media saat itu hadir dan meminta saya lewat telpon untuk menemaninya, selain itu juga turut hadir Zaenudin, Koordinator KM Rumah Panggungku Kecamtan Kayangan Lombok Utara. Sementara dari pihak Humas Kaltara diwakili oleh 2 orang dan saat berkenalan mereka menyebutkan  nama yaitu Pak Arman dan Pak Yulius. Dan mulailah proses diskusi yang cukup panjang sampai tengah malam kami lewati tampa terasa saking hidupnya suasana diskusi saat itu.

Dimulai dari penjelasan panjang lebar Fairuz Abu Macel tentang perjalanan dari awal Kampung Media hingga kini menjadi Portal Terbuka yang sudah bisa diakses semua orang diseluruh dunia.

 “Pertama kali namanya Kampung Digital, tapi Pak Badrul Munir wakil Gubernur saat itu yang mengganti namanya menjadi Kampung Media.” Ungkap Fairuz disela-sela pemaparannya. “untuk informasi lengkap mengenai Kampung Media juga sudah bisa diakses dilaman wikipedia.com dan disana informasinya lebih lengkap dan terperinci.” Lanjutnya sambil membukakan portal kampung Media lewat Laktop yang ada didepannya.

Sementara Arman mengungkapkan, “jika di Kampung Media ada istilah sambang kampung atau ngayo dalam bahasa Lombok maka didaerah kami ada tradisi yang sama dan kami sebut dengan istilah ngerumak, selain itu juga didaerah kami ada sebuah program yang disebut Gedema (Gerakan Desa Membangun), nah jika program ini dipadukan dengan program seperti kampung Media disisi penyebaran informasinya, maka sepertinya akan sangat bagus sekali.” Pria Kaltara yang juga Sekretaris KNPI didaerahnya itu sangat tertarik dengan Kampung Media dan berjanji apa yang didapatkan dari Study banding ini akan langsung dilaporkan pada Gubernur untuk secepatnya bisa ditindak lanjuti.

Selain itu juga Arman meminta tolong agar Fairuz mau langsung membantunya dengan langsung datang ke Kaltara  jika nanti mereka menerapkan program penyampaian informasi berbasis warga seperti Kampung Media. Keinginan Arman ini memang cukup beralasan karena menurutnya Kaltim dan Kaltara saat ini masih bergantung sepenuhnya pada Media Massa, seakan Media disana jadi pahlawan satu-satunya untuk urusan sosialisasi dan publikasi.

“Disamping letak geografis dengan wilayah yang sangat luas dan ditambah lagi kondisi masyarakat Kaltara yang masih asing dengan internet, bahkan gadget dan laktoppun masih seperti barang langka merupakan beberapa hal yang bisa menjadi hambatan bagi kami.” Lanjut Arman.

Sambil menganggukkan kepala pertanda mengiyakan Fairuz terus memberikan dorongan kepada mereka agar jangan sekali lemah karena melihat  hambatan yang ada karena menjalankan sebuah program yang melibatkan partisifasi warga itu awalnya pasti sulit. Namun kemauan keras akan menyelesaikan semuanya. (Abdul satar) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru