Riuh Rendah Pencairan Dana Konpensasi BBM

Narmada KM, Titt...tittt.. bunyi klakson motor dan mobil karena tidak ingin berlama-lama terjebak macet saat melintasi jalan depan Kantor Posa Narmada hari Senin 24 Nopember 2014, muncul perasaan tidak enak karena mengira kemacetan itu terjadi karena kecelakaan lalu lintas, dan sempat terbersit dalam benak “barangkali ada nyongkolan, tapi apa iya ada orang nyongkolan disiang bolong seperti ini?” dan setelah tepat berada didepan Kantor pos ternyata baru ketahuan kalau ternyata hari ini ada pencairan dan Balsem untuk masyarakat kurang mampu.

Kepadatan bukan hanya terjadi dipinggir jalan depan Kantor Pos tempat pembagian dana konpensasi kenaikan BBM itu, akan tetapi setelah ikut berbaur dalam kerumunan warga baru terlihat jelas kepadatan itu  sampai halaman bahkan didalam kantor jasa penyampai surat itupun tiada tempat yang lapang, semua terisi oleh ibu-ibu dan bapak-bapak yang ditangannya memegang kantu KPS dan nomer antrian.

Tidak sedikit dari mereka yang membawa anak kecil dan balita ikut berbaur dalam kerumunan sambil berdesak-desakan. Hati ini berpikir “kasian juga, hanya untuk 400 ribu rupiah harus melewati tantangan dan rintangan sedemikian rupa, jadi teringat berita ditivi dan media lainnya tentang pembagian daging qurban yang membawa korban, dan jangan sampai pembagian dana balsem mengalami nasib dan peristiwa serupa.

Sebenarnya Kantor Pos selaku pihak penyalur terlihat sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi pembagian waktu dan hari pembagian setiap desa yang ada di Kecamatan Narmada dan juga membagikan nomer antrian kepada warga pemegang kartu KPS melalui masing-masing Kepala Dusun serta menambah jumlah petugas yang terlihat melayani dengan menaruh petugas didepan halaman Kantor Pos sebagai tempat penyerahan nomer antrian.

Dengan pengaturan seperti itu seharusnya tidak ada penumpukan antrian apalagi warga sampai berdesak-desakan, namun namanya juga masyarakat kadang sangat sulit untuk diatur, semula harus datang siang tapi dari pagi sudah datang dan menunggu dikantor pos atau yang sebetulnya datang agak sore namun sebelum siang juga sudah ikut berkerumun dengan mereka yang mendapat giliran siang hari. Dan bahkan seorang warga bernama Raisah yang kami tanya kenapa datang pagi sementara nomer antrian yang dipegang terjadwal sore, sambil senyum simpul agak malu dia menjawab “takut gak kebagian pak”.

Namun meski demikian proses pembagian bisa berjalan aman tampa adanya gangguan keamanan yang berarti meski selama berada dilokasi tidak terlihat Polisi yang berjaga atau mengatur lalu lintas jalan depan Kantor Pos. (Abdul Satar) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru