Diawal Musim Hujan Banjir Terjang Dompu

KM Bali 1-“Bagamana tidak banjir, Hutan sudah gundul”, itulah kalimat yang terlontar dari salah seorang tokoh masyarakat yang menyesalkan terjadinya banjir setelah 8 jam lamanya dompu diguyur hujan deras pada Sabtu (06/12). Akibat guyuran hujan ini dompu seketika itu juga diterjang banjir.

Banjir yang terjadi diawal musim penghujan ini menyebabkan ratusan rumah penduduk terutama yang terletak dekat dengan jalur sungai terendam hingga sedalam 150 cm. Beberapa kampong terkena banjir ini antara lain Kelurahan Kandai Dua, Desa Wawo, Kelurahan Karijawa, Kelurahan Bali Satu, dan yang terparah adalah Kampung Pelita Kelurahan Bada.

Berdasarkan pantauan langsung KM Bali 1 Di Kampung tersebut, terlihat para pemilik rumah sedang berusaha menyelamatkan harta benda yang dimilikinya. Sayangnya, banjir menerjang kampong tersebut secara tiba-tiba. “saya dan keluarga sedang menonton TV tiba-tiba kami mendengar teriakan tetangga sebelah bahwa banjir sudah dating. Padahal 10 menit sebelumnya saya sempat keluar rumah dan melihat kearah sungai dekat rumah. Saat itu air baru mencapai bibir sungai. Mendengar teriakan itu kami langsung menyelamatkan barang-barang yang dapat diselamatkan karena air pun sudah masuk kedalam rumah”, tutur pak hamzah salah satu warga yang menjadi korban banjir.

Curah hujan yang begitu lebat di dompu pada awal musim merupakan hal biasa. Namun jika hujan tersebut bisa mengakibatkan banjir yang cukup dalam adalah hal baru diDompu. Bahkan menurut data yang dihimpun oleh KM Bali 1, Banjir ini merupakan banjir terbesar pada kurun waktu 9 tahun terakhir. Sebelumnya yakni pada tahun 2005 banjir besar sempat menerjang kampong Pelita hingga sedalam 2 m. Namun bedanya banjir tersebut terjadi pada pertengahan atau pada puncak musim penghujan.

Sebagian masyarakat masyarakat berpendapat, banjir pada awal musim hujan ini cukup mengagetkan karena tidak biasa terjadi.” Ini karena pemerintah kita kurang memperhatikan persoalan hutan di Dompu yang makin gundul”, kata salah seorang tokoh masyarakat yang juga ikut membantu bersama warga lain yang menjadi korban banjir.

Masyarakat Khawatir, banjir yang terjadi Sabtu lalu merupakan awal dari musibah banjir yang sebenarnya yang akan terjadi pada puncak musim hujan nanti yakni pada pertengahan musim sekitar bulan Januari sd Februari 2015. Beberapa kalangan mengharapkan agar pemerintah melakukan antisipasi awal agarbanjir yang besar dapat di hindari.[maya] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru